31 Januari 2010

Polisi Tangkap 21 Perusuh


Polwitabes Semarang menangkap 21 pelaku yang ditengarai bertanggung jawab atas penyerangan terhadap suporter Persijap Jepara
di Jalan Siliwangi, Krapyak, Semarang Barat, kemarin.

Otak penyerangan, Edi Purnomo alias Kirun, juga telah diciduk.
Penyerangan itu ternyata sudah direncanakan matang sejak tujuh hari lalu di rumah tersangka di Ngaliyan, Semarang. Mereka menggalang massa melalui SMS dan getok tular antarteman.

Menurut Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmojo, kelompok tersebut merupakan pendukung PSIS. Mereka dendam karena pernah diamuk suporter tuan rumah pada pertandingan di Jepara tahun 2005.

“Penyidikan dalam rangka mengungkap pelaku lainnya terus kami kembangkan. Polisi sekaligus meminta agar mereka yang ikut dalam penyerangan segera menyerahkan diri atau akan ditindak tegas,” ujar Alex dalam jumpa pers di Mapolwiltabes Semarang didampingi Kapolwiltabes Kombes Edward Syah Pernong.

Akibat penyerangan itu, 18 suporter Persijap dari kelompok Banaspati luka serius. Mereka tertimpuk batu, paving, dan benda keras lain yang dilempar ke dalam bus. Para penyerang juga merusak tiga bus yang digunakan anggota Banaspati.

Alex Bambang mengaku prihatin dengan kejadian memalukan itu. Sedari awal menjabat kapolda Jateng, dia telah mengimbau agar pertandingan sepak bola di wilayah hukumnya menjunjung tinggi sikap jujur, disiplin, serta mengikuti norma dan aturan.

Imbauan itu bahkan dibakukan melalui maklumat yang dibacakan di setiap awal pertandingan.
Kirun mengakui perannya sebagai penggerak penyerangan. Untuk memuluskan aksi, dia sempat menyusupkan beberapa orang guna memastikan jadwal pemberangkatan suporter Persijap.

Mereka juga membuntuti rombongan dari Jepara tersebut hingga terjadi penyerangan di Jalan Siliwangi.
“Saya menyesal. Pada awalnya hanya ingin mengadang tanpa menjarah atau melukai suporter Persijap,” tuturnya di hadapan Kapolda.
Dia mengungkapkan, penyerangan tersebut memang menunggu waktu tepat saat suporter Persijap mengantar Laskar Kalinyamat bermain tandang.
Menurut Ketua Banaspati Ali Anggoro, penyerangan dimulai saat bus melintas di Jalan Arteri Yos Sudarso.

Seorang pengendara motor tiba-tiba melempar batu ke salah satu bus. Sampai di Jalan Siliwangi, tepatnya di depan rumah makan Ayam Goreng Ny Suharti, rombongan diadang oleh sebuah truk dump.
Ketika bus berhenti, sekitar 300-an orang yang sebelumnya telah menunggu di tempat itu langsung menyerang.
”Serangan dilakukan, antara lain dengan melemparkan batu ke arah bus kami. Penyerang mengenakan pakaian dan atribut biru-biru. Mereka meneriakkan yel-yel PSIS,” kata Ali.

Para korban awalnya dirawat di RSUD Tugurejo. Namun karena khawatir kembali diserang, mereka minta dibawa pulang ke Jepara. Korban yang menderita luka cukup serius dirujuk ke RSUD Kartini Jepara. Namun sebelum itu, mereka dikumpulkan di Mapolsek Tugu dan selanjutnya dibawa ke Mapolwiltabes Semarang untuk proses identifikasi. Sebelum diberangkatkan ke Jepara menggunakan bus pengganti, mereka terlebih dahulu diberi sarapan nasi bungkus.
Selain luka fisik, pendukung setia tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu juga rugi secara material. Sebagian barang berharga yang dibawa diambil paksa oleh massa penyerang.

Ali Menambahkan, rombongan suporter yang hendak memberi dukungan kepada Persijap melawan Persija di Stadion Lebak Bulus, Sabtu (30/1) petang itu, berangkat menggunakan delapan buah bus. Lima bus ditumpangi kelompok Banaspati, tiga lainnya oleh anggota Jetman. Bus yang diserang seluruhnya ditumpangi anggota Banaspati.
“Tiga bus yang diserang berangkat dari Jepara beriringan. Satu bus yang berjalan di belakang selamat karena berbalik arah setelah tahu ada penyerangan,” kata Ali.

Ketua Umum Panser Biru M Rofiq Cholil mengakui anggotanya ada yang diamankan pihak kepolisian. Salah satunya Edy Purnomo alias Kirun. Meski demikian, Rofiq membantah jika secara organisasi Panser Biru terlibat dalam penyerangan itu.

”Itu oknum suporter. Kebetulan, di situ ada Kirun yang jadi maskot Panser Biru. Kami tidak tahu-menahu soal penyerangan itu. Panser Biru tidak terlibat,” kata Rofiq yang ikut dengan Kapolwiltabes menjemput Kirun di daerah Sampangan, Sabtu pagi kemarin.

Senada dengan Rofiq, Ketua Umum Snex Edy Purwanto juga menyayangkan aksi anarkis itu. Dia akan berkoordinasi dengan suporter Persijap untuk mencari penyelesaian masalah ini. Dengan harapan, pada tahun-tahun mendatang tidak terulang kejadian seperti ini serta balas dendam antarsuporter PSIS dan Persijap.

”Kejadian ini merusak nama baik suporter PSIS. Agar masalah ini tidak berlarut-larut, kami akan koordinasi dengan organisasi suporter Persijap untuk mencari jalan keluar,” ujar Edy yang juga anggota DPRD Kota Semarang ini.

Penasehat Paguyuban Organisasi Suporter (POS) Jateng Yoyok Sukawi menyatakan akan membantu melakukan mediasi antara suporter Semarang dan suporter Persijap. Sesama suporter Jateng diminta untuk tidak saling bermusuhan.

Ketua Umum PSIS Sukawi Sutarip merasa prihatin terhadap aksi penyerangan suporter Persijap. Ia dalam waktu dekat akan meminta penjelasan ketua kelompok Panser Biru dan Snex. Selain itu, Sukawi juga mengagendakan pertemuan dengan tokoh-tokoh sepak bola di Semarang dan Jepara untuk mencari penyelesaian masalah.

Sementara itu Bupati Jepara Hendro Martojo, sejauh ini tak melihat aksi anarkis di Semarang dilakukan oleh kelompok suporter tertentu. Para pelaku lebih menyerupai kelompok liar. Namun terlepas dari masalah itu, siapa pun pelakunya, kata Hendro, harus ditindak secara hukum.

“Kami serahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada Polri,” ujarnya. Setelah kejadian itu, pagi kemarin Satuan Pamong Praja Pemkab dan Polres Jepara langsung menjemput para korban di Semarang dengan dua bus dan pengawalan keamanan.
Tiga camat juga turut serta menjemput. Mereka adalah Camat Kota Suharna SE, Camat Kalinyamatan Diyar Susanto SH MH, dan Camat Mlonggo Nurchamid SH.

Dari sekian banyak korban, siang kemarin lima korban sudah dirawat di RSUD Kartini Jepara. Mereka adalah Rahmad (35) warga Kelurahan Kauman RT 4/RW 4, Jepara kota, Nina (20) warga Desa Sekuro Kecamatan Mlonggo, Supriyanto, Erwin(28) dan Edi Rahmanto(28) warga Desa Kelet Kecamatan Keling.
Hendro menyatakan pemkab akan menanggung biaya pengobatan korban yang dirawat di RSUD Kartini itu. (H40,H41,H13,H6,H21,H15,kar-40,76)

30 Januari 2010

Persijap Hentikan Kemenangan Beruntun Persija

JAKARTA - Persija harus mengubur impiannya untuk menyapu bersih lima laga kandang yang tersisa pada putaran pertama Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010. Ambisi Macan Kemayoran dihentikan Persijap setelah keduanya bermain imbang 0-0, Sabtu, 30 Januari 2010.

Persija sukses meraih tiga kemenangan beruntun. Masing-masing kontra Persitara (20/1), Persisam (24/1), dan Bontang FC (27/1). Berharap nangkring di urutan ketiga klasemen sementara pada paruh musim, Persija pun bertekad untuk merebut dua laga yang tersisa kontra Persijap (30/1) dan Persela (3/2).

Saat menjamu Persijap di di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan dan disiarkan langsung oleh antv, Persija sebenarnya menguasai jalannya pertandingan. Namun penampilan gemilang kiper Persijap, Danang Wihatmoko menjadi sandungan Persija untuk merebut tiga poin.

M Ilham mengawali ancaman Persija ke gawang Persijap yang dijaga Danang Wihatmoko. Pada menit ke-3, Ilham mendapat umpan terobosan dari Mustafic Fahrudin memanfaatkan bola mati.

Mantan pemain Persikota itu dengan sigap membawa bola ke kotak penalti lawan. Sayang, tendangannya masih jatuh di pelukan Danang.

Dua menit berselang, giliran Agus Indra yang mengancang gawang Laskar Kalinyamat. Memanfaatkan umpan menyilang Ihman, Agus mencoba menjebol gawang Persijap.

Agus sebenarnya masih sempat menjangkau bola. Namun Danang yang tampil gemilang kembali mampu menyelamatkan gawangnya.

Pada menit ke-27, giliran Ismed Sofyan yang mengancam gawang Persijap. Memanfaatkan tendangan bebas, Ismed mencoba mengarahkan bola ke pojok kiri gawang lawan.

Namun Danang kembali tampil gemilang. Dengan sekali lompatan, dia berhasil menjangkau bola untuk menyelamatkan gawangnya.

Persijap mencoba untuk melepaskan diri dari tekanan Persija. Melalui akselerasi Pablo Frances yang mampu melewati empat pemain Persija pada menit ke-36, Laskar Kalinyamat berusaha untuk mencuri gol.

Namun upaya Frances berakhir sia-sia. Saat berada di kotak penalti, dia terjatuh dan wasit Olehadi tidak meniup pluit sebagai tanda adanya pelanggaran.

Persijap juga nyaris menjebol gawang Persija di meni tke-42 lewat tandukan Jogan Johansyah memanfaatkan tendangan bebas Nurul Huda. Sayang bola masih jatuh di pelukan kiper Persija, M Yasir. Skor 0-0 pun bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Pelatih Persija, Maman Abdurahman menarik TA Mushafry. Sebagai gantinya, Maman memasang Bambang Pamungkas yang telah mengoleksi 9 gol pada Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010 ini.

Lima menit berada di lapangan, Bambang sudah langsung mengancam gawang Persijap. Lewat kerjasama satu-dua sentuhan dengan Aliyudin, Bepe berhasil melepaskan tendangan keras ke arah gawang lawan.

Namun gol tak juga tercipta karena bola kembali jatuh di pelukan Danang. Danang kembali menjadi penyelamat Persijap saat M Ilham melepaskan tendangan spekulasi dari sisi kiri pada menit ke-67.

Tekanan Persija belum selesai hingga menit-menit terakhir babak kedua. Namun penampilan Danang yang konsisten membuat Persijap mampu terhidar dari kekalahan. Hingga pertandingan usai, skor 0-0 tak juga berubah.

Hasil seri ini membuat Persija hanya mampu naik satu peringkat di klasemen sementara. Dengan koleksi 24 poin dari 17 laga, Persija kini berada di urutan ke-8 menggusur Persela Lamongan.

Persijap Tahan Persija

JAKARTA - Persijap Jepara berhasil mencuri poin dari Persija Jakarta dalam lanjutan Djarum Indonesia Super League (ISL) 2009/2010 di Stadion Lebakbulus Jakarta, Sabtu.

Pada pertandingan yang disaksikan sekitar 15 ribu pendukung oleh pendukung tuan rumah itu anak asuh Junaedi mampu menahan imbang 0-0 melawan anak asuh Benny Dolo sehingga memperoleh satu poin.

Sejak peluait ditiup oleh wasit Oki Dwi Putra, tuan rumah lewat Aliyudin langsung melakukan serangan ke gawang lawan yang dikawal oleh Danang Wihatmoko.

Meski hujan cukup deras, Ismed Sofyan dan kawan-kawan tidak henti-hentinya menerobos pertahanan Persijap yang dikawal oleh Elvando Silva. Begitu juga sebaliknya, tim tamu juga memberikan tekanan yang cukup keras.

Hasil kerja keras Tim Macan Kemayoran lewat Aliyudin nyaris membuahkan gol, namun tendangannya masih bisa ditangkap oleh kiper Persijap.

Tim tamu juga punya peluang. Lewat serangan balik yang cepat, striker asing Persijap Pablo Frances melepaskan tendangan jarak jauh namun bola berhasil ditepis oleh M. Yasir.

Secara umum permainan kedua tim cukup imbang. Hingga babak pertama usai kedudukan sama kuat 0-0.

Memasuki babak kedua Benny Dolo menarik keluar TA Musafry dan digantikan oleh Bambang Pamungkas. Hasilnya beberapa gawang Danang Wihatmoko terancam.

Lewat umpan akurat oleh Bambang Pamungkas pada Aliyudin hampir mampu merubah kedudukan jika kiper Persijap tidak mampu menepis tendangan itu.

Gepuran Persija terus dilakukan. Beberapa kali tendangan keras M. Ilham mengancam. Berkat kesigapan Danang Wihatmoko, gawang Persijap tetap aman.

Dukungan sekitar 15 ribu Jak Mania membuat Bambang Pamungkas dan kawan-kawan terus menekan pertahanan lawan, namun demikian belum mampu ciptakan gol. Hingga peluit panjang ditiup wasit kedudukan tetap 0-0.

Berikut susunan pemain Persija : M. Yasir (gk), Abanda Herman, Leo Saputra, Baihaki Khaizan, Leo Tupamahu (KK), Fahrudin Mustafic, Agus Indra, M. Ilham/Salim Alaydrus, TA Musafry/Bambang Pamungkas, Ismed Sofyan (c) (KK) dan Aliyudin.

Sedangkan Persijap di perkuat : Dadang Wihatmoko (gk), Elvando Silva (c), Ferly La`ala, Markus Baktiar, Phaitoon Thiabma, Nurul Huda, Danan Puspito, Dony F S, Sergio Junior, Johan Joansyah (KK) dan Pablo Frances.(*)

Banaspati Tetap Kawal Persijap


JAKARTA - Suporter Persijap yang tergabung dalam Banaspati tetap hadir di Jakarta untuk mendukung timnya saat berhadapan dengan Persija di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu, 30 Januari 2010. Sebelumnya mereka sempat diserang orang tidak dikenal di Semarang.

Menurut Sekretaris The Jakmania, Richard, Banaspati telah tiba di Lebak Bulus dengan menggunakan dua bus. Jumlahnya diperkirakan mencapai 60 orang. Selain Banaspati, suporter Persijap lainnya, yakni Jetman juga datang dengan 3 bus.

"Banaspati yang datang dua bus. Sedangkan dua bus lainnya kabarnya tetap tinggal di Semarang," kata saat dihubungi VIVAnews, Sabtu, 30 Januari 2010.

"Jetman juga datang dengan tiga bus. Masih ada lagi suporter Persijap lainnya yang dari Jabotabek," tambah Richard.

Rombongan Banaspati yang berangkat dari Jepara sebenarnya berjumlah 4 bus. Namun dua bus tidak bisa melanjutkan perjalanan karena diserang oleh orang tak dikenal di Jalan Siliwangi, Semarang, Jumat (29/1) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Peristiwa ini bermula saat rombongan bus melintasi Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang. Tanpa diketahui sebabnya, dua orang yang mengendarai sepeda melempar kaca salah satu bus dengan batu hingga pecah.

Aksi perusakan tak berhenti. Bahkan puncaknya terjadi saat bus melewati Jalan Siliwangi. Beberapa ratus meter dari gerbang tol Krapyak, massa yang jumlahnya lebih besar kembali menghadang rombongan Banaspati.

Mereka lantas melempari bus dengan benda batu dan benda keras lainnya. Tak hanya itu, para penyerang juga menerobos masuk ke dalam bus dan mulai menjarah barang-barang penumpang serta menganiaya suporter yang melawan.

Akibat kejadian ini, beberapa anggota Banaspati terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat. Untuk kepentingan penyelidikan, pihak kepolisian kini mengamankan dua bus yang digunakan oleh Banaspati.

Banaspati hadir di Jakarta untuk mendukung Persijap saat berhadapan dengan Persija. Duel ini merupakan laga pamungkas Laskar Kalinyamat pada putaran pertala Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010.

Bus suporter Persijap diserang

Barang dijarah, puluhan luka 10 penyerang ditangkap



SEMARANG - Tiga bus rombongan Laskar Banaspati (suporter Persijap) semalam hingga Sabtu (30/1) dini hari tadi diserang sekelompok orang tak dikenal. Penyerangan dilakukan di sejumlah titik ketika rombongan memasuki dan keluar dari Semarang, yakni di Jalan Kaligawe, Jalan Siliwangi Semarang, dan sekitar Kaliwungu, Kendal. Hingga pagi tadi belum diketahui motif penyerangan tersebut. Sebanyak 10 pemuda, salah satunya mengenakan atribut berupa kain bertuliskan ”PSIS Semarang” dibekuk aparat gabungan Polresta Semarang Barat dan Polsekta Tugurejo. Mereka hingga pagi tadi masih meringkuk di dalam sel Polsekta Semarang Barat guna menjalani pemeriksaan.

Para penyerang tidak hanya melempari bus dengan batu maupun kayu. Pelaku juga melakukan penganiayaan dan merampas barang-barang milik suporter Persijap di bus yang berhenti di sekitar Pasar Tugu. Sejumlah kaca bus hancur bahkan beberapa kursi dirusak. Akibatnya Laskar Banaspati balik badan urung mendukung Laskar Kalinyamat, yang sore ini dijadwalkan bertanding di Stadion Lebak Bulus Jakarta melawan Persija (Jakarta).

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun puluhan suporter Persijap, yang di antaranya anak-anak, mengalami luka-luka. Korban luka ada yang dirawat di RS Tugurejo, Semarang, karena menderita luka di kepala akibat lemparan batu maupun dianiaya.

Para penyerang yang diduga sudah terkoordinasi tersebut, nampaknya ingin menghalang-halangi keberangkatan Laskar Banaspati ke Jakarta. Sebab penyerangan terjadi di sejumlah titik jalan yang dilalui bus pengangkut suporter Persijap.

Dua buah bus pariwisata Gembira Ria bernopol K-1455-AB dan H-1672-BE pengangkut suporter Persijap yang mengalami kerusakan hingga pagi tadi masih ditahan di Mapolsek Tugurejo.

Menjarah Hartono (37) Ketua Laskar Banaspati Distrik Utara mengungkapkan, salah satu penyerangan terhadap bus pengangkut suporter Persijap terjadi saat bus berhenti di traffic light (bangjo) di Jalan Siliwangi, tepatnya di jalan menanjak depan Pasar Tugu dekat Polsek Tugurejo Semarang.

’’Pertama, bus dilempari batu. Setelah itu sekelompok orang yang melempari batu tersebut naik ke dalam bus memukuli semua orang,’’ jelas Hartono saat ketika mengamankan diri di Polsek Tugurejo.

Para pelaku penyerangan setelah memukuli suporter Persijap dan merusak kursi bus, juga menjarah tas maupun barang berharga.

Diterangkan Hartono, jumlah suporter Persijap yang berangkat ke Jakarta sekitar 240 orang menumpang empat bus, karena masing-masing bus diisi 60 suporter. Dari empat bus tersebut hanya satu yang selamat, karena begitu mengetahui penyerangan tidak melanjutkan perjalanan alias balik ke Jepara.

Sementara tiga bus terkena serangan, yakni satu di sekitar Kaliwungu Kendal dan dua di Semarang.

Menyayangkan Sementara itu Ketua Snex — salah satu paguyuban suporter PSIS (Semarang) —Edy Purwanto menyayangkan aksi penyerangan sekelompok orang ke bus yang membawa suporter Persijap (Jepara) yang hendak bertolak ke Jakarta, semalam hingga dini hari tadi. Dia menolak penyerang itu dilakukan oleh sebagaian anggotanya. Ia bahkan mengutuk keras aksi anarkis tersebut, karena saat ini di tingkat pimpinan tengah berusaha membangun kembali hubungan antara suporter PSIS dengan suporter Persijap yang sempat rusak.

’’Kami tidak ada masalah dengan Banaspati maupun Jetman. Kami selalu menjalani komunikasi, jadi saya pikir,itu ulah oknum-oknum tak bertanggungjawab yang ingin mengkambing hitamkan Snex," kata Edy saat dihubungi Wawasan, Sabtu (30/1) pagi tadi.

Edy memaklumi beberapa orang memang masih menyimpan kekecewaan saat insiden di Jepara beberapa waktu silam. Tetapi sejauh ini, menurut Edy, suasana sudah sangat kondusif dan bersahabat. Termasuk saat pertemuan terakhir PSIS melawan Persijap di laga uji coba beberapa waktu lalu.

Ia sebenarnya sangat berharap, apa yang sudah terjalin sejauh ini bisa lebih ditingkatkan ke arah yang lebih jauh dengan saling mengunjungi seperti dulu. Bagaimana pun, Jepara dan Semarang adalah dua "saudara" yang tidak bisa dipisahkan karena sesama warga Jawa Tengah.

"Meski itu (penyerangan,red) bukan dilakukan oleh kami, kami berharap ada pertemuan internal antara suporter Semarang dengan suporter Jepara untuk menjernihkan persoalan," kata Edy.

Diamankan

Terpisah Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Joko Ernanto menegaskan, Polda Jateng sudah mengambil langkah-langkah tegas terkait peristiwa penyerangan terhadap bus yang ditumpangi suporter Persijap ketika hendak berangkat ke Jakarta, semalam.

Bahkan saat ini sudah ditetapkan sejumlah orang yang memenuhi unsur pelanggaran dan diamankan di Polres Semarang Barat. "Dari sejumlah saksi ditetapkan delapan orang yang semuanya memenuhi unsur-unsur," tukasnya.

Dia menambahkan, polisi langsung mengambil tindakan dengan mengamankan sejumlah barang bukti antara lain bus yang rusak, kayu dan batu-batu yang dijadikan alat pelemparan. (lek/rth/h-Ct-wawasan)

Macan Sedang Kelelahan

JAKARTA - Menjadi tamu tak menyurutkan semangat kubu Persijap Jepara saat menantang Persija Jakarta di Stadion Lebak Bulus malam ini (siaran langsung AnTV pukul 18.30 WIB). Persijap mengusung misi menang demi menutup putaran pertama Indonesia Super League (ISL) dengan manis.

Memang, tidak mudah mencuri angka di kandang Persija. Macan Kemayoran -julukan Persija- tengah dalam tren positif. Bambang Pamungkas dkk menang terus dalam empat laga home terakhir.

Namun, bagi kubu Persijap, tidak berarti tak ada celah untuk mendapatkan angka. Pelatih Persijap Junaidi menyoroti kemungkinan lemahnya stamina para pemain Persija karena melakoni tiga pertandingan beruntun yang melelahkan.

''Jangan lupa, Persija sudah bermain tiga kali berturut-turut. Saat melawan Bontang FC kemarin (27/1) mereka sudah terlihat kepayahan,'' ujar Junaidi.

Karena itu, Bang Jun -sapaan akrab Junaidi- menginstruksi anak asuhnya agar langsung menekan. Tidak memberikan angin kepada lawan sejak awal pertandingan. ''Kalau sampai keteteran di awal, bisa berbahaya. Kami harus mencuri celah dari kanan maupun kiri,'' ungkap pria yang gemar memakai topi terbalik itu.

Junaidi mewaspadai pergerakan agresif dua sayap Persija, M. Ilham dan Ismed Sofyan. Karena itu, dua pemain tersebut menjadi target untuk diredam. Secara tim, Laskar Kalinyamat julukan Persijap- dalam situasi kondusif. Hanya Isdiyanto yang tak bisa merumput karena akumulasi kartu. ''Mentalitas anak-anak juga beda saat harus menghadapi tim sebesar Persija,'' kata Junaidi.

Di sisi lain, Persija bertekad meneruskan tren positif yang diukir dalam beberapa laga terakhir. Karena itu, Persijap harus ditundukkan. "Ini bagian dari langkah sapu bersih kami dalam pertandingan tersisa. Makanya, jangan sampai terlewat," ujar Benny Dolo, direktur teknik Persija.

Persija kini nangkring di peringkat kesembilan dengan koleksi 23 poin dari 15 laga. Jika mampu menyapu bersih dua laga sisa, mereka akan melesat ke peringkat ketiga. Setelah meladeni Persijap, Persija menjamu Persela Lamongan pada 3 Februari nanti.

Bendol -sapaan akrab Benny Dolo- tak bisa menutup mata bahwa kondisi anak asuhnya sedang lelah. Kondisi itu terlihat pada laga kontra Bontang FC lalu. "Makanya, saya tak bsia menurunkan pemain inti saya dengan penuh. Mau seperti apa kondisi mereka lawan Persijap besok (hari ini, Red) dan Persela nanti," tutur Bendol. (vem/ca)

Bus Suporter Persijap Diserang



SEMARANG - Dua bus suporter Persijap Banaspati yang akan berangkat ke Jakarta diserang oleh sekelompok orang tak dikenal saat memasuki Kota Semarang, Jumat (29/1) sekitar pukul 22.00. Serangan itu dimulai dari daerah Kaligawe, dekat jalan tol hingga Kaliwungu, Kendal.

Salah satu koordinator pemberangkatan rombongan H Saadi mengungkapkan, serangan pertama berupa lemparan batu sekepalan tangan orang dewasa. Dua bus itu kembali dilempari menggunakan helm.

”Risiko harus kami terima saat masuk Semarang. Kami berlindung dekat truk Angkatan Laut. Serangan itu berhenti sesaat, tapi setelah truk pergi, kami dilempari batu lagi hingga batas kota yakni di Kaliwungu, Kendal,” kata dia, dini hari tadi.

Akibat serangan itu badan bus rusak parah dan tidak melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Satu bus suporter berhenti di Krapyak, dan satu lagi mengamankan diri di Mapolsek Kaliwungu.

Rombongan yang akan ke Jakarta menggunakan empat bus. Mereka sedianya akan mendukung Laskar Kalinyamat yang akan dijamu Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno, malam ini.

Demi menghindari serangan, untuk sementara dua rombongan bus lagi memilih mengamankan diri. Satu berlindung di Mapolsek Genuk, dan satu lagi berhenti di jalan tol Kaligawe-Gayamsari.

Dikabarkan, enam suporter terluka cukup parah di kepala karena terkena pecahan kaca dan lemparan batu. ”Dua orang dirawat di rumah sakit, lainnya di puskesmas terdekat,” kata Saadi.

Dia menduga serangan itu sudah terkoordinasi. Pelaku menggunakan ponsel dan bersiap di titik-titik tertentu. ”Kami sangat menyayangkan karena kami sepakat adanya Paguyuban Organisasi Suporter (POS) Jateng untuk berbuat damai. Namun nyatanya malah seperti ini,” kata lewat telepon.(J4,H15-62)

28 Januari 2010

Persijap Menantang Tradisi

JEPARA - Satu pekerjaan harus segera dituntaskan para pemain Persijap sebelu mereka menjalani liburan jeda kompetisi. Persija Jakarta sudah menunggu untuk perhelatan terakhir putaran pertama Indonesia Super League (ISL). Laga ini rencananya berlangsung di Stadion Gelora Utama Bung Karno (SUGBK) Jakarta besok.

Menghadapi Macan Kemayoran, para pemain Persijap menantang tradisi. Maklum, di laga-laga pertemuan kedua tim sebelumnya, Persijap belum pernah sekalipun mampu mengalahkan Bambang Pamungkas cs. Rapor pertandingan menyebutkan, pada kompetisi Divisi Utama edisi 2006, Persijap takluk di kandang Persija dengan skor 0-1. Sedangkan, saat Persijap bertindak sebagai tuan rumah, kedua tim bermain imbang 2-2.

Di pentas ISL musim pertama lalu, Persijap kembali dikalahkan Persija 1-3 di Jakarta dan pada pertemuan kedua di Jepara, lagi-lagi Persijap harus puas, kali ini dengan skor 1-1.

Secara materi, Persija juga lebih gemerlap. Selain Bambang Pamungkas, tim asuhan ini juga dihuni nama-nama beken seperti Aliyudin, Abanda Herman, serta pemain timnas Ismed Sofyan. Pekerjaan Evaldo Silva da Assis dkk akan semakin berat, lantaran saat ini Persija tengah bangkit dari keterpurukan. Posisi mereka di papan klasemen juga terus menanjak dan kini bersaing di papan tengah.

Satu hal yang bisa menjadi celah tuan rumah dan harus dimanfaatkan Persijap adalah faktor kelelahan yang mulai hinggap di kubu Persija. Tiga pertandingan beruntun Persija sebelumnya dilalui dengan jeda istirahat yang relatif pendek.
Gelandang Persijap Donny Siregar mengakui ketangguhan calon lawannya tersebut. Akan tetapi, bukan berarti dia dan pemain Persijap lainnya akan dengan mudah dikalahkan begitu saja. Malah sebaliknya, melawan tim yang lebih kuat bakal memantik semangat untuk bekerja lebih keras guna mengalahkan lawan.

"Rekor pertemuan yang tidak berpihak kepada kami juga menjadi pelecut motivasi tersendiri. Kami siap mengakhiri catatan buruk saat bertemu dengan Persija,” kata pemain yang mencetak gol pembuka saat Persijap mengempaskan Persela 3-1 di Jepara, 24 Januari lalu ini.

Donny menambahkan, saat ini konsentrasi timnya hanya tertuju pada bentrok kontra Persija. Bekal menuju Jakarta sudah dipersiapkan pelatih Junaedi dengan berbagai menu latihan. ”Tidak ada yang tidak mungkin di dalam sebuah pertandingan. Kami bertekad untuk memetik poin di Jakarta sebagai modal menghadapi putaran kedua mendatang,” terangnya.

Di laga ini, Donny akan kembali turun sebagai starter bersama Phaitoon Thiabma dan Sergio Junior untuk memperkokoh lapangan tengah. Meskipun tidak akan diperkuat sayap kiri Isdianto yang terkena hukuman akumulasi kartu, namun semangat Persijap tetap membara untuk mengindari pulang dari Jakarta dengan tangan hampa.

Posisi yang ditinggalkan Isdianto kemungkinan bakal diisi Danan Puspito. Pengalaman Danan selama memperkuat Persija musim lalu diharapkan mampu membongkar sedikit banyak dapur lawan. Selain mantan pemain Persija, Danan juga memiliki kapasitan untuk dimainkan. Mengingat, kemampuan pemain bernomor punggung tujuh ini tidak terpaut jauh dengan Isdianto.

Asisten pelatih Persijap Anjar Jambore Widodo mengatakan timnya akan tetap tampil konsisten. ”Jangan berbicara soal materi tim. Kami berbicara tentang semangat dan kerja keras pemain untuk memberikan yang terbaik bagi tim. Kolektifitas dalam bermain yang merupakan ciri khas Persijap saat di lapangan tetap akan kami utamakan,” ucap Anjar.
(msy)

''Sejarah Buruk Lawan Persija Harus Berakhir''

JEPARA - Persijap Jepara belum pernah menang atau seri saat menghadapi tuan rumah Persija Jakarta Pusat, baik di Stadion Lebak Bulus maupun Stadion Gelora Utama Bung Karno (SUGBK).

Karena itu pada pertemuan kedua tim di ajang Djarum Indonesia Super League (ISL), Sabtu lusa di SUGBK, Persijap bertekad mengakhiri sejarah tersebut.
Gelandang Phaitoon Thiabma berambisi mengakhiri rekor buruk itu. ”Hari ini saya katakan, sejarah buruk itu harus berakhir,” kata pemain asal Thailand itu saat ditanya catatan melawan Persija serta persiapan timnya, kemarin.

Kekalahan terakhir Persijap terjadi pada putaran pertama musim lalu, yakni kalah 1-3 di Lebak Bulus. Persijap hanya bisa bermain imbang 1-1 di Gelora Bumi Kartini menghadapi tamunya itu.

Sebelum itu tahun 2006, Persijap juga kalah 0-1 dari Macan Kemayoran di Jakarta, lalu bermain imbang saat di Jepara. Laskar Kalinyamat memang tak pernah menang melawan Macan Kemayoran saat bermain di Jepara.

Phaitoon mengatakan tekad timnya untuk menambah poin sangat tinggi meski calon lawan yang dihadapi tengah bangkit. Bambang Pamungkas dan kawan-kawan memetik kemenangan dalam dua laga kandang terakhirnya, yakni 1-0 atas Persisam Samarinda, Minggu lalu dan kemarin menang 3-0 atas Bontang FC. Dua kemenangan itu membuat Persija mantap untuk menjauhi papan bawah dan merangsek ke tengah.

Phaitoon menilai Persija tim yang dihuni pemain-pemain berkualitas. Timnya akan menghadapinya dengan semangat tinggi untuk memperbaiki posisi. ”Kami ada dalam posisi bagus. Latihan serius, fokus, dan penuh semangat. Kami harus optimistis agar berhasil,” lanjut pemain berusia 28 tahun itu.

Berangkat

Phaitoon disiapkan untuk menghuni lini tengah bersama Sergio Junior dan Donny Siregar. Perannya saat mengalahkan Persela 3-1 di laga Minggu lalu sangat sentral.

Hanya saja saat menghadapi Persija nanti, Persijap tak bisa diperkuat winger kiri Isdiantono yang terkena akumulasi kartu kuning. Posisinya akan diisi mantan pemain Persija, Danan Puspito. Absennya Isdiantono tak membuat kekuatan Persijap jeblok, karena Danan juga sama baiknya dengan Isdiantono sebagai pengumpan dari sayap.

Wakil Sekretaris Tim Persijap Nurjamil mengatakan, rombongan tim akan berangkat ke Jakarta, pagi ini. Sore kemarin tim berlatih strategi menghadapi Persija.

Pelatih Junaidi memberi perhatian pada lini belakang dan depan. Persijap hanya sekali membukukan gol ke gawang lawan saat bermain tandang, yakni saat kalah 1-3 dari Persiwa lewat gol Evaldo.

Sulitnya mencetak gol di kandang lawan itu menjadi perhatian khusus, termasuk soliditas pertahanan karena Persija sering bermain ofensif. (H15-28)

26 Januari 2010

Penambahan Pemain Terkendala Dana

JEPARA Persijap Jepara belum memutuskan apakah akan menambah atau cukup mempertahankan pemain yang ada untuk kepentingan kompetisi Djarum Indonesia Super League (ISL) putaran kedua.

Belum ada rapat internal membahas soal itu. Namun sebelum duel terakhir putaran pertama melawan Persija Jakarta, 30 Januari mendatang, idealnya persoalan itu dibahas. Dilema menambah personel terletak pada faktor keterbatasan keuangan. Hal itu diakui oleh wakil sekretaris tim Nurjamil, kemarin.

”Menambah pemain, mempertahankan yang sudah ada, atau mencoret pemain, belum diputuskan. Tetapi kami bisa mengatakan ada kendala keuangan untuk kebijakan penambahan pemain berkualitas,” kata Nurjamil.

Selama ini beredar kabar lini depan Persijap butuh striker tajam. Hal itu pernah dilontarkan pelatih Junaidi setelah timnya sulit mencetak kemenangan di kandang lawan, termasuk labilitas bermain di kandang.

Striker dimaksud Junaidi adalah yang memiliki karakter target gol. Karakter demikian belum menempel pada Pablo Frances, Johan Juansyah, Noorhadi, dan Eki Nurhakim. Mereka adalah striker bertipikal pekerja keras yang sama-sama memulai serangan dari lini tengah. Target striker kuat di depan belum ada.

Tetapi Junaidi menggarisbawahi, keputusan itu ada di manajemen tim, karena kondisi keuangan yang tahu persis manajemen. Hal serupa dikatakan gelandang Donny Siregar. ”Kuota pemain Asia non-Indonesia baru diambil satu oleh Persijap, hanya Phaitoon Thiabma. Jika ada striker misalnya dari Australia atau Timur Tengah itu lebih bagus. Tetapi ini menyangkut kebijakan finansial klub,” katanya.

Nurjamil mengatakan, sesuai surat edaran dari PT Liga Indonesia yang diterima Persijap dua hari lalu, penambahan pemain untuk setiap klub dibuka 1-28 Februari. Dengan satu catatan, satu klub maksimal memiliki 30 pemain. Jadi jika ada klub yang kini punya 30 pemain, maka kalau ingin menambah harus mencoret pemain lama. Persijap pada awal musim hanya diperkuat 23 pemain.

Pertandingan putaran kedua akan digelar mulai 9 Februari. ”Jadi untuk Persijap, hanya ada waktu sembilan hari jeda kompetisi,” ujar Nurjamil. Ini berbeda dengan musim lalu, di mana masa jeda lebih dari sebulan.
Kendati begitu belum ada jadwal resmi dari PT LI untuk semua pertandingan putaran kedua.

Manajemen setiap klub peserta ISL diundang untuk mengikuti manager meeting di Jakarta 2 Februari mendatang. Pada saat itu akan dibahas evaluasi pelaksanaan kompetisi putaran pertama.
”Kemungkinan pada kegiatan itu akan ada informasi lebih lengkap soal jadwal kompetisi putaran kedua,” imbuhnya.

Sementara itu asisten pelatih Anjar Jambore Widodo mengatakan, terkait laga terakhir putaran pertama melawan tuan rumah Persija, timnya bakal kehilangan winger Isdiantono karena akumulasi kartu kuning. Posisinya di sektor kiri kemungkinan akan diisi Danan Puspito yang musim lalu berkostum Macan Kemayoran. (H15-40)

25 Januari 2010

Persijap Menang Cantik

JEPARA - Tiga gol cantik Donny Siregar, Johan Juansyah, dan Pablo Frances yang lahir di babak pertama memenangkan Persijap Jepara atas Persela Lamongan dalam laga Djarum Indonesia Super League (ISL) di Gelora Bumi Kartini, kemarin. Persela hanya mampu membalas dengan sebiji gol di babak kedua melalui Varney Pas Boakay menit ke-62. Selain menghibur dengan gol-gol cantik, kemenangan itu mengangkat Persijap ke papan tengah.

Tim Kota Ukir membuka gol pertama ketika pertandingan baru berjalan lima menit. Tendangan kaki kiri Donny dari sisi kiri pertahanan lawan merobek gawang Fauzal Mubaraq. Donny selama ini dikenal memiliki tendangan jarak jauh mematikan dengan kaki kanan, namun kemarin ia memberi suguhan beda lewat kaki kirinya. Bola seakan melebar sebelum akhirnya melengkung dan mengarah masuk ke pojok tiang jauh.
Gol itu disambut gegap gempita belasan ribu suporter yang memadati seluruh sisi tribun.

Dua kelompok suporter, Banaspati dan Jetman seakan berpesta. Gelombang dukungan makin bergemuruh dari seluruh sisi trubun. Evaldo dan kawan-kawan memegang kendali permainan sejak babak pertama dimulai. Namun tim Persela mencoba keluar dari tekanan melalui serangan-serangan balasan dari sisi kiri pertahanan Persijap yang dimotori Varney Pas Boakay. Umpan-umpang silang Varney benar-benar menjadi hantu buat pertahanan Laskar Kalinyamat.


Pertahanan Berlapis

Berkali-kali ia mampu melewati halangan pertahanan berlapis, melalui kerjasama dan beberapa aksi cepatnya. Persela mendapatkan dua peluang melalui Varney dan Martins Zada di babak pertama, namun gagal. Tak mau direpotkan dengan kecepatan Varney dan Zada dalam memobilisasi serangan, anak-anak Jepara lantas memberi pengawalan ketat pada keduanya. Zada harus berhadapan dengan Phaitoon Thiabma dan Donny Siregar, sedangkan Varney terus dikuntit Ferly La’la.

Kiper Danang Wihatmoko pun bekerja ekstra keras untuk menyelamatkan gawangnya dari gempuran Persela, baik lewat bola-bola mati maupun umpan-umpan silang. Danang berkali-kali mampu memetik bola mendahului sergapan para penyerang Persela.

Merasa terancam dengan balasan serangan yang berbahaya dari Persela di pertengahan babak pertama, Persijap kembali menaikkan tempo permainan melalui sayap maupun tengah. Johan Juansyah yang sebelumnya dua kali gagal memberi umpan saat dalam posisi menakan, akhirnya menambah gol menit ke-40 lewat tendangan keras kaki kirinya di garis terluar kotak penalti. Ia tampak begitu tenang saat menempatkan bola pada ruang tembak yang tepat di pojok gawang.

Itu adalah gol kedua Johan sejak kembali ke Persijap pertengahan Desember lalu sepulang dari laos memperkuat timnas U-23 di SEA Games. Gol pertamanya dicetak dalam debutnya bersama Persijap musim ini ketika mengalahkan Persema Malang 3-1.
Johan, jebolan Persijap yunior juga berperan penting atas lahirnya gol ketiga menit ke-45. Ia mengirim umpan akurat yang berhasil diteruskan Pablo Frances melalui sundulan dan menghujam ke gawang Persela.

Tempo permainan Persijap melambat di babak kedua, dan Persela lebih sering memegang kendali permainan. Varney mendahului pemain sayap Persijap Nurul Huda sebelum mencetak gol balasan menit ke-62. Empat kali gawang Persijap terancam, termasuk sundulan Samsul Arif yang membentur mistar. Sedangkan tendangan jarak jauh I Gede Sukadana berhasil ditepis Danang.

Pelatih Persela Widodo C Putra saat konferensi pers mengatakan, tiga gol Persijap lahir begitu cepat di babak pertama, dan melalui skema yang terencana. ’’Tiga gol itu membuat kami merasa berat dan pecah konsentrasi,’’ kata dia.
Ia juga mengatakan, peluang timnya cukup banyak, namun hanya satu yang berbuah manis. (H15, kar,J4-28)

Donny Langsung Incar Persija

JEPARA - - Gelandang Persijap Donny Siregar menyatakan kemenangan timnya 3-1 atas Persela Lamongan di Gelora Bumi Kartini kemarin memiliki dua makna penting.

Selain mengembalikan tim ke papan tengah, juga bisa mengangkat mental tim untuk laga terakhir Djarum Indonesia Super League (ISL) putaran pertama melawan tuan rumah Persija Jakarta Pusat, 30 Januari mendatang.

’’Kami sudah berhasil memenuhi target untuk menang hari ini. Saya pikir ini amat positif pula buat menaikkan mental bertanding di Jakarta nanti,’’ kata pemain asal Tapanuli itu.

Donny mencetak gol pembuka ketika menang 3-1 atas Persela, kemarin. Itu adalah gol indah dan menjadi pemicu semangat tim. Tendangan melengkung Donny melampui beberapa bek dan mematikan langkah kiper lawan sebelum akhirnya masuk ke gawang.

Pada babak kedua ia hampir saja menambah gol, ketika tendangannya yang sudah melampui kiper masih bisa dihalau dengan sundulan Fabiano di depan mulut gawang.

Gol pada babak pertama itu adalah gol pertama Donny musim ini, dan ia mengakuinya sangat penting. ’’Pertandingan ini serasa final, karena menjadi laga kandang terakhir putaran pertama dengan misi mengangkat peringkat tim. Saya benar-benar teringat dengan dua gol saya musim 2007,’’ ungkap Donny lagi.

Donny mencetak gol tunggal kemenangan Persijap saat mengalahkan Persiwa Wamena di Stadion Kamal Djunaidi. Di pertandingan berikutnya ia juga mencetak satu gol saat timnya menag 2-0 atas Persipura Jayapura di tempat yang sama.

Dua pertandingan itu juga serasa final karena menjadi penentu akhir promosinya Persijap ke ISL. Donny mengatakan dari sisi hasil, ia puas dengan tabahan tiga poin. Namun ia sempat tegang di babak kedua ketika timnya banyak mendapatkan tekanan.

’’Kami begitu bersemangat di babak pertama, dan saya melihat suporter semuanya tampak puas dengan permainan kami. namun itu tidak terjadi di babak kedua. Kami kehilangan ritme dan kendali permainan,’’ lanjutnya.

Donny mengatakan, tambahan tiga poin itu meski melegakan, namun masih membutuhkan kerja ekstrakeras untuk mencari aman dari degradasi.
’’Persaingan perburuan nilai di putaran pertama ini masih sangat ketat, baik di papan atas, tengah maupun bawah. Sulit memprediksi siapa yang juara, sekadar aman atau yang degradasi,’’ kata dia.

Karena itu, ia menyatakan laga melawan Persija Jakarta Pusat di akhir putaran pertama menjadi incaran timnya untuk menambah poin. Asisten Pelatih Persijap Jepara Anjar Jambore Widodo mengapresiasi kerja keras para pemain di laga kemarin. ’’Dengan kemenangan ini, kami lebih bersemangat menghadapi Persija,’’ ujarnya. (H15,kar,J4-28)

22 Januari 2010

Anjar Berseteru dengan Widodo

JEPARA - Duel antara Persijap kontra Persela Lamongan di ajang Djarum Indonesia Super League (ISL) yang akan digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu lusa, menjadi perhatian tersendiri buat Asisten Pelatih Persijap Anjar Jambore.

Ia adalah teman dekat Widodo C Putra, pelatih Persela saat ini. Karena itu, ia merasa perlu menyelami karakter kepelatihan Widodo dan lupakan pertemanan dan ”berseteru”, untuk kepentingan timnya.

’’Saya masih sering komunikasi dengan Mas Widodo. Ia sangat saya hormati, sebagai kawan secara pribadi maupun kepelatihannya,’’ kata Anjar ketika ditanya soal sejawatnya itu, setibanya di Jepara, kemarin.

Rombongan tim tiba di Jepara siang kemarin setelah menjalani pertandingan tandang di Makassar dan Wamena. Anjar yang kini menjadi asisten pelatih Junaidi bersama Laskar Kalinyamat menyatakan timnya langsung fokus untuk pertandingan menjamu Persela.

Itu akan menjadi pertandingan kandang terakhir buat Tim Kota Ukir di putaran pertama. Karena itu ia tak bisa melupakan masa lalunya dengan Widodo C Putra.

Keduanya pernah ada dalam satu tim di Persijap musim 2006, ketika sama-sama menjadi asisten Pelatih Rudy William Keeltjes. Kebersamaan selama satu musim penuh itulah yang tak bisa dilupakan Anjar. ’’Mas Widodo saya anggap sebagai kakak sendiri. Dia banyak memberi saya masukan, tentang ketegaran di sepak bola,’’ ujar dia.

Pertemuan terakhir keduanya terjadi pada 18 Januari lalu di Wamena, ketika Anjar yang dipercaya Junaidi mendampingi tim dan hendak perjalanan ke Makassar, berjumpa Widodo bersama Persela di Wamena yang akan bertanding dengan Persiwa.

Sering Berkomunikasi

Namun di luar perjumpaan langsung, Anjar mengaku sering berkomunikasi. ’’Kami saling tanya tentang sebuah pertandingan, karena tim kami selalu berpasangan dengan Persela dalam pertandingan tandang,’’ ujar Anjar.

Ia menilai Widodo yang menangani Laskar Jaka Tingkir pertengahan musim lalu menggantikan M Basri sebagai pelatih yang cukup sukses di (ISL).
Saat ini Persela bahkan masih konsisten di papan atas dengan menempati peringkat keempat, dengan nilai 24, sama dengan capaian Persiwa di posisi ketiga.

Namun demi pertandingan penting Persijap Minggu lusa, Anjar yang menjadi bagian di Persijap sejak 1992 menyatakan harus bersikap profesional.
’’Kami sedang berpikir bagaimana bisa menang menghadapi Persela.

Perkawanan itu di luar konteks strategi kami untuk pertandingan,’’ kata dia dengan menambahkan cukup tahu bagaimana karakter kepelatihan Widodo. (H15-28)

Wasit ISL Akan Dikontrak

> JAKARTA - Kabar gembira bagi wasit yang memimpin Indonesia Super League putaran kedua. Hal tersebut tercermin dari kebijakan PT Liga Indonesia yang akan mengeluarkan kebijakan wasit profesi terhitung awal februari mendatang.

Menurut CEO PT Liga Indonesia, Djoko Drijono, pihaknya memang ingin citra wasit sepakbola Indonesia yang memimpin pertandingan kompetisi ISL mendapat perhatian yang layak sesuai dengan resiko profesinya yang berpotensi terancam menyusul maraknya berbagai kericuhan dalam sepakbola termasuk penganiyaan terhadap sang pengadil baik dari pemain maupun penonton.

Kebijakan ini juga untuk meluruskan isu yang beredar di Kongres PSSI akhir pekan lalu yang juga sempat mencuatkan isu mafia wasit. “Kita tidak memungkiri kalau kualitas perwasitan kita masih jauh dari harapan. Tapi kami membantah kalau ada mafia wasit terutama yang mengatur pertandingan, karena kalau kami temukan bukti tersebut, karier wasit tersebut akan habis,” papar Djoko seusai menyampaikan evaluasi bulanan putaran pertama ISL di Jakarta.

Dikontrak
Dijelaskan Djoko, wasit profesi nantinya akan dikontrak selama satu tahun dan wasit tersebut nantinya akan mendapat honor yang memadai. Namun Djoko tidak merinci berapa honor yang akan diterima. “Yang pasti nilainya layaklah dengan tugas beratnya,” lanjutnya.

“Semua ini kami lakukan untuk meningkatkan kualitas perwasitan kita. Diharapkan dengan pimpinan wasit yang berkualitas nanti, kualitas pertandingan pun akan jauh lebih baik sekaligus mengurangi berbagai kericuhan dalam sepakbola terutama di arena pertandingan.

“Kalau kericuhan dalam suatu pertandingan terjadi di luar pertandingan, jelas itu bukan urusan kami lagi,” kilah Djoko.

Pada bagian lain Djoko menambahkan, pada putaran kedua nanti, wasit akan diberi wewenang penuh untuk menghentikan pertandingan dua tim yang akan bertanding, jika sang wasit menilai adanya potensi rasis yang diperlihatkan salah stau tim atau dari penonton.

“Kami tidak memungkiri kalau sebelum atau sedang bertanding sering kata-kata kasar bersifat rasisme keluar dari pemain, ofisial maupun penonton. Jika wasit tahu dan mendengar potensi rasisme tersebut, maka wasit punya wewenang untuk menghentikan pertandingan,” tandasnya.

Seperti putaran pertama ISL akan berakhir awal Februari mendatang dan putaran kedua akan berlangsung 9 Februari mendatang. “Secara keseluruhan, evaluasi kami di putaran pertama kompetisi sudah mulai membaik, meskipun masih ada beberapa kejadian yang terjadi di beberapa pertandingan.’’
’’Khusus menyangkut suatu kejadian yang harus diselesaikan Komisi disiplin PSSI, Liga Indonesia berharap penuntasan masalahnya dilakukan secepat mungkin agar tidak menganggu jalannya kompetisi,” tandas Djoko lagi. Kt.1-did

21 Januari 2010

Berharap Tambahan Angka Dua Laga Terakhir

JEPARA - Persijap Jepara berharap mendapat tambahan angka pada dua laga terakhir putaran pertama melawan Persela Lamongan dan Persija Jakarta Pusat di Kompetisi Sepak Bola Liga Super.
Wakil Sekretaris Tim Persijap Jepara, Nurjamil ketika dihubungi dari Semarang, Kamis, mengatakan, dengan tambahan angka dari dua laga terakhir ini, tim asuhan pelatih Junaidi bisa masuk papan tengah pada putaran pertama ini.

"Kalau lawan Persela Lamongan, kita harapkan bisa memenangkan pertandingan karena digelar di kandang sendiri (Jepara), tetapi kalau lawan Persija Jakarta Pusat juga berharap bisa mencuri angka atau seri karena main di kandang mereka," katanya.

Pada putaran pertama Liga Super ini, Evaldo Silva dan kawan-kawan masih menyisakan dua pertandingan lagi, yaitu menjamu Persela Lamongan, Minggu (24/1), di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara.

Kemudian terakhir melawan tuan rumah Persija Jakarta Pusat, Sabtu (30/1). "Saya belum tahu, mereka menggunakan stadion mana tetapi berdasarkan perkembangan terakhir mereka bisa menggunakan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta," katanya.

Menurut dia, sebenarnya pertandingan melawan Persija Jakarta Pusat itu digelar 3 November 2009 tetapi mereka tidak mendapat izin akhirnya Badan Liga Indonesia (BLI) mengeluarkan jadwal baru bahwa pertandingan Persija melawan Persijap digelar 30 Januari 2010.

Ia menambahkan, sebenarnya pada tiga pertandingan di kandang lawan beberapa waktu lalu berharap bisa membawa pulang nilai tetapi ternyata gagal karena kalah dari PSM Makassar (0-1), dari Persiwa Wamena (0-2), dan terakhir kalah dari Persipura Jayapura (0-1).

Dengan kekalahan tiga kali beruntun ini, menjadikan tim berjuluk Laskar Kalinyamat mendekati zona degradasi karena menempati peringkat ke-13 dari 18 tim dengan nilai 18. Zona degradasi adalah mereka yang masuk peringkat empat besar terbawah.

Ia menambahkan, usai putaran pertama ini, manajemen akan segera melakukan evaluasi terutama untuk pemain supaya pada putaran kedua mendatang bisa benar-benar lebih baik karena pada putaran berikutnya timnya justru lebih banyak main di kandang lawan.

Kalau pada putaran pertama ini, kata dia, timnya main di kandang sendiri sebanyak sembilan kali dan main di kandang lawan delapan kali tetapi pada putaran kedua mendatang dibalik, delapan kali main di kandang sendiri dan sembilan kali main di kandang lawan.

Pada Kamis (21/1) ini, tim Persijap baru tiba dari Jepara setelah menyelesaikan tiga pertandingan di kandang lawan di Makassar, Sulsel (melawan Persipura), Bone, Sulsel (melawan PSM Makassar), serta Wamena, Papua (melawan Persiwa).

Pada Jumat (22/1) mereka kembali menjalani latihan di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara untuk persiapan menjamu Persela Lamongan, Minggu (24/1). (h-antarajateng)

Persijap Dekati Zona Degradasi

MAKASSAR - Persijap Jepara memasuki jalan terjal pada putaran pertama kompetisi Superliga Indonesia musim ini. Sempat memimpin di puncak klasemen sementara pada pertengahan November lalu, kini tim Kota Ukir terjerembab ke papan bawah klasemen dan makin mendekati zona degradasi. Menempati peringkat ke-13, Persijap hanya berada tiga undakan di atas tim yang duduk di garis merah degradasi langsung. Itu menjadi posisi yang sangat rawan, karena makin membebani selama putaran kedua.

Kondisi mengkhawatirkan itu menghantam Laskar Kalinyamat setelah kemarin kalah 0-1 dari tuan rumah Persipura Jayapura pada pertandingan di Stadion Andi Matalatta Makassar.

Gol petaka bagi Persijap itu lahir menit ke-59 melalui sundulan Ricardo Salampessy yang memapaki umpan tendangan bebas Eduard Ivakdalam. Laga kontra Mutiara Hitam menjadi satu-satunya harapan Evaldo cs untuk bisa membawa pulang poin dalam serangkaian laga tandangnya setelah sebelumnya kalah 0-1 dari PSM Makassar dan menyerah 1-3 dari Persiwa Wamena.

‘’Kami bisa mencapai target minimal tidak kebobolan di babak pertama, dan memberi harapan bisa berbalik menyerang pada babak kedua. Tetapi gol itu tidak bisa kami balas hingga pertandingan berakhir,’’ kata asisten pelatih Persijap, Anjar Jambore Widodo, dalam keterangan persnya usai laga.

Banyak Peluang

Tim saling menyerang sepanjang babak pertama. Sebuah peluang dihasilkan Evaldo menit ke-34 melalui tendangan bebas, namun digagalkan kiper Jendri Pitoy. Bisa memainkan seluruh kekuatan terbaiknya membuat Persijap mampu mengimbangi permainan cepat tim tuan rumah yang juga turun full team.

Setelah kebobolan, Evaldo dan kawan-kawan menaikkan tekanan ke jantung pertahanan Persipura. ‘’Kami bisa mengurung mereka setengah lapangan setidaknya dalam 20 menit terakhir,’’ lanjut Anjar.

Peluang emas dua kali hinggap di kaki Pablo Frances, namun gagal dituntaskan. Pada menit 67, Pablo bahkan tinggal berhadapan dengan kiper lawan. Sayang, sepakannya masih melebar keluar gawang.

Sekitar 10 menit kemudian, dia yang ada dalam posisi tanpa kawalan menendang langsung bola ke arah gawang setelah menerima umpan dari sayap. Peluang lain dihasilkan Phaitoon Thiabma menit 80.

Persijap sudah kehilangan tujuh poin di kandang dan hanya mendapatkan satu poin saja dari tujuh partai tandangnya. Tujuh partai itu enam di antaranya kalah dan hanya sekali seri melawan PSPS Pekanbaru.

Harapan paling besar memperbaiki kondisi ada pada laga berikutnya saat menjamu Persela Lamongan, Minggu (24/1) dan bertandang ke Jakarta menghadapi Persija, 30 Januari. (H15-40)

19 Januari 2010

Junaidi Intip Kekuatan Persipura

JEPARA - Tidak hanya enam pemain berpengaruh di kubu Persijap yang tak dibawa ke Wamena saat duel melawan Persiwa dalam lanjutan Djarum Indonesia Super League, Minggu malam lalu.

Namun Pelatih Persijap Junaidi juga tidak ke Wamena ketika timnya tumbang 1-3 di Stadion Pendikan, markas Persiwa itu. Saat Evaldo cs berjibaku di Wamena, Junaidi memilih mengintip duel tuan rumah Persipura Jayapura kontra Persela Lamongan di Stadion Andi Matalatta, Makassar.

Junaidi hanya mengirim asistennya Anjar Jambore Widodo ke Wamena untuk mendampingi tim, bersama Wakil Sekretaris Tim Nurjamil. Selain pelatih kepala, enam pemainnya yang masih di Makassar dan absen melawan Persiwa juga turut menyaksikan laga Persipura itu di tribun utama Stadion Andi Matalatta. Mereka adalah Danang Wihatmoko, Sergio Junior, Ferly La'la, Donny Siregar, Nurul Huda, dan Pablo Frances. Dengan demikian 60 persen kekuatan Laskar Kalinyamat tak hadir saat jumpa Persiwa.

Pilihan Junaidi dengan melihat laga melawan Persipura itu menguatkan dugaan, ia sedang bekerja keras untuk bisa mengakhiri kemarau kemenangan di timnya. ”Kami tahu bagaimana Persipura bertanding melawan Persela. Kami mendapatkan beberapa hal yang harus menjadi bahan evaluasi tim kami,” kata Junaidi saat dihubungi, kemarin dari Makassar.

Tim Kota Ukir akan meladeni tuan rumah Persipura, Rabu (20/1) besok di Stadion Andi Matalatta. Persijap harus menang jika ingin bertahan di papan tengah dan menghindari garis bawah.

Hasil laga kontra Persipura besok selain amat bermakna buat Persijap, juga sangat spesial untuk Junaidi. Dalam rangkaian kepelatihan di tim sejak 2004, dia menjadi satu-satunya pelatih Laskar Kalinyamat yang belum bisa mengalahkan Persipura di semua pertandingan resmi sejak melatih musim 2008. Namun ia menjadi satu-satunya pelatih yang bisa membawa Laskar Kalinyamat mendapatkan poin melawan Persipura di kandangnya, Stadion Mandala Jayapura. Poin itu didapat awal musim 2008 di putaran pertama saat timnya menahan imbang tuan rumah dengan skor 1-1. Ketika itu Persijap unggul 1-0 berkat gol Pablo Frances menit ke-86, namun harapan kemenangan di depan mata itu rontok setelah penyerang Persipura Ernest Jeremiah menyamakan kedudukan saat injury time.

Namun di putaran kedua, 3 Mei 2009 di Jepara, Persijap justru menyerah 2-4 dari Persipura. Dengan demikian Junaidi belum pernah membawa Persijap menang atas Mutiara Hitam. Ini berbeda dengan catatan dua pelatih sebelumnya, yakni Rudy William Keeltjes (2005) yang membawa Persijap menekuk Persipura 2-0 di Jepara, walau akhirnya kalah 0-3 di Jayapura. Di era Pelatih Yudi Suryata (2007), Persijap juga menang 2-0 atas Persipura di Jepara, namun kalah di Jayapura.

”Persipura bermain biasa ketika menjamu Persela. Kami mungkin bisa mengimbanginya jika seperti itu. Tetapi situasi tetap bisa lain saat pertandingan nanti. Makanya kami ingin mematangkan strategi, memberi motivasi, dan berharap bisa mendapatkan poin,” kata Junaidi mengomentari laga Persipura yang mengalahkan Persela 2-0, Minggu lalu.

Wakil Sekretaris Tim Persijap Nurjamil mengatakan, rombongan timnya pagi kemarin menempuh perjalanan udara dari Wamena menuju Jayapura, untuk kemudian bergabung bersama Pelatih Junaidi di Makassar malam hari. ”Kami besok (pagi ini) sudah harus berlatih di lapangan Stadion Andi Matalatta,” kata Nurjamil. (H15,kar-28)

18 Januari 2010

Laga Spesial Buat Junaidi

CyberNews Tidak hanya enam pemain berpengaruh di kubu Persijap yang tak di bawa ke Wamena saat duel melawan Persiwa, Minggu (17/1) malam. Namun Pelatih Persijap Junaidi juga tidak ke Wamena ketika timnya tumbang 1-3 di Stadion Pendikan, markas Persiwa itu. Saat Evaldo cs berjibaku di Wamena, Junaidi memilih mengintip duel tuan rumah Persipura Jayapura kontra Persela Lamongan di Stadion Andi Matalatta, Makassar.

Junaidi hanya mengirim asistennya Anjar Jambore Widodo ke Wamena untuk mendampingi tim, bersama Wakil Sekretaris Tim Nurjamil. Selain Junaidi, enam pemainnya yang masih di Makassar dan absen melawan Persiwa juga turut menyaksikan laga Persipura itu di trubun utama Stadion Andi Matalatta. Mereka adalah Danang Wihatmoko, Sergio Junior, Ferly La'la, Donny Siregar, Nurul Huda, dan Pablo Frances. Dengan demikian 60 persen kekuatan Laskar Kalinyamat tak hadir saat jumpa Persiwa.

Pilihan Junaidi dengan melihat laga melawan Persipura itu menguatkan dugaan, ia sedang bekerja keras untuk bisa mengakhiri kemarau kemenangan di timnya. "Kami tahu bagaimana Persipura bertanding melawan Persela. Kami mendapatkan beberapa hal yang harus menjadi bahan evaluasi tim kami," kata Junaidi saat dihubungi, Senin (18/1), dari Makassar. Tim Kota Uki akan meladeni tuan rumah Persipura, Rabu (20/1), di Stadion Andi Matalatta. Persijap harus menang jika ingin bertahan di papan tengah dan menghindari garis bawah.

Hasil laga kontra Persipura besok selain amat bermakna buat Persijap, juga sangat spesial untuk Junaidi. Dalam rangkaian kepelatihan di tim sejak 2004, dia menjadi satu-satunya pelatih Laskar Kalinyamat yang belum bisa mengalahkan Persipura di semua pertandingan resmi sejak melatih musim 2008. Nsamun ia menjadi satu-satunya pelatih yang bisa membawa Laskar Kalinyamat mendapatkan poin melawan Persipura di kandangnya, Stadion Mandala Jayapura.

(Muhammadun Sanomae/gusti_an)

Keseriusan atau Hanya Proyek Perbaikan Citra?

Perang terhadap faktor nonteknis negatif tampaknya benar-benar dibulatkan PSSI.Mereka menunjuk komisi disiplin (komdis) sebagai ujung tombak menghapus praktik suap terhadap wasit.


KELUHAN beberapa klub atas kemungkinan suap terhadap wasit mungkin ada benarnya. Sekjen PSSI Nugraha Besoes mengakui peserta Kongres Tahunan PSSI di Bandung, 15-17 Januari, secara detail bercerita tentang adanya penyuapan dan mafia wasit di Divisi Utama. Namun, jerat sanksi belum bisa diterapkan lantaran tidak adanya barang bukti.

”Kami memutuskan akan melakukan pemberantasan kasus penyuapan. Keluhan adanya suap kerap terdengar,tapi selalu tidak terbukti. Untuk informasi terbaru,kami akan menunjuk komdis untuk melakukan pengecekan,” katanya kemarin. Suara penyuapan lantang terdengar dari babak 8 besar Divisi Utama 2008/2009. Mahar yang diberikan kabarnya mencapai Rp500 juta dan melibatkan pejabat Liga.Namun,PSSI atau komdis waktu itu tetap tenang dengan alasan tidak ada bukti cukup.Sikap tegas memang ditunjukkan saat isu suap terhadap Togar Manahan Nero yang waktu itu menjadi ketua komdis.

Mereka melakukan pengusutan plus vonis setelah ofisial Panajam Medan Jaya mengaku pernah memberikan uang Rp100 juta kepada Togar. Nugraha menambahkan, sanksi berat sudah disiapkan bagi pelaku dan penerima suap.Sebab,praktik tersebut memberikan dampak buruk, terutama bagi timnas. Pemain jadi malas lantaran hasil pertandingan di liga sudah diketahui. ”Kami tidak akan pandang siapa menyuruh dan menerima, entah itu pengurus PSSI atau klub.Kalau terbukti, akan langsung ditindak. Saat ini timnas menjadi rusak juga karena perilaku tersebut.

Pemain tidak lagi bermain murni karena hasilnya sudah sesuai prediksi,” lanjutnya. Selain menyelamatkan masa depan timnas, adakah tujuan lain dari PSSI? Sebab,mereka giat melakukan pembenahan pencitraan akhir-akhir ini.Mereka mengambil sumpah wasit dan klub jelang kickoff kompetisi. Inti dari sumpah itu adalah perang terhadap praktik penyuapan. Mungkinkah pengurus PSSI ingin meluruskan opini miring yang selama ini terbentuk sebelum pemilihan ketua umum (ketum) baru pada 2011? Sebab,isyarat memperpanjang kekuasaannya sudah ditunjukkan ketum. ”Kami hanya berharap pemain bisa menjadi maksimal kalau masalah nonteknis hilang.

Sejak awal kami memang sudah berencana ingin menghapus potensi penyuapan atau tindakan tidak fairlainnya,”tandasnya. Perlu ditunggu aksi PSSI, terutama komdis,dalam mengungkap setiap dugaan kasus penyuapan yang menyeruak. Anggota Exco PSSI Mafirion menyatakan, komdis memiliki waktu paling lama dua pekan untuk mengumpulkan informasi atas dugaan suap yang dilontarkan saat Kongres tersebut.

”Kronologi suap sudah detail,sekarang tinggal dicek saja. Kalau sudah, kami juga akan meminta komdis segera mengambil tindakan,” pungkasnya. (wahyu argia-koransindo)

Persijap Akan "Matikan" Gelandang Persipura

JEPARAPelatih Persijap Jepara, Junaidi, menginstruksikan kepada pemainnya untuk mematikan pergerakan pemain gelandang Persipura Jayapura saat keduanya bertemu pada laga lanjutan Liga Super di Stadion Andi Mattalata, Makassar, Sulsel, Rabu (20/1).
"Kalau kita dapat mematikan pergerakan pemain gelandang mereka, tentunya suplai bola kepada pemain depan berkurang dan ini tentunya akan menekan mereka untuk mencetak gol ke gawang kita," kata Junaidi ketika dihubungi dari Semarang, Senin.

Ia menyebutkan, pemain gelandang yang cukup berbahaya seperti Edward Ivakdalam, Ortizan Salossa, dan Paulo Rumere. "Kalau pergerakan mereka terhalang tentunya umpan bola kepada Boas Solossa dan Alberto Goncalves akan berkurang," katanya.

Ia mengakui, Persipura sekarang ini berbeda dengan musim kompetisi sebelumnya karena mereka kehilangan beberapa pemain seperti Jeremiah, tetapi mereka masih memiliki beberapa pemain kunci yang menjadi tulang punggung tim berjuluk Mutiara Hitam ini.

Ia menyebutkan, di sana masih ada Boas, kemudian 'jenderal lapangan' Edward Ivakdalam, dan Alberto Goncalves. "Kita harus memberikan perhatian kepada ketiga pemain tersebut karena kalau sampai mereka bebas bergerak tentunya akan membahayakan lini belakang timnya," katanya.

Ia menambahkan, saat melawan Persipra Jayapura, timnya berharap bisa mencuri angka dari mereka. "Kita akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa mendapatkan angka dari mereka," kata pelatih yang sukses mengantarkan Persijap masuk babak empat besar Copa Indonesia 2009.

Menurut mantan Asisten Pelatih Persiba Balikpapan, timnya bisa tampil dengan kekuatan penuh karena pada saat melawan tuan rumah Persiwa Wamena, Minggu (17/1), tidak semua pemain dibawa ke Wamena tetapi ada sebagian yang ditinggal di Makassar.

Pemain yang ditinggal di Makassar yaitu Danang Wihatmoko (kiper) dan Sergio Junior (gelandang) karena memang akumulasi kartu kuning, kemudian "striker" Pablo Francis, bek sayap kanan Nurul Huda, pemain gelandang Doni Siregar, dan pemain belakang Ferly La'ala.

"Mudah-mudahan dengan tambahan tenaga yang masih segar bugar ini diharapkan bisa menambah kekuatan timnya saat menghadapi tim asuhan pelatih Jackseon F Tiago," katanya menegaskan.

Evaldo Silva dan kawan-kawan baru saja menderita kekalahan dari Persiwa Wamena, 1-3, sedangkan Persipura Jayapura berhasil memetik angka penuh setelah mengalahkan Persela Lamongan, 2-0, pada hari yang sama atau MInggu (17/1).

Sampai kini tim Laskar Kalinyamat berada pada urutan ke-11 klasemen sementara Liga Super dengan nilai 18, yaitu dari 14 kali main, lima kali menang, tiga kali seri, dan enam kali kalah.

Sebaliknya Persipura Jayapura berada satu tingkat di atas Persijap yaitu urutan ke-10 dengan nilai 19, yaitu dari 14 kali main, empat kali menang, enam kali seri, dan empat kali kalah. (h-antarajateng)

Persijap Tumbang di Wamena

WAMENA - Persijap Jepara harus kerja keras untuk bertahan di papan tengah. Itu terjadi setelah tadi malam Laskar Kalinyamat kalah 1-3 dari tuan rumah Persiwa Wamena di Stadion Pendidikan dalam laga Djarum Indonesia Super League (ISL). Posisi Tim Kota Ukir di klasemen sementara pun terus menurun.

Tiga gol Persiwa dicetak Eddie Boakay Foday menit ke-22, Alberto Mamgbrasar (71), serta Erick Weeks Lewis (78). Persijap memperkecil kekalahan lewat tendangan bebas kapten tim Evaldo Silva saat injury time. Pihak Persijap menilai gol pertama tuan rumah kontroversial, namun dua gol lainnya dinilai bagus.

’’Bola sudah dalam penguasaan kiper, namun badan kiper tergencet lawan hingga jatuh dan bola lepas lalu ditendang dan gol. Penilaian kami mestinya sudah ada pelanggaran sebelum lahirnya gol,’’ kata Wakil Sekretaris Tim Persijap Nurjamil menilai gol pertama lawan yang memecah konsetrasi timnya.

Kerja Keras

Namun gol kedua dan ketiga Persiwa dinilai tidak bermasalah. ’’Alberto dan Erick mencetak gol dengan baik,’’ kata dia.

Hasil itu memberi kekalahan keenam buat Persijap dari 14 laga musim ini. Namun manajemen tim memuji kerja keras para pemain timnya. Walau tidak diperkuat separo pemain kuncinya, namun Evaldo dan kawan-kawan mampu mengembangkan permainan dan tampil relatif baik.

’’Kami juag bermain bersih. Tak satu pun pemain kami mendapatkan kartu,’’ lanjur Nurjamil. Dengan demikian, seluruh pemain terbaik Persijap akan bisa tampil saat menghadapi tuan rumah Persipura Jayapura di Stadion Andi Matalatta, Rabu (20/1) lusa.

Saat di Wamena, enam pemain pilar Persijap tak dibawa dan ditinggal di Makassar untuk mepersiapkan laga melawan Persipura. Mereka adalah Pablo Frances, Danang Wihatmoko, Sergio Junior, Ferly La’la, Donny Siregar, dan Nurul Huda.

Manajemen tim hanya membawa 15 pemain ke Wamena, dan menurunkan sejumlah pemain yang sebelumnya langganan sebagai pemain cadangan.
Persijap pun makin rawan turun ke zona bawah klasemen sementara, karena sudah disalip beberapa tim yang dua pekan lalu di bawahnya, yakni Persebaya Surabaya, Persiwa, Persik Kediri, dan juga Sriwijaya FC.

Jika sampai anak-anak Jepara gagal meraih poin di laga terdekat melawan Persipura, maka Persijap makin dekat dengan papan bawah.
Nurjamil mengatakan, pagi ini rombongan tim akan kembali ke Makassar. (H15-28)

14 Januari 2010

Cuaca Ganggu Program Latihan

JEPARA - Meski merasa enjoy berlatih di Karebosi, bukan berarti Evaldo dkk tidak menghadapi kendala. Ini seperti yang mereka alami kemarin pagi. Saat hendak meluncur ke lapangan milik salah satu klub amatir di Makassar itu, tiba-tiba terjadi hujan deras disertai angin kencang dan petir. Tak pelak mereka langsung mengurungkan latihan, sembari menunggu cuaca reda.

"Meski hujan sudah mereda, kami tetap tidak bisa ke Karebosi. Sebagai gantinya kami latihan ringan di sekitar hotel," jelas Asisten Pelatih Persijap Anjar Jambore Widodo, kemarin.

Setelah itu, para pemain diistirahatkan. Meski terlihat menjemukan, tapi istirahat teratur sangat penting bagi para pemain. Apalagi tugas dan tanggung jawab mereka di lapangan sangat berat. Terutama menghadapi dua tim Papua, Persiwa Wamena (17/1) dan Persipura Jayapura (20/1).

"Sore harinya cuaca baik. Pemain kembali kami ajak berlatih di Lapangan Karebosi," tambahnya. Dalam latihan kali ini, bukan program fisik lagi yang menjadi target tim pelatih. Junaidi bersama asistennya lebih memilih mempersiapkan taktik tim. Pertahanan Laskar Kalinyamat lebih diperkuat. Sementara serangan kemungkinan akan dilakukan secara sporadis, lewat counter attack.

Dengan bermain secara defensif, diharapkan target memboyong minimal satu angka dari Persiwa dan Persipura dapat terpenuhi.

"Di samping itu, secara khusus kami juga memberikan materi penyelesaian akhir kepada Noor Hadi, Pablo Frances, dan Johan Juansyah," kata Anjar.

Ketiga pemain ini akan menjadi ujung tombak Laskar Kalinyamat. Pablo dipastikan tetap menjadi starter. Sedang pendampingnya bisa Noor Hadi atau Johan Juansyah. Tinggal melihat siapa pemain yang lebih siap. (grs/aji)

Laga Tandang, Persijap Tanpa Empat Pilar

JEPARA - Persijap Jepara tidak akan diperkuat empat pemain pilarnya ketika menghadapi tuan rumah Persiwa Wamena dalam laga Djarum Indonesia Super League (ISL), akhir pekan ini. Berdasarkan pemantapan tim yang berangkat hingga sore kemarin, dua pemain sayap Nurul Huda dan Isdiantono kemungkinan besar tak dibawa ke Wamena. Tim berangkat dari Makassar ke Wamena, Jumat (15/1) ini.

Sebelumnya dua pemain yang sudah pasti tak dibawa adalah Danang Wihatmoko dan Sergio Junior karena akumulasi kartu kuning. Dengan begitu Persijap tampaknya bakal diperkuat sejumlah pemain pelapis. Jika Nurul Huda absen, maka sudah pasti posisi sayap kanan akan dihuni Yogi Alfian atau menggeser Catur Rintang dari belakang ke sayap kanan. Sedangkan di sektor kiri, peran Isdiantono bisa diisi Danan Puspito. Sayap kiri juga bisa diperankan Johan Juansyah. Selain bisa tampil sebagai striker, Johan juga bisa berposisi di sayap kiri. Di timnas U-23 2010, dalam sejumlah laga uji coba ia tampil sebagai winger kiri.

Asisten Pelatih Persijap Anjar Jambore Widodo mengatakan tim pelatih hanya membawa skuad yang enar-benar siap secara fisik. ''Kami membawa pemain yang ebnar-benar kondisi fisiknya bagus ke Wamena. Catur Rintang, Yogi Alfian, Danan Puspito, Johan dan termasuk Noorhadi sudah kami evaluasi dan mereka benar-benar siap tampil di Wamena,'' kata Anjar.

Pelatih Persijap Junaidi, memberi kepercayaan penuh kepada para pemain-pemain muda itu untuk tampil. Ia menepis anggapan bahwa timnya mengambil risiko besar dengan menempatkan para pemain pelapis tersebut menghadapi tim seperti Persiwa. "Semuanya sudah kami perhitungkan dengan matang. Bermain di Stadion Pendidikan tak hanya membutuhkan teknik yang bagus, tetapi juga kondisi fisik yang bagus pula," lanjut Anjar.

(Muhammadun Sanomae/gusti_an)

13 Januari 2010

Profil Pelatih Persijap; Junaidi

Junaidi, Pelatih yang Bertahan di Tengah Kesederhanaan Persijap

Jauh dari Keluarga, Suka Bergaul dengan Pemain




Menjadi pelatih di tim kecil memang tidak mudah. Tapi, Junaidi mampu bertahan bersama Persijap Jepara selama dua musim. Apa rahasianya?

SIDIK MAULANA TUALEKA, Jepara

---

RUMAH petak di Jalan Mangunsarkoro 12 A, Jepara, tersebut tidak besar. Ukurannya hanya sekitar 8 x 8 meter. Tidak hanya itu, saking sempitnya, rumah tersebut nyaris tak berhalaman. Itu memaksa penghuninya memanfaatkan teras rumah dengan lebar 1 meter sebagai pekarangan bunga.

Kecil memang. Tapi, kondisi tersebut harus diterima Junaidi, pelatih yang saat ini menangani Persijap Jepara. Tim penuh dengan kesederhanaan yang saat ini berlaga di Indonesia Super League. Disebut sederhana karena untuk mengarungi satu musim kompetisi, tim itu hanya menerima dana dari APBD sebanyak Rp 5 miliar.

"Ini adalah risiko dari tugas. Sebab, tidak hanya tentara yang mengalami hal ini di medan perang, tapi juga pelatih sepak bola," ujar Junaidi.

Malah, untuk membayar gaji pemain saja, para pengurus Persijap yang rata-rata dari birokrat Jepara itu terpaksa mengikat perut demi menyelamatkan tim. Tiap bulan mereka terpaksa mengambil dana talangan Rp 400 juta dari bank untuk menutupi kebutuhan tim.

Jadi, secara otomatis Junaidi juga harus rela hidup dalam kondisi serbasederhana. Sebab, sejak dari awal, seluruh komponen Persijap, yakni pelatih, asisten pelatih, maupun pemain, telah dimintai komitmennya agar kesejahteraan tidak dijadikan sebagai masalah.

"Semua itu tetap saya terima. Toh, besar dan kecil penghasilan itu tergantung dari seberapa besar pengeluaran kita," tutur ayah Juana Marselita, M. Reza Pahlevi, dan M. Al Rizky Ananda tersebut.



Selain bergulat dengan kesederhanaan itu, Junaidi harus rela hidup dalam kesendirian. Sebab, selama mengemban tugas sebagai pelatih Persijap, Junaidi tinggal sendirian di Jepara. Istri dan ketiga anaknya tinggal di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Alhamdulillah, komunikasi kami lancar. Sehingga, meskipun jauh secara jarak, saya masih bisa memantau kondisi dan pergaulan anak-anak dengan maksimal," terangnya.

Bagi Junaidi, melatih tim kecil dengan modal pas-pasan mempunyai tantangan tersendiri. Selain mengatur strategi permainan, tugas Junaidi ialah menjadi motivator tim.

Sebab, kondisi Laskar Kalinyamat -julukan Persijap- yang penuh dengan kesederhanaan membuat pemainnya sangat mudah kehilangan semangat berlatih. Belum lagi godaan dari luar -yang mengajak pemainnya bergabung bersama tim lain yang lebih menjanjikan kesejahteraan hidup- kerap kali berdatangan.

"Awalnya memang demikian. Kami harus menjalani semua ini atas dasar cinta pada sepak bola. Bukan untuk mencari keuntungan pribadi semata," ujar mantan asisten pelatih Persiba Balikpapan itu.

Jangankan pemain, dirinya pun sempat tergoda. Dengan alasan ingin memperbaiki kesejahteraan keluarga, Junaidi sempat kepincut untuk melamar sebagai pelatih di Persebaya Surabaya. "Tapi, saya terpaksa urungkan niat untuk ke sana setelah mendengar Danurwindo telah merapat lebih dulu," jelas pelatih yang mengantongi sertifikat pelatih lisensi A pada 2000 itu.

Nah, untuk mencegah adanya kejenuhan tersebut, Junaidi mempunyai trik khusus, yakni bergaul bersama pemain. Sebab, dengan begitu, dia mampu mengetahui kondisi mental pemain secara langsung.

"Pelatih itu bukan hanya di lapangan. Tapi juga harus mampu memahami kondisi pemain saat di luar lapangan," tegas suami Pedianarty tersebut.

Menurut dia, membangun komunikasi dengan pemain sangat membantu untuk membangun kerja sama tim di lapangan nanti. Sebab, lanjut dia, banyak pelatih yang instruksinya tidak diterapkan dengan baik oleh pemain akibat minimnya komunikasi saat di luar lapangan. "Kejenuhan itu pasti akan ada dan kami tidak bisa menafikannya. Tapi, kami punya cara untuk meminimalkan itu," ungkap Junaidi. (diq-jawapos)

Image : Isdi3

Saatnya Rotasi Pemain

MAKASSAR - Persijap (Jepara) tetap optimistis bisa memberi kejutan bagi tuan rumah Persiwa (Wamena), meskipun dipastikan tidak akan turun full team. Persijap tetap berharap, bisa meraih hasil bagus saat bertanding di Stadion Pendidikan, Wamena, Minggu (17/1) mendatang.

Asisten Pelatih Persijap, Anjar JW menyatakan, menghadapi Persiwa, kemungkinan besar akan ada rotasi pemain. Mereka yang berada dalam kondisi lebih segar akan dimainkan. Terutama di barisan pertahanan, tidak menutup kemungkinan akan terjadi perubahan pada starting eleven yang akan diturunkan.

’’Catur Rintang kemungkinan akan dimainkan sebagai starter. Untuk pemain belakang, kami kira tidak ada perbedaan kualitas dalam permainan. Semua pemain belakang kami memiliki kemampuan yang merata. Ini sangat memungkinkan untuk melakukan rotasi pemain,’’ ujar Anjar JW, Selasa (12/1) petang di Makassar.

Menghadapi Persiwa, Anjar juga menyatakan, timnya mendapatkan tantangan berat dalam persiapannya di Makassar. Kota Makassar yang terus-menerus diguyur hujan membuat Evaldo dkk tidak bisa berlatih secara maksimal.

’’Daripada pemain mengalami masalah karena sering kehujanan, maka tim pelatih tetap berusaha melakukan penyesuaian dalam latihan. Jika memang tidak memungkinkan, latihan kami lakukan dengan cara yang berbeda,’’ tambah Anjar lagi.

Sampai Selasa (12/1), para pemain Persijap masih menggunakan lapangan Karebosi di Makassar sebagai tempat latihan. Persiapan mereka yang harus dilakukan di Makassar diakui membuat manajeman tim Persijap harus merogoh kocek lebih dalam lagi. Sebab selain harus membiayai hotel, mereka juga harus menyewa lapangan untuk berlatih para pemain.

Wakil Sekretaris Persijap, Nurjamil menyatakan, situasi yang terjadi memang menimbulkan konsekuensi bagi timnya. Namun demikian, masalah itu sejauh ini masih bisa diatasi. dis-did-wws)

Lawan Persiwa Turunkan Lapis Kedua??

Persijap Jepara akan menurunkan pemain lapis kedua saat menghadapi tuan rumah Persiwa pada pertandingan lanjutan Kompetisi Sepak Bola Liga Super di Stadion Pendidikan, Wamena, Papua, Minggu (17/1), karena peluang untuk mendapatkan nilai sangat berat.

Pelatih Persijap Jepara, Junaidi, ketika dihubungi dari Semarang, Selasa, mengatakan, selama kompetisi sepak bola ini, tim-tim tamu akan sulit mendapatkan angka ketika main di Wamena sehingga pilihan utama Persijap adalah menurunkan pemain lapis kedua melawan mereka.

"Untuk seri saja sulit, apalagi menang. Tetapi saya tetap berharap timnya bisa mendapat nilai ketika melawan Persiwa, meskipun berat," katanya.

Junaidi yang sukses mengantarkan Persijap masuk babak empat besar Copa Indonesia 2009 itu mengatakan, memang tidak semua pemain yang diturunkan adalah lapis kedua tetapi empat atau lima pemain adalah lapis kedua.

Pemain inti, katanya, disimpan untuk turun di Makassar saat menghadapi Persipura Jayapura, Rabu (20/1).

"Siapa tahu mereka yang jarang kita turunkan bisa bermain bagus dan menghasilkan prestasi yang baik pula," kata Junaidi yang juga mantan Asisten Pelatih Persiba Balikpapan itu.

Usai melawan tuan rumah PSM Makassar di Bone, Sulsesl, Minggu (10/1), tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu tidak kembali ke Jepara tetapi menunggu di Makassar untuk menghadapi pertandingan melawan Persiwa Wamena.

Apalagi, katanya, pertandingan melawan Persipura Jayapura tidak dimainkan di Stadion Mandala Jayapura tetapi di Stadion Mattoangin, Makassar, Sulawesi Selatan.

"Pada saat bertanding ke Wamena, kami hanya membawa 15 pemain sedangkan yang lainnya disimpan di Makassar untuk persiapan melawan Persipura," katanya.

Apalagi, katanya, kiper utama Persijap, Danang Wihatmoko, dan gelandang bertahan, Sergio Junior, tidak bisa dimainkan karena akumulasi kartu kuning.

"Mereka bisa dimainkan saat melawan Persipura," katanya.

Ia mengharapkan, saat dua laga tandang itu, timnya bisa membawa pulang nilai.

"Kalau melawan Persiwa Wamena memang berat karena kami main di sana sehingga satu-satunya peluang adalah saat melawan Persipura Jayapura karena main di tempat yang netral," katanya.

Persijap hingga kini menempati urutan tujuh klasemen sementara Liga Super dengan nilai 18 yaitu dari 13 kali main, lima kali menang, tiga kali seri, dan lima kali kalah.

Persiwa di urutan delapan dengan nilai 17 tetapi dari 11 kali main, lima kali menang, dua kali seri, dan empat kali kalah.

Persipura Jayapura justru di urutan 11 dengan nilai 15, yaitu 12 kali main, tiga kali menang, enam kali seri, dan tiga kali kalah. (h-antarajateng)

Cuaca Tak Menentu, Latihan Sekali Sehari

JEPARA - Para pemain Persijap Jepara yang sementara in bermarkas di lapangan Karebosi Makassar, mewaspadai ancaman virus influenza. Selama lima hari terakhir, tiada hari tanpa hujan di tempat itu. Dalam dua kali latihan di lapangan Karebosi, Evaldo dkk juga diguyur hujan deras.

’’Kami berlatih sehari sekali di lapangan Karebosi dan selama ini selalu hujan. Kami menunggu beberapa hari di sini sebelum ke Wamena. Itu yang kami khawatirkan, soal kemungkinan sakit flu. Apalagi di Wamena cuaca lebih dingin,’’ kata striker Persijap, Noorhadi, kemarin.

Selain berlatih di lapangan Karebosi, para pemain juga sehari sekali latihan di halaman hotel tempat mereka menginap. Noorhadi yang akan menjadi pemain depan Persijap saat dijamu Persiwa, 17 Januari , menyatakan tim hanya bisa menjaga kebugaran sembari merancang strategi di Karebosi.

Hanya 18 Pemain

Noorhadi mencetak gol tunggal di Stadion Pendidikan musim 2007 saat menahan imbang tuan rumah 1-1. Dia mengaku bugar. ’’Kami lihat rekan-rekan juga bugar. Kami harus pandai menjaga kondisi saat cuaca seperti ini, apalagi nanti bermain di daerah dengan suhu sangat dingin,’’ katanya.

Asisten pelatih Persijap Anjar Jambore Widodo juga mengatakan kekhawatiran serupa. ’’Kami hanya membawa 18 pemain. Itu pun yang dua tidak bisa tampil. Jadi kami meminta agar semuanya menjaga kondisi,’’ kata Anjar.

Dua pemain yang absen adalah Danang Wihatmoko dan Sergio Junior. Anjar menilai Persiwa sangat berambisi untuk memenangi laga untuk mendongkrak posisinya yang masih di papan tengah. Setelah dilibas tuan rumah Bontang FC 6-1, Persiwa kemarin mencuri satu poin dengan menahan imbang tuan rumah Persisam Samarinda 2-2. (H15-40)

12 Januari 2010

Cuaca bisa sulitkan Persijap

MAKASSAR - Pelatih Persijap (Jepara), Djunaidi mengakui masalah cuaca di Wamena bisa menjadi persoalan tersendiri bagi para pemainnya yang akan menghadapi Persiwa, Minggu (17/1) dalam lanjutan laga Indonesia Super League.

Menurut dia, berada di Stadion Pendidikan, di kota Wamena yang berada di ketinggian gunung, dipastikan memerlukan penyesuaian para pemainya. Suhu yang dingin, dipastikan akan menjadi lawan tambahan bagi Evaldo Silva dkk.

‘’Soal cuaca memang menjadi tantangan tersendiri bagi kami jika main di Wamena. Beberapa kali bermain di Wamena, suhu udara yang dingin seringkali memberi tambahan persoalan menjelang pertandingan,’’ ujar Djunaidi, dari Makassar, Senin (11/1).

Karena itu, Djunaidi berharap kondisi fisik para pemainnya bisa benar-benar fit saat berada di Wamena. Sebab tidak jarang, karena kondisi fisik yang tidak fit, karena dingin sekali influensa bisa datang menghampiri pemain. Intinya, semua aspek harus benar-benar diperhatikan saat berada di Wamena. Mulai waktu istirahat, pengaturan latihan dan menu makanan yang harus dikonsumsi harus benar-benar tepat.

Para pemain Persijap sendiri baru akan bertolak pada Jumat (15/1) mendatang. Rencananya Djunaidi hanya akan membawa 15 orang pemain untuk pertandingan menghadapi Persiwa. Siapa yang akan berangkat, pihaknya masih belum menentukan. Di Makassar, para pemain Persijap masih akan dilihat bagaimana kondisinya.

‘’Bagi kami, masalah cuaca tetap menjadi salah satu perhatian. Cuaca dingin disana bisa saja menyulitkan kami. Tapi dalam beberapa kali pertandingan kami sudah memiliki beberapa cara untuk mengatasinya,’’ ujar Djunaidi optimistis.

Pada pertandingan Persijap di musim sebelumnya, para pemain Persijap mendapatkan perlakuan khusus saat bermain di kandang Persiwa. Kalau biasanya mereka mengkonsumsi air mineral dingin untuk melepas dahaga, maka saat bermain di Wamena mereka justru menggunakan air hangat. Minuman jahe hangat menjadi menu saat turun minum. Dengan cara demikian, para pemain tetap mendapatkan suhu tubuhnya. (dis-jie-wws)

Johan Angga Disiapkan Melapis Syahbani

JEPARA - Kiper muda Persijap, Johan Angga Kesuma, diminta menyusul ke Makassar untuk bersama-sama rombongan tim berangkat ke Wamena, 15 Januari. Dia harus bersiap menghadapi tuan rumah Persiwa pada lanjutan pertandingan Djarum Indonesia Super League, akhir pekan ini.

Johan akan melapis kiper Muhammad Syahbani yang menjadi starter.
Keputusan tersebut diambil setelah kiper andalan Laskar Kalinyamat, Danang Wihatmoko, absen akibat akumulasi kartu kuning.

”Johan segera bergabung dengan kami. Kami tidak bisa mengambil risiko dengan hanya membawa Syahbani ke Wamena,” kata asisten pelatih Persijap, Anjar Jambore Widodo, kemarin.

Menghadapi tim Badai Pegunungan Tengah yang selalu menang dalam seluruh laga kandangnya itu, Persijap tetap berharap bisa mendapatkan keberuntungan.

Penampilan Syahbani di bawah mistar menjadi sorotan utama karena dia akan menjadi benteng pertahanan terakhir dari ancaman Persiwa. Syahbani sudah tampil dua kali di kompetisi musim ini. Dia lebih banyak menjadi cadangan Danang.

Sedangkan Johan Angga belum pernah tampil di liga. Namun dia selalu tampil di tiga pertandingan kompetisi Persijap U-21 musim ini, masing-masing saat menang 1-0 atas Arema dan Persema Malang, serta saat main imbang 1-1 melawan Persela Lamongan.

Selain Danang, pemain yang sudah pasti absen di Wamena dalah Sergio Junior, juga karena akumulasi kartu.

Efisiensi Tenaga

Anjar menambahkan, besar kemungkinan ada pemain pilar lagi yang tak dibawa ke Wamena dengan alasan efisiensi tenaga.
Sebab empat hari setelah pertandingan di Wamena, Evaldo dan kawan-kawan akan dijamu Persipura Jayapura di Stadion Andi Matalatta Makassar.

Namun Anjar belum membeberkan nama-nama pemain yang akan tetap di Makassar. Mereka masih di ibukota Sulawesi Selatan itu setelah Minggu lalu bertanding melawan tuan rumah PSM Makassar di Lapatau, Bone. Tim tidak pulang ke Jepara, sebagian besar langsung ke Wamena 15 Januari mendatang.

Anjar menyatakan, anak-anak muda yang memiliki stamina bagus seperti Catur Rintang akan diberi kesempatan untuk tampil. Bek kelahiran Jepara itu dinilai menjadi senjata Persijap di lini belakang ketika ada rotasi pemain.

Selain itu, peran di lini tengah juga dipercayakan kepada Ahmad Taufik menggantikan Junior. Taufik memiliki stamina relatif bagus dan tendangan-tendangan jarak jauh yang spesial.

Danang Wihatmoko saat dihubungi kemarin menyatakan, dia bersama rekan-rekannya yang tetap menunggu di Makassar akan berlatih di lapangan Karebosi.

”Kami tetap berlatih seperti biasa mulai sore tadi hingga jelang laga melawan Persipura,” katanya. (H15-40-SM)

11 Januari 2010

Kalah di Bone, Pincang di Wamena

JEPARA - Mendominasi permainan, Persijap Jepara akhirnya kalah 0-1 dari tuan tuan rumah PSM Makassar dalam laga Djarum Indonesia Super League (ISL) usiran tanpa penonton di Stadion La Patau, Bone, Sulsel, kemarin.

Tendangan pemain PSM Divas Tarkas menit ke-67 coba dihalau Ahmad Mahrus Bahtiar namun bola justru masuk ke gawang Persijap yang dijaga Danang Wihatmoko.

Sebelum menendang bola di sisi kiri pertahanan Persijap, Divas Tarkas melewati Evaldo yang jatuh di kotak penalti saat duel. Itu menjadi kekalahan kelima bagi Persijap yang kini ada di peringkat ketujuh klasemen sementara.
Namun hasil kemarin jelas membuka ruang bagi enam tim di bawahnya untuk menggusur, termasuk Persiwa Wamena di posisi kedelapan yang akan dihadapi Persijap pada 17 Januari di Stadion Pendidikan. Itu karena enam tim di bawahnya itu hanya terpaut satu sampai tiga poin saja.

’’Kami mendominasi permainan, tetapi beberapa peluang emas kami masih belum bisa menjadi gol,’’ kata Anjar. Dua peluang yang masih belum berpihak ke Tim Kota Ukir itu, kata Anjar adalah dua tendangan bebas Evaldo yang membentur tiang gawang. ’’Kami benar-benar bisa bermain relatif bagus hari ini, tetapi belum beruntung,’’ ujarnya. Persijap menurunkan skuad terbaiknya pada laga tersebut.

Danang-Junior

Dua pemain Persijap menerima kartu kuning, masih-masing kiper Danang Wihatmoko dan Sergio Junior. Dengan demikian dua pemain pilar tersebut bakal absen saat melawan tuan rumah Persiwa, karena di laga sebelumnya mereka sudah menerima satu kartu.

Wakil Sekretaris Tim Persijap Nurjamil mengatakan Danang dan Junior dipastikan tak akan mengikuti rombongan tim ke Wamena pada 15 Januari. Karena sudah pasti absen, mereka akan kami tinggal di Makassar,’’ kata Nurjamil, satu-satunya anggota manajemen yang menunggui laga di Bone tersebut.

Keduanya ditinggal di Makassar untuk mempersiapkan laga melawan tuan rumah Persipura Jayapura di Stadion Andi Matalatta yang akan digelar tiga hari setelah pertandingan di Wamena. Belum ada keputusan dari tim pelatih siapa yang bakal mengganti dua pemain tersebut untuk pertandingan di Wamena.

Namun Nurjamil menyatakan, untuk penjaga gawang pihaknya sudah membawa Muhammad Syahbani. Sedangkan di posisi gelandang untuk mengisi ruang yang ditinggalkan Sergio Junior, manajemen telah membawa Bona Sumanjuntak dan Ahmad Taufik. (H15-28-SM)

10 Januari 2010

Hanafing Puas, Djunaidi Lemas

SULSEL - PSM Makassar meraih angka sempurna setelah mempecundangi tamunya Persijap Jepara pada laga usiran tanpa penonton di Stadion Lapatau Watampone, Kabupaten Bone, sekitar 175 kilometer dari Makassar, Minggu sore.

Gol penentu kemenangan PSM melalui Diva Tarkas pada menit ke-67 setelah menerima umpan dari Syamsul Haeruddin.

Kedua tim menampilkan permainan menarik, sehingga memperoleh beberapa peluang untuk menciptakan gol, namun permainan cepat yang diperagakan kedua tim tak mampu menghasilkan gol di babak pertama.

PSM yang sejak awal melakukan tekanan ke lini pertahahan Persijap, baru mampu membuahkan hasil pada menit 67, setelah Diva menjebol gawang Persijap yang dijaga kiper Wihatmoko.

Wasit Jhoni Parera dari Bali mengeluarkan dua kartu kuning masing-masing kepada pemain PSM Adnan Buyung dan pemain Persijap, Dadang.

Pelatih PSM Hanafing menyatakan, puas atas hasil yang diraih timnya dalam laga usiran tanpa penonton tersebut.

"Ini adalah hasil kerja keras tim yang tampil maksimal untuk meraih poin penuh, kendati dalam kondisi menerima sanksi bermain tanpa penonton di luar stadion Andi Mattalatta, Makassar," ujar Hanafing usai pertandingan.

Sementara pelatih Persijap Junaedi mengatakan, penampilan anak asuhannya cukup baik, kedua tim tampil ngotot dan memiliki peluang mencetak gol, namun keberuntungan pada tim PSM.

"Pemain dalam kondisi kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang tanpa istirahat, sehingga pada babak kedua stamina mereka mulai terkuras," ujarnya. (antaranews)

Diva Tarkas Menangkan PSM

BONE - PSM Makassar hanya mampu memetik kemenangan tipis 1-0 atas tamunya, Persijap Jepara, dalam partai usiran Superliga Indonesia 2009/10 yang tidak disaksikan penonton di Stadion La Patau, Bone.

Gol penentu kemenangan tim Juku Eja dipersembahkan Diva Tarkas pada menit ke-67. Hasl itu membuat PSM naik dua tangga ke peringkat 13 klasemen sementara dengan nilai 15, sementara Persijap di posisi ketujuh hasil koleksi 18 poin.

Sebelumnya Persijap menyatakan pemainnya kelelahan, karena harus menempuh perjalanan jauh. Namun, kondisi itu ternyata tidak bisa dimaksimalkan oleh tim besutan Hanafing tersebut.

Di pertandingan itu, kedua tim memperagakan permainan menyerang, sehingga sempat menciptakan beberapa peluang. Hingga babak pertama berakhir skor imbang kacamata tidak berubah.

Di babak kedua, PSM mengambil inisiatif menyerang lebih dulu untuk menekan pertahanan Persijap. Upaya itu membuahkan hasil ketika Diva Tarkas mampu menyelesaikan umpan Syamsul Chaeruddin untuk menjebol gawang Persijap pada menit ke-67.

Selepas itu, upaya PSM untuk menambah pundi gol mereka mengalami kesulitan. Selain penyelesaian akhir yang buruk, rapatnya barisan pertahanan Persijap menjad kendala bagi tim tuan rumah.
(Goal.com)

Kecapean, Persijap Tanpa Target

WATAMPONE – Persijap Jepara dalam bahaya.Bertandang ke markas PSM Makassar di partai usiran tuan rumah,sore ini,kondisi skuad Laskar Kalinyamat nyaris tak sempurna.

Selain terancam kelelahan akibat perjalanan jauh dari Jepara ke Surabaya, lalu menuju Makassar, dan dilanjutkan ke Bone, pemain Persijap belum lengkap. Sekretaris Persijap Nurjamil mengaku seluruh pemainnya belum lengkap. Dari 22 pemain yang dibawa dalam tur ini, baru 17 pemain yang tiba lebih awal. Sementara lima pemain lain baru tiba tadi malam. Kondisi ini pun membuat Persijap bersikap realistis soal sasaran. Apalagi, keberangkatan Persijap menuju laga ini tidak ada persiapan apa pun. Sebab, skuad Laskar Kalinyamat mendapat perintah dari keputusan PT Liga Indonesia dalam kondisi libur. Jadi, kondisi punggawa Persijap pun sangat memprihatinkan.

”Target kami hanya bisa bermain baik saja.Yang penting pemain mau berusaha maksimal,soal hasil itu di belakang. Kondisi tim yang masih lelah dan kurang persiapan juga menjadi kendala kami. Ya,modal empat pemain asing kami mudah-mudahan bisa memberi hasil yang baik,”ujar Nur-jamil. Dari tuan rumah, meski harus menjamu tamunya dalam partai usiran,semua itu diharapkan tidak memengaruhi peluang PSM meraih tiga poin.Apalagi,antusiasme warga Bone tak kalah besarnya dengan suporter PSM di Makassar.

Laga ini memang tanpa penonton karena partai hukuman, tapi aroma bermain seperti di Stadion Andi Mattalatta terasa berkat mania PSM di Bone. Selain itu, masa recovery punggawa skuad Juku Eja plus persiapan tim empat hari di Bone menjadi modal besar.Tentu kondisi ini berbeda dengan Laskar Kalinyamat, julukan Persijap.Pasukan tamu bahkan sekarang sedang berupaya memulihkan kondisi pemainnya, tentunya setelah menempuh perjalanan jauh dari Jepara hingga Bone. Memanfaatkan kelelahan serta persiapan yang minim lawan harus dilakukan Syamsul Chaeruddin dkk. Jadi,tak ada alasan untuk kalah bagi tuan rumah.

Kemenangan merupakan hal terpenting PSM, poin maksimal demi mengangkat posisi Juku Eja dari level 14. ”Jaga siri’ nu (jangan bikin malu) Juku Eja!” Kalimat ini yang terus didengungkan para suporter PSM di Makassar ataupun Bone. Harapan ini jelas menjadi tanggung jawab Pelatih PSM Hanafing bersama anak asuhnya. ”Walau hanya didukung dua pemain asing (Christian Carrasco dan Hendry Nyobi Koti), tapi kami tidak ingin kalah lagi,” ujar Hanafing usai memimpin timnya menggelar uji lapangan kemarin. Hanafing selalu waspada terhadap lawannya kali ini.

Menurut dia, tak ada tawar-menawar untuk melepas peluang kemenangan. ”Saya sudah mempersiapkan tim. Selanjutnya,saya serahkan kepada pemain untuk tampil maksimal selama 2 x 45 menit di tengah lapangan,”ujarnya. Meski PSM berada di atas angin, pelatih berusia 47 tahun ini tetap menekankan kepada anak asuhnya untuk tidak menganggap remeh lawan. ’’Semua tim harus diwaspadai.Tidak ada yang lemah, semua berbahaya. Untuk hasil maksimal,maka harus diupayakan secara maksimal juga,” tegas Hanafing.

Dengan formasi 4-2-2-2 yang kini baru diterapkannya,Hanafing yakin timnya bisa tampil lebih baik. Bergabungnya bek kanan timnas U-23 Indonesia Rendy Siregar diharapkan mampu membantu lini pertahanan PSM. (muh syahrullah-sindo)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes