spacer.png, 0 kB
Rabu, 07 Januari 2009 - 10 Muharram 1430 Hijriah

PUNGGAWA PERSIJAP

IP Adress Anda

38.103.63.58

Pengunjung ke

Sorak Supporter!

Latest Message: 2 hours, 56 minutes ago
  • [GUEST]guest_david : dimanapun kau berada aku pasti mendukungmu selalu. cinta mati pokoke!!! Nek nonton seng tertib cah, ojo ndeso
  • [GUEST]guest_david : wedhus!!! PSIS
  • [GUEST]guest_5772 : PSIS ASU,wanine ngantem ko jobo lapangan
  • [GUEST]kencus : psis koyok kadal
  • [GUEST]kencus : katel
  • [GUEST]guest_ : he cah smg kakekane
  • trisna : bukankah seringkali keberhasilan diraih karena rasa percaya...?? percayalah untuk menang !!!!!!!! Smile
  • [GUEST]guest_9231 : anak 2 tepos kalinyamatan...
  • [GUEST]guest_9231 : buktike klo psis mampu..nyatane kalah terus jro persijap...isone omong tok...
  • [GUEST]guest_9231 : ojo mung iso ngece tok...
Sound:

Login di sini






Lupa Kata Sandi?
Belum memiliki akun? Daftar

Anggota Baru!!!

arief D_Piero(arief D_Piero)
ucup(cupz_casta)
rick(rick57label)

spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
HALAMAN UTAMA arrow Blog arrow Pembentukan PT Harus Transparan
Pembentukan PT Harus Transparan
Peringkat Pengguna: / 0
JelekBagus 
Saturday, 15 November 2008
 

Favoured : None

Published in : , kabar superliga



JEPARA-Pembentukan badan hukum Persijap, PT Laskar Kalinyamat, dinilai tergesa-gesa. Meski itu merupakan kebutuhan mendasar dalam membentuk klub profesional, prosesnya belum melibatkan banyak pihak.

Pengambil kebijakan diminta melakukan transparansi agar bisa mendekatkan klub dengan masyarakat. ’’Kami kaget karena tiba-tiba Persijap sudah akan menjadi perseroan terbatas. Ada direksinya lagi,’’ kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Jepara, Zamroni.  Komisinya antara lain membidangi olahraga, sehingga terlibat langsung dalam setiap pengucuran dana APBD untuk Persijap setiap tahunnya.

’’Saya sempat berpikir ini Persijap yang mana? Tahu-tahu muncul nama-nama  direksi, lalu ada komisaris, dan penetuan nilai saham setiap lembarnya. Saya berpendapat akan lebih baik jika setiap proses dibahas secara mendalam dan melibatkan banyak pihak,’’ tambahnya.

Meski menghargai langkah pembentukan badan hukum, dia menyayangkan jika prosesnya tertutup. Terlebih di dalam Persijap  ada unsur manajemen, pengurus, serta klub-klub di bawahnya karena sebelumnya berbentuk perserikatan. Selain itu, juga ada unsur suporter. ’’Hubungan-hubungan ini harus dijelaskan, dan prosesnya harus sesuai prosedur,’’ lanjutnya.

Dia yakin, jika segala proses itu dilakukan secara transparan, akan banyak yang menaruh simpati. ’’Saya berani membeli sebagian saham PT Laskar Kalinyamat. Tapi selaku calon pembeli, saya membutuhkan kredibilitas pengelola. Jika ini dikesampingkan, bisa dijauhi masyarakat dan ini tidak boleh terjadi.’’

Mandiri

Pembentukan Persijap sebagai badan hukum bukan hal baru. Dalam konteks sama-sama ingin mandiri dari sisi pembiayaan, keadaan serupa pernah dilakukan pada 1985 saat masih berkompetisi di Divisi II. Ketika itu, meski Persijap tidak melebur jadi badan hukum,  perserikatan yang berdiri pada 1954 ini membentuk PT Kalingga.

Ketika itu pendirian PT diprakarsai oleh Bupati Hishom Prasetyo bersama Dandim 0719/Jepara Letkol Sudiyono dengan Direktur Utama Gunarto. Gunarto yang juga warga Jl A Yani Jepara kemarin mengungkapkan, saat Divisi II, tak ada dana dari APBD. Sumber dana diberikan oleh para pengurus ala kadarnya. ’’Maka PT dibentuk agar klub bisa mandiri,’’ ujar pria berusia 59 tahun itu.

Sama dengan PT Laskar Kalinyamat yang berencana bergerak di bidang kontraktor, perdagangan, dan jasa, PT Kalingga dulu juga bergerak di bidang tersebut.

’’Kami masih ingat ada dana untung dari proyek pembangunan jalan Mlonggo-Bangsri yang kemudian digunakan untuk Persijap,’’ kenangnya.  PT Kalingga hanya berjalan dua tahun karena persoalan internal di Persijap.

Dikemukakan, jika ingin membentuk PT, maka pertandingan uji coba dan resmi di kandang adalah potensi besar. Dia menilai saat ini pendapatan partai kandang belum optimal.

Gunarto mengungkap, pada 1979 dalam final penentuan juara di tingkat eks Karesidenan Pati antara Persijap melawan Persiku Kudus , terjual 23.000 lembar tiket di Stadion Kamal Djunaidi. Rata-rata perlembar Rp 200 ketika harga bensin per liter kurang dari Rp 100.

Saat ini dengan stadion jauh lebih besar, rata-rata tiket terjual kurang dari Rp 15.000 lembar. ’’Persoalan membentuk klub profesional juga amat ditentukan pada kredibilitas dan profesionalisme pengambil kebijakan. Jika asal tunjuk, ini sulit berjalan,’’ tandasnya. (H15,kar-22)
Kirim ke teman artikel terkait

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 

No comment posted

Tambahkan komentar anda



mXcomment 1.0.9 © 2007-2009 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB