|
|
 |
|
Wednesday, 07 January 2009 |
|
|
Favoured : None |
Published in : , Lain |
Lamongan (ANTARA News) - Klub sepakbola Persela Lamongan, Jawa Timur, akhirnya merekrut striker asal Argentina, Carlos Raul Sciucatti sebagai tandem Marcio Souza untuk menghadapi kompetisi Liga Super Indonesia putaran kedua.
Kepastian dikontraknya mantan penyerang Persijap Jepara itu disampaikan Ketua Tim Rekrutmen Pemain yang juga Bendahara Persela, Yuhronur Effendi, saat dihubungi di Lamongan, Selasa.
Carlos Raul, yang akrab disapa Charly, resmi dikontrak "Laskar Joko Tingkir" --sebutan bagi Persela-- setelah menjalani proses seleksi selama beberapa hari di Lamongan.
"Pelatih merekomendasikan Charly untuk dikontrak dan kami segera menindaklanjuti hal itu," kata Yuhronur. Ia enggan menyebut nilai kontrak pemain tersebut.
Direktur Utama BPR Bank Daerah Lamongan itu hanya mengatakan, kalau nilai kontrak Carlos Raul tidak terlalu mahal dan sesuai dengan keuangan tim.
Penyerang Argentina berusia 22 tahun itu akan menggantikan posisi Epala Jordan yang didepak manajemen Persela, setelah berakhirnya putaran pertama Liga Super karena kontribusinya tidak maksimal.
Yuhronur mengatakan, dari hasil penilaian pelatih selama beberapa hari menjalani latihan, Carlos Raul memiliki kualitas lumayan bagus dan cocok ditandemkan dengan striker asal Brasil, Marcio Souza Da Silva.
Sebelum mengontrak Carlos Raul, Persela sempat melakukan seleksi terhadap beberapa pemain asing, tapi tidak mendapatkan yang berkualitas.
Manajemen Persela pernah berkeinginan merekrut penyerang Persibo Bojonegoro asal Liberia, Varney Pas Boakai, tapi tidak berhasil karena klubnya tidak berniat melepas pemain tersebut.
Menjelang putaran kedua Liga Super, Persela juga mengontrak pemain gelandang bertahan Khomad Suharto untuk melengkapi sejumlah pemain lokal yang dilepas sebelumnya.
Pelatih Persela, M..Basri, menyatakan bahwa dirinya sempat frustasi dalam proses perburuan penyerang asing, karena pemain yang datang kualitasnya selalu jelek dan tidak cocok dengan karakter permainan timnya.
"Bergabungnya Charly diharapkan mampu menambah kekuatan lini depan tim dan membantu kerja Marcio Souza," katanya.
Namun, Basri belum bisa secepatnya menandemkan Carlos Raul dengan Marcio, karena striker asal Brasil ini belum bisa berlatih setelah menjalani operasi usus buntu beberapa waktu lalu. (*) |
|
|
|
Wednesday, 07 January 2009 |
|
|
Favoured : None |
Published in : , Lain |
JEPARA- Persijap Jepara mengagendakan partai uji coba sebelum tampil pada putaran kedua Djarum Indonesia Super League (ISL) dan babak 24 besar Copa Dji Sam Soe. Sebagai mitra tanding dipilih Diklat Salatiga.
Laga persahabatan tersebut bakal digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (10/1). Kerja sama tim dan penerapan strategi baru menjadi fokus pertandingan nanti.
Menurut pelatih Junaidi, uji tanding tersebut berguna untuk melihat kemajuan latihan anak-anak asuhannya. ‘’Ada beberapa perubahan strategi yang kami harus tahu efektivitasnya,’’ tuturnya, kemarin.
Taktik gres tersebut adalah formasi 4-4-2 yang direncanakan menjadi bagian persiapan Evaldo dkk di putaran kedua. Meski tidak resmi, laga nanti juga menjadi laga pertama yang akan dijalani Phaitoon Thiabma musim ini bersama Persijap.
Khusus Phaitoon, Junaidi akan menggunakan uji coba itu guna memantau adaptasinya di dalam tim. Selama ini pelatih asal Banjarmasin tersebut menginginkan pertahanan pasukannya lebih kokoh.
Harapannya untuk mendatangkan Phaitoon pun terkabul. Karena belum ada tempat yang pasti bagi Phaitoon, kemungkinan pemain asal Thailand berusia 27 tahun itu akan dicoba di beberapa posisi dalam laga nanti. Jika menggunakan skema 4-4-2, dia ditempatkan di belakang. Dalam formasi 3-5-2, besar peluang Phaitoon menjadi gelandang bertahan.
Lini Depan Melawan Diklat Salatiga juga bisa menjadi tolok ukur ketajaman lini depan sepeninggal Charli. Tanpa striker asal Argentina itu, Junaidi masih memiliki Noorhadi untuk melapis Pablo Frances dan Arnaldo Villalba. Junaidi berharap partai kontra Diklat Salatiga bisa mengembalikan naluri bertanding Evaldo cs setelah libur kompetisi yang panjang.
Ketua Panpel Persijap Soetedjo menambahkan, mitra tanding pasukan Junaidi tak akan menginap di Jepara menjelang laga. Diklat Salatiga memilih transit pagi hari, lalu sorenya bertanding.
Panpel hanya akan menyiapkan dua sisi tribune untuk menampung kehadiran penonton, tribune barat (tertutup) dan timur. Harga tiket sama, Rp 10.000 per penonton.
Soetedjo mengemukakan, pihaknya telah menerima kabar lisan dari BLI bahwa Laskar Kalinyamat akan Persijap menjamu Persitara Jakarta Utara pada laga kandang pertama ISL, 24 Januari. Meski hanya informasi lisan, namun panpel akan segera mempersiapkan diri. (H15-78) |
|
|
|
Wednesday, 07 January 2009 |
|
Meski bukan target utama seperti Indonesia Super League (ISL), Persijap tidak mau kehilangan poin di kandang saat menghadapi Persikab Bandung dalam ajang Copa Indonesia.
Bahkan, menghadapi tim tersebut, Coach Persijap Junaidi telah menyiapkan strategi khusus, dengan skema 3-5-2. Hal ini dengan harapan Laskar Kalinyamat bisa meraih hasil maksimal, di leg pertama babak 24 besar, 16 Januari mendatang. "Kalau melihat kondisi yang ada, kita kemungkinan akan memakai 3-5-2. Pola ini efektif untuk menyerang lawan," ungkap Bang Jun-sapaan Junaidi.
Skema itu sendiri, sebenarnya merupakan pola yang biasa digunakan Evaldo dkk, utamanya saat laga kandang. Bagi Bang Jun, pola ini dinilai cocok dengan karakter permainan Persijap, yang mengandalkan serangan dengan bertumpu dari lini tengah.
Tiga pemain asing sudah disiapkan Bang Jun untuk memback-up pola tersebut. Yakni Evaldo de Assis, Pablo Frances, dan Amarildo Souza. Ketiganya diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi rekan-rekan mereka untuk menampilkan performa terbaik.
Dengan formasi ini, lini belakang kemungkinan besar masih akan dihuni oleh Evaldo, Sofyan Morhan, dan Aji Nurpijal. Sementara, lini tengah bisa jadi akan dihuni Isdiantono, Souza, Doni Siregar, Enjang Rohiman, dan Nurul Huda. Sedangkan di depan, Bang Jun punya duo striker, Pablo dan Noor Hadi.
Bang Jun menambahkan, untuk menghadapi Persikab, tidak ada strategi khusus. Dia tetap meminta kepada anak asuhnya untuk fokus dan disiplin di masing-masing lini. Umpan-umpan pendek menjadi pilihan bagi Bang Jun untuk memuluskan serangan ke jantung pertahanan lawan. Lebar lapangan juga bakal dimanfaatkan untuk mendapatkan hasil maksimal. [zis/jpnn] |
|
JEPARA - Upaya Persijap untuk memperbaiki performa sekaligus peringkat pada klasemen Djarum Indonesia Super League (DISL) di putaran kedua menjadi tantangan tersendiri bagi kalangan manajemen, pelatih, dan pemain.
Sejauh ini, Persijap sudah berhasil menempati papan tengah atau berada di peringkat ketujuh klasemen. Dari 17 kali bertanding di putaran pertama, Laskar Kalinyamat -sebutan Persijap- telah membukukan 29 poin, hasil dari 9 kali menang, 2 kali seri, dan 6 kali kalah. Pada putaran pertama tersebut, Persijap juga sudah mengoleksi 22 gol dan kebobolan 16 gol.
Posisi Persijap itu masih lebih baik daripada beberapa tim lain yang selama ini dikenal memiliki tradisi kuat dalam persepakbolaan tanah air, misalnya, Persik Kediri, Arema Malang, dan Pelita Jaya Purwakarta. Bahkan, dibandingkan dengan penghuni peringkat enam klasemen, yakni Persela Lamongan, Persijap hanya tertinggal satu poin.
So, peluang untuk menggeser posisi Persela dan beberapa tim di atasnya masih cukup terbuka. Meski hal itu tidak mudah, manajemen Persijap percaya bahwa upaya untuk mewujudkannya bukanlah sesuatu yang tidak mungkin.
Apalagi jika menilik performa Evaldo dkk yang cukup solid selama tampil pada putaran pertama lalu. Itu masih ditambah dengan adanya perekrutan pemain asal Thailand Phaitoon Thiabma yang menggantikan Carlos Raul Sciucatti. Phaitoon diharapkan bisa turut mengangkat performa tim.
"Harapan kami di putaran kedua, Persijap minimal bisa mempertahankan posisi di papan tengah seperti sekarang, syukur-syukur bisa lebih baik lagi," ujar Manajer Persijap Edi Sujatmiko kemarin (3/1).
Untuk mewujudkan hal itu, Edi meminta pemain tetap menunjukkan semangat dan loyalitasnya kepada tim. "Itu modal berharga yang kami miliki pada putaran pertama lalu," bebernya.
Meski tetap optimistis, Edi berharap agar tim Persijap tidak lengah atau cepat berpuas diri. Pasalnya, tim-tim lain tentu juga berambisi memperbaiki performa mereka. "Itu yang perlu kami waspadai. Ada beberapa tim yang cukup serius melakukan persiapan di putaran kedua, bahkan mereka tetap mendapatkan dukungan dana besar dari APBD seperti Persela Lamongan," ujar mantan camat Kota Jepara tersebut. (aji/jpnn/ko)
|
|
|
Favoured : None |
Published in : , Lain |
Makassar, Manajemen PSM Makassar memutuskan segera mengakhiri polemik perekrutan striker asing baru untuk putaran kedua Indonesia Super Liga (ISL). Manajemen akhirnya memutuskan tidak akan menambah pemain asing untuk posisi striker. "Banyak pertimbangan yang harus kami pikirkan untuk perekrutan striker asing. Salah satunya soal biaya," kata Pembantu Umum PSM, Hendra Sirajuddin, kepada Tribun, Jumat (2/1). Dalam kondisi krisis keuangan yang sedang menghantam PSM, manajemen realistis dalam memutuskan masalah."Rasanya sangat sulit mendatangkan striker asing berkualitas dengan harga yang murah," ujar Hendra. Hendra mencontohkan kualitas dua striker asing, Jorge Paredes (Paraguay) dan Marcus Aurelio de Souza, yang baru-baru diseleksi PSM. Dua striker tersebut memang datang dengan tawaran harga yang murah, tapi kualitas mereka ternyata mengecewakan. "Kita sama-sama melihat bagaimana kualitas dua striker asing yang diseleksi kemarin. Harga mereka memang murah, tapi kualitasnya dinilai tak lebih bagus dari striker lokal yang ada di PSM," katanya. Atas dasar inilah kemudian manajemen memutuskan tidak akan mencari lagi pemain asing untuk diseleksi. Dengan demikian, Ayam Jantan dari Timur praktis hanya akan memakai empat pemain asing di putaran kedua nanti. PSM juga akan mengandalkan kemampuan striker lokal yang ada sekarang."Kami berharap besar kepada striker lokal yang ada. Inilah kesempatan besar yang mereka miliki untuk lebih memacu kemampuannya," ujar Hendra. Langkah ini ditempuh sejalan dengan komitmen manajemen PSM untuk memaksimalkan seluruh potensi pemain lokal yang dimiliki PSM."Kedepannya kalau ini berhasil PSM tidak akan kebingungan lagi mencari pemain," kata Hendra.(cen) Akan Dikonsultasikan ke Pelatih Hendra Sirajuddin mengaku rencana pembatalan penambahana pemain asing untuk posisi striker baru di tingkat manajemen. Hendra masih akan berkonsultasi dengan tim pelatih PSM terkait dengan rencana ini. "Kami masih akan berkonsultasi kepada pelatih PSM untuk mengetahu dampaknya jika PSM tidak merekrur striker asing. Tentu hanya pelatih yang tahu dan bisa mengukur kekuatan PSM tanpa tambahan striker asing," ujar Hendra. Meski demikian, Hendra mengaku sudah memiliki gambaran kekuatan PSM tanpa striker asing baru. PSM lebih cocok dengan formasi baru 3-4-3 seperti yang baru-baru diterapkan saat PSM bermain di laga uji coba melawan Persipangkep beberapa waktu lalu. "Saat itu Julio Lopez ditendemkan dengan striker lokal. Claudio Pronetto juga menjadi second striker. Saya kira ini usulan yang bagus dan perlu dikembangkan," katanya. Konsekwensi lainnya yang harus dilakukan pelatih PSM menurut Hendra adalah mengembalikan posisi Ahmad Amiruddin yang selama ini menjadi bek kiri kembali ke posisi striker."Pertimbangannya Amiruddin masih memiliki naluri mencetak gol," ujar Hendra.(cen) |
|
|
JEPARA - Perekrutan Phaitoon Thiabma oleh Persijap Jepara masih tergantung dengan nasib striker asal Argentina, Charli, yang diberhentikan dari tim pada jeda kompetisi. Aturan baru dari Badan Liga Indonesia (BLI) yang merujuk pada aturan pada Departemen Tenaga Kerja terkait pembatasan pemain asing di Indonesia, mengharuskan klub untuk memastikan pemain ekspatriat yang diganti telah mendapatkan klub baru di Indonesia atau sudah benar-benar meninggalkan Tanah Air. Hal itu menjadi salah satu syarat untuk bisa merekrut pemain asing baru. Karena itu, meski telah memberhentikan Charli, manajemen Persijap kini masih ikut mengupayakan Charli agar bisa mendapatkan klub baru. ”Kami ikut memantau seleksi yang dilakukan Charli,” kata Suko Santoso dari manajemen Persijap yang mengikuti seleksi penyerang tersebut di Persela Lamongan, baru-baru ini. Charli memang diminati Persela. Di Lamongan, dia harus bersaing dengan mantan striker Persiter Ternate, Reginaldo. Charli, yang memiliki nama lengkap Carlos Raul Sciucatti, mencetak empat gol ketika mengalahkan Mitra Kutai Kertanegara pada saat dia membela Persela dalam laga persahabatan yang menjadi salah satu rujukan seleksi. Setelah 5 Januari Pada latihan perdana setelah libur sepekan di Stadion Kamal Djunaidi, sore kemarin, Charli masih ikut berlatih, walau hanya di pinggir lapangan. Hingga kini dia masih tinggal di Jepara. Selain di Persela, Charli mencoba peruntungan di Mitra Kukar, namun dia lebih fokus untuk memperkuat Lamongan. Dengan demikian, persyaratan Phaitoon pun bertambah, yakni menyangkut masa depan Charli setelah dilepas Persijap. Wakil Sekretaris Tim Nur Jamil mengatakan, sementara ini urusan administrasi Phaitoon yang berkait dengan BLI belum bisa diurus. Itu karena BLI masih libur hingga 5 Januari. ”Jika kami mengurus adminsitrasi Phaitoon ke BLI, itu akan kami lakukan selepas 5 Januari,” tegas Jamil. Pengunduran jadwal oleh BLI di satu sisi memberi ruang lebih longgar bagi manajemen untuk membereskan administrasi Phaitoon. Dalam latihan perdana kemarin, seluruh pemain hadir, tetapi training hanya dipandu asisten pelatih Darmo Widodo. Pelatih Junaidi dan pelatih kiper Arifyanto belum bergabung. Evaldo cs cuma berlatih ringan selama satu setengah jam. (H15-31) |
|
|
| | << Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 1 - 10 dari 176 |
© 2009 www.persijapjepara.com
|
|