31 Mei 2009

PSIS - Persijap di Bontang?

Semarang - Hingga sore kemarin (30/5), PSIS belum menerima putusan penganuliran sanksi Komdis PSSI yakni pengulangan laga PSIS versus Persijap. Artinya, PSIS tetap harus melaksanakan menggelar pertandingan ulang tersebut.

Manajemen PSIS memutuskan pertandingan ulang itu akan dilakukan di Stadion Mulawarman Bontang, Kaltim, 2 Juni nanti. Sebab 6 Juni PSIS harus melakukan pertandingan lanjutan melawan PKT di Bontang.

General Manager PSIS Ari Wibowo menjelaskan, keputusan menggelar laga tersebut di Bontang menjadi hak penuh Panpel PSIS. Pertimbangannya, pertama karena pihak keamanan tidak mengizinkan pertandingan tersebut dilakukan di Semarang atau Jawa Tengah.

“Karena itu lebih baik kita sekalian laksanakan di Bontang. Selain menghemat biaya, juga agar pemain tidak terlalu kelelahan saat harus bertanding melawan PKT. Dengan jeda waktu 4 hari sesudahnya, repot rasanya kalau lawan Persijap kita laksanakan di Jawa. Biayanya terlalu tinggi karena kita harus menempuh perjalanan dua kali,” paparnya.

Selain itu, untuk penghematan manajemen memutuskan hanya akan membawa 14-15 pemain saja plus 3 ofisial. Para pemain yang dibawa itu akan melakukan 3 kali pertandingan yakni melawan Persijap (2 Juni), PKT (6 Juni) dan terakhir melawan Persiba (20 Juni) di Balikpapan. “Kita rencanakan berangkat ke Bontang pada 1 Juni, atau sehari sebelum pertandingan,” tandas Ari. (radarsemarang)

Rotasi Tidak Jadi Ditempuh


LAMONGAN - Persijap gagal memenuhi target menahan imbang tuan rumah Persitara pada leg pertama Copa Dji Sam Soe Indonesia di Stadion Surajaya, Lamongan, kemarin. ’’Laskar Kalinyamat’’ kalah tipis 0-1 lewat gol striker Yahya Sossomar pada menit ke-75.

Pelatih Junaidi tidak jadi melakukan rotasi seperti dikatakan sehari sebelumnya.

Beberapa pilar seperti Amarildo Souza, Pablo Frances, Phaitoon Thiabma, Evaldo, Nurul Huda tetap menjadi starter.
Sebelumnya dia ingin membangkucadangankan beberapa di antara mereka karena kelelahan fisik.

Kiper Danang Wihatmoko juga diturunkan, setelah malam hari sebelum pertandingan menyusul ke Lamongan. Tiga hari sebelumnya dia divonis belum bisa tampil karena cedera paha.

Namun, dia diminta datang ke Lamongan untuk memperkuat tim. ’’Kami maksimalkan pemain yang ada dan siap. Danang siap, maka kami panggil,’’ lanjut pria asal Banjarmasin ini.

Diganti

Gol lahir melalui sundulan kepala memanfaatkan tendangan sudut. Kiper Danang Wihatmoko gagal mengantisipasi. Yahya pernah memperkuat Persijap musim 2006.

Dia juga mencetak gol untuk Persitara saat menang 2-0 atas anak-anak Jepara pada putaran pertama Djarum Indonesia Super League.
Memasuki menit ke-70 dia mengganti dua pemain sekaligus. Isdiantono ditarik keluar digantikan M Irfan, sdangkan Nurul Huda diganti Yogi Alfian.

Saat membutuhkan daya serang ketika masih tertinggal skor, Junaidi menarik keluar Irfan, masuk striker Noorhadi untuk mendampingi Pablo Frances.
Namun, kedudukan tak berubah hingga laga usai.

Dia menyatakan peluang untuk lolos ke semifinal masih terbuka. ’’Kami harus mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan leg kedua di Jepara,’’ imbuhnya.

Dia juga mengaku kecewa terhadap kepemimpinan wasit Sumardi. ’’Ini pertandingan penting, namun banyak keputusan yang merugikan kami,’’ katanya.
Leg kedua bakal dimainkan di Stadion Gelora Bumi Kartini, 13 Juni mendatang.(H15-22)

30 Mei 2009

Ganti Pemain, Persijap Kebobolan

Persitara Jakarta Utara sukses menaklukkan Persijap Jepara 1-0 pada leg I babak 8 besar Copa Indonesia di Stadion Surajaya, Lamongan, Sabtu (30/5/2009).

Kemenangan ini menjadi modal positif Laskar si Pitung jelang leg II di Stadion Gelora Ibu Kartini, Jepara, Senin (15/6/2009) mendatang.

Kemenangan Persitara ditentukan melalui sepakan gelandang serang Yahya Sosomar menit ke-78. Pemain asal Papua ini sebenarnya baru masuk menggantikan Amarzukih menit ke-62.

"Permainan kami memang sangat kacau pada babak pertama. Selain itu Persijap juga bermain bertahan total dan hanya menempatkan satu striker di depan. Ini yang membuat kami sulit mencetak gol," kata Manajer Persitara Harry Gendhar Ruswanto.

Persijap memang tampil bertahan dengan target hasil imbang pada laga ini. Sebab, hasil imbang akan memudahkan mereka saat tampil di kandang sendiri. Pola bertahan 3-6-1 cukup efektif pada babak pertama.

Namun, Pelatih Djunaedi melakukan ksalahan kecil dengan mengeluarkan Isdiyantono digantikan Mochamad Irfan menit ke-56, serta Nurul Huda diganti Yogi Alfian menit ke-56. Usai pergantian ini mereka justru kebobolan.

"Kami sebenarnya tidak puas atas kemenangan 1-0 ini karena Persijap masih mudah mengejar saat bermain di kandangnya sendiri. Apalagi mereka selalu menyulitkan Persitara bila main di Stadion Gelora Ibu Kartini," imbuh Gendhar.

Persijap memang cukup tangguh bisa menghadapi Persitara di stadion kebangaannya tersebut. Bahkan, pada putaran pertama Liga Super mereka mampu menekuk si Pitung dengan skor telah 3-1. (hmr,okezone)

Persitara Menang Tipis atas Persijap

Lamongan - Persitara Jakarta Utara meraih kemenangan tipis 1-0 (0-0) atas Persijap Jepara pada pertandingan pertama babak delapan besar Copa Indonesia di Stadion Surajaya Lamongan, Sabtu (30/5) petang.

Gol tunggal kemenangan Persitara dicetak Yahya Sosomar pada menit ke-78, menyambut sepak pojok John Takpor.

Hasil ini membuka peluang Persitara lolos ke babak empat besar, jika pada laga kedua di kandang Persijap pekan depan, mampu mempertahankan keunggulannya.

Namun, bagi Persijap pertandingan kali ini bukanlah akhir dari perjalanannya dikancah Copa Indonesia, karena leg kedua di Jepara, optimis dapat memasukkan lebih banyak gol.

Spirit Ukir Sejarah

LAMONGAN - Perjalanan menapaki sejarah baru di laga Copa Indonesia kini sedang dilakoni Persijap Jepara. Peluang mencetak rekor untuk lolos ke semifinal sudah di depan mata. Laga melawan Persitara Jakarta Utara di Stadion Surajaya, Lamongan, sore nanti tentu tidak akan dilepaskan begitu saja oleh Evaldo dkk.

''Kami ingin masuk ke semifinal dengan mengalahkan Persitara. Meski demikian, bukan berarti kami meremehkan tim lawan. Kini Persitara bukan tim kacangan. Tren mereka lagi naik," tandas Asisten Pelatih Persijap Darmo Widodo, kemarin (29/5).

Meski demikian, Persijap tidak ciut nyali. Tampil dengan kekuatan pincang tidak membuat Persijap kehilangan kepercayaan diri. Sejumlah pemain pilar seperti Aji Nurpijal, Danang Wihatmoko, dan Ilham Hasan, kemungkinan besar bakal absen dalam laga krusial tersebut.

''Kami tetap akan tampil dengan kekuatan terbaik meski ada pemain yang tidak bisa tampil. Kita harus optimistis dalam pertandingan ini," ungkap Widodo. .

Kubu Persitara juga punya ambisi yang sama. Mereka ingin membuktikan bukan tim yang bisa dianggap enteng. Kendati di ajang kompetisi Djarum Indonesia Super League (DISL) posisinya terancam masuk ke jurang degradasi, tapi tim berjuluk Laskar Si Pitung ini ingin membuktikan sebagai tim yang masih pantas berkiprah di ajang persepakbolaan nasional.

''Kita tekankan kepada pemain untuk memegang prinsip utama, yaitu bersabar. Sabar dalam hal menyerang maupun bertahan,'' kata pelatih Persitara Doddy Sahetapy kemarin petang (29/5).

Lebih jauh Doddy menjelaskan, dengan kesabaran dalam bertanding, penguasaan bola dan penampilan pemain akan lebih baik. Termasuk sabar ketika mendapat pancingan yang bisa mengganggu emosional pemain.''Itu prinsip yang kita tekankan kepada pemain. Itu juga salah satu upaya untuk meredam permainan Persijap yang dikenal memiliki ritme cepat. Karena pada pertandingan besok (hari ini, Red) kita tetap ingin memenangkan pertandingan, '' imbuhnya.(jawapos)

Totalitas Tinggi

Persitara vs Persijap

Lamongan
- Sudah kepalang basah bagi Persitaramelepas prestasi di ajang Copa Dji Sam Soe Indonesia. Untuk itu, meski posisi diISL belum benar-benar aman, Persitara tetap akan bertanding dengan totalitas tinggi saat menjamu Persijap Jepara dilegpertamayang bakal digelar di Stadion Surajaya, Lamongan, Sabtu (30/5). Mereka mengincar tiket menuju semifinal.

Memang ada dua misi yang sedang kami jalankan dalam waktu bersamaan. Selain memburu empat besar Copa, kami juga wajib selamat dari degradasi di kompetisi ISL. Ini bukan hal mudah, tapi saya yakin Persitara bisa mewujudkannya,” t utur Dody Sahetapy, asisten pelatih Persitara.

Harry “Gendhar” Ruswanto, manajer Persitara, juga sependapat bahwa misi Persitara di CDSSI untuk sementara membidik empat besar. Ini realistis mengingat untuk menuju final bukan hal yang gampangkarena kontestan lain macam Sriwijaya FC, yang berstatus juara bertahan, serta Persipura, yang telah mengunci gelar juara ISL,jelas punya amunisi lebihdibanding Persitara.

“Sebagai motivasi, saya berjanji membagikan semua bonus Copa babak empat besar kepada seluruh tim,” ucap Gendhar, yang diamini Dody.

Kans lolos ke semifinal memang terbuka lebar. Hasil ini didasarkan dari rekor dua pertemuan mereka musim ini di ajang kompetisi ISL. Saat di Jakarta, Persitara unggul 2-0, sedang kansaat di Jepara, gantian anak asuh Junaidi unggul 3-1.

Meski demikian, Dody memprediksi semangat juang Persijap akan menggebu-gebu pada laga besok. “Di leg pertama CDSSI, tim tamu jelas akan berusaha keras mencetak gol di kandang lawan. Hal ini juga akan dilakukan Persijap. Jika mampu mencetak gol di kandang kami, tugas mereka akan menjadi ringan di leg kedua. Ini yang harus kita antisipasi,” katanya.

Beruntung beberapa pemain pilar Persitara yang asli Jawa Timur diberi kesempatan untuk bertemukeluarganya selama sehari. Hal ini dirasa kanpenting oleh Dody karena akan bermanfaat menstabilkan emosi pemain di lapangan. “Saya mempunyai filosofi bahwa untuk bisa menang, kita harus bermain dengan sabar. Dalam kesabaran, kita akan bisa berpikir jernih,”ujar Dody.

Didera Kelelahan

Sementara itu, belum kering keringat pemain, Persijap sudah harus melakukan perjalanan darat menuju Lamongan.Seusai menghadapi Persib, Rabu (27/5), Persijap akan meladeni Persitara tiga hari berselang.

“Kami sudah harus berangkat menuju Lamongan, Kamis. Praktis kami hanya memiliki waktu pendek untuk melakukan recovery dan kemudian menghadapi Persitara,” kata Junaidi, pelatih Persijap.

Junaidi sedikit waswas karena pemain tidak dalam kondisi terbaik. Mereka masih mengalami kelelahansetelah melakoni beberapa pertandingan dengan jadwal yang cukup padat. Padahal, Persijap cenderung mengedepankan permainan cepat dan mengajak lawan bermain dengan tempo tinggi. Bila tidak dalam kondisi puncak, strategi itu bisa menjadi bumerang. Persijap tidak bisa menurunkan tim terbaik. Striker Ilham Hasan belum bisa dimainkan karena cedera hamstring. Persijap juga kehilangan kiper utama Danang Wihatmoko karena persoalan sama.

PRAKIRAAN FORMASI
---------------------------------------
PERSITARA (4-4-2): Ronny Tri Prasnanto (K), 4-Regi Radityo, 77-Ebendje Rudolf, 14-Marzuki, 5-Taufik Kasrun (B), 8-Dedi Mulyadi, 7-John Tarpkor, 13-Epalla Benson, 15-Mustopha Aji (T), 10-Prince Kabir Bello, 9-Rahmat Rivai (D). Cadangan: 1-Wawan Darmawan (K), 6-Agung Budiman, 28-Ngurah Wahyu, 86-Stevan Reynold, 13-Hariman Siregar, 23-Deden H, 26-Mursyid Mony. Pelatih: Dody Sahetapy

PERSIJAP (3-5-2): 23-Johan Angga Kusuma (K), 24-Anam Sahrul, 4-Evaldo Assis, 6-Aji Nurpijal (B), 18-Nurul Huda, 27-Dony Siregar, 7-Enjang Rohiman, 16-Junaidi Tagor, 51-Amarildo Luis de Souza (T), 20-Pablo Alejandro Frances, 2-Phaitoon Thiabma (D). Cadangan: 1-Decky Ardian Cahyadi, 26-Catur Rintang, 14-Khanif Muhajirin, 21-Yogi Alfian, 3-Isdiyanto, 12-Noor Hadi. Pelatih: Junaidi
(Ario Yosia/Sahlul Fahmi/BOLAnews)

Junaidi Cadangkan Pemain Kunci

* Persitara Vs Persijap

JEPARA
- Pelatih Persijap Junaidi mengisyaratkan akan membangkucadangankan beberapa pemain kuncinya saat berlaga dalam leg pertama babak perempat final Copa Dji Sam Soe menghadapi tuan rumah Persitara Jakarta Utara di Stadion Surajaya Lamongan, sore ini.

Ajang copa menjadi kesempatan bagi ”Laskar Kalinyamat” untuk berprestasi setelah pada Djarum Indonesia Super League gagal masuk papan atas.

Strategi memarkir beberapa pilarnya dilakukan pelatih karena mereka dilanda kelelahan. ”Kami mungkin akan melakukan rotasi,” ujarnya, kemarin. Namun dia belum menyebut nama pemain kunci yang akan didudukkan di bangku cadangan.

Khusus di bawah mistar, dia mempertimbangkan untuk menurunkan Johan Angga Kusuma, mengingat kiper utama Danang Wihatmoko masih cedera.
Sedangkan Decky Ardian tidak dalam performa bagus saat menghadapi Persib. ”Kami akan konsultasi dulu kepada pelatih kiper agar tidak salah perhitungan,” lanjutnya.

Hemat Tenaga

Junaidi menyebut pemain seperti Amarildo Souza dan Pablo Frances mengalami kelelahan fisik, setelah bermain dengan jadwal cukup padat dalam kompetisi liga. Hal sama juga menimpa pada Nurul Huda.

Kondisi itu menjadi alasan mengapa sebagian pemain kunci ditarik keluar sebelum laga berakhir saat mengahadapi Persib. Pemain pelapis seperti M Irfan, Noorhadi dan Chanif Muhajirin akhirnya ditampilkan.

”Kami tidak memberi porsi latihan berat hari ini untuk menghemat tenaga,” ujarnya. Evaldo dkk kemarin mencoba Stadion Surajaya. Junaidi mengungkapkan permukaan rumput lapangan lebih tebal dibanding rumput Gelora Bumi Kartini sehingga bisa menahan laju bola.

Dia berharap timnya tidak kalah pada pertemuan pertama itu agar beban saat menjadi tuan rumah dalam fase penentuan tidak berat. ”Kami harus mewaspadai mereka, karena kami menghindari kekalahan,” ujarnya.

Dalam kompetisi liga, pasukannya kalah 0-2 dari ”Laskar si Pitung” di Stadion Lebak Bulus, namun menang 3-1 di Gelora Bumi kartini. Persitara memiliki gelandang andalan John Tarkhpor dan Esaiah Pello Benson, serta dua striker produktif Rahmat Rivai dan Price Kabir Bello.

Manajer Edy Sujatmiko berharap timnya bisa lolos ke semifinal, namun manajemen kini tengah berhitung dengan keuangan klub. Dia berharap saat menjamu Persitara nanti bisa mendapat izin mendatangkan penonton sehingga bisa menunjang keuangan klub. Sementara itu Barisan Suporter Persijap Sejati dan Jepara Tifosi Mania berniat datang ke Stadion Surajaya untuk memberi dukungan pada Evaldo dkk. (H15,kar-22)

29 Mei 2009

Faktor Kelelahan Bayangi Persijap

JEPARA - Masalah menghinggapi Persijap Jepara jelang tampil di leg pertama babak delapan besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009. Fisik akan menjadi kendala saat menantang Persitara Jakarta Utara di Stadion Surajaya Lamongan, Sabtu (30/5/2009) sore.

Faktor kelelahan menjadi musuh utama Laskar Kalinyamat, julukan Persijap- jelang laga nanti. Maklum saja, Rabu (27/5/2009) lalu, Evaldo Silva de Azis dkk usai berjibaku melawan Persib Bandung dipartai kandang terakhir Liga Super Indonesia, musim ini.

Belum hilang rasa capek yang mereka rasakan, anak asuh Djunaedi harus bertolak menuju Lamongan guna bersiap menghadapi tim berjuluk Laskar Si Pitung. Sebenarnya, bukan hanya kelelahan yang dirasakan Evaldo dkk. Kekalahan 2-3 atas Maung Bandung, julukan Persib merupakan hasil yang sangat menyakitkan.

"Anak-anak tidak punya cukup waktu untuk memulihkan kondisi fisiknya. Karena sehabis menghadapi Persib, kami sudah harus berangkat menuju Lamongan. Jangankan untuk memulihkan kondisi. Waktu yang harusnya bisa untuk istirahat, harus terbuang untuk menempuh perjalanan Jepara-Lamongan," sebut Arsitek Persijap Djunaedi.

Menyadari bahwa tim asuhannya sedang dalam kondisi yang tidak menguntungkan, Bang Djun demikian Djunaedi akrab disapa, tak akan membebani Evaldo dkk dengan target muluk-muluk. Menurutnya, mampu menahan imbang Rahmad Rivai dkk di leg pertama dengan persiapan pas-pasan merupakan hasil maksimal.(fmh)

Lawan Persitara Tanpa Danang dan Ilham


JEPARA - Persijap dipastikan gagal masuk papan atas Djarum Indonesia Super League (ISL) musim ini, menyusul hasil kurang memuaskan pada 11 laga putaran kedua. Karena itu ’’Laskar Kalinyamat’’ saat ini membidik prestasi dalam Copa Dji Sam Soe, dengan menargetkan bisa mengatasi Persitara Jakarta Utara pada babak perempat final.

’’Tim akan sungguh-sungguh menjalani pertandingan. Peluang untuk berprestasi masih terbuka,’’ kata Wakil Sekretaris Tim Nurjamil, kemarin. Evaldo dkk akan dijamu Persitara pada leg pertama di Stadion Surajaya Lamongan, Sabtu besok. Pertandingan kedua sebagai fase penetuan digelar di Gelora Bumi Kartini, 13 Juni mendatang.

Persijap telah berada di Lamongan. Kiper Danang Wihatmoko dan striker Ilham Hasan tak masuk dalam rombongan yang berangkat. Dua pemain kunci tersebut masih cedera pada pahanya. Sebelumnya Ilham berencana berangkat ke Lamongan, namun ternyata dia tidak memungkinkan berlaga.

Jika Ilham tak tampil, maka Pelatih Junaidi kemungkinan kembali memainkan formasi darurat. ’’Phaitoon bisa kami jadikan striker lagi bersama Pablo dan Noorhadi,’’ katanya.

Belum Kokoh

Sedangkan Danang Wihatmoko yang absen saat melawan Persib masih pincang saat berjalan karena cedera pahanya. ’’Saya sebenarnya sudah ingin bermain. Perkiraannya, Sabtu sudah pulih, Tapi, kelihatannya belum memungkinkan,’’ kata Danang.

Saat menghadapi ’’Maung Bandung’’, Junaidi memilih Decky Ardian di bawah mistar dengan menyimpan Johan Angga Kusuma. Gawang Decky mendapatkan empat ancaman, dan tiga di antaranya berbuah gol. Junaidi menilai pertahanan timnya belum kokoh, karena kurang konsentrasi dan mudah memainkan bola di lini belakang.

Setelah main di Lamongan, anak-anak Jepara masih menyisakan laga tandang di arena liga. Mereka akan menghadapi tuan rumah Persik Kediri, pada 6 Juni dan Arema Malang empat hari kemudian. Sedangkan laga ulang menghadapi tuan rumah PSIS Semarang kemungkinan besar tak perlu dimainkan. (H15-22)

28 Mei 2009

NH Anulir Keputusan Komdis


Laga PSIS-Persijap Disahkan

Semarang
- Keinginan PSIS dan Persijap agar hasil laga di putaran kedua Djarum Indonesia Super League (ISL) 2008/2009 beberapa waktu lalu di Stadion Jatidiri disahkan kemungkinan bakal terwujud.

Semalam, Ketua Umum PSIS Nurdin Halid dikabarkan menganulir sanksi yang diberikan Komdis PSSI kepada tim tuan rumah PSIS.

Hal itu dikatakan GM PSIS Ari Wibowo saat ditanya mengenai perkembangan tim hingga saat ini. Namun demikian, manajeman masih belum bisa mengambil tindakan apapun sebelum memperoleh surat resmi dari BLI.

"Hingga semalam kami masih belum bisa menghubungi Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Namun berdasarkan informasi dari lingkungan terdekat PSSI, Pak Nurdin sepakat mengabulkan permohonan kami," kata Ari.

Seperti telah diketahui, pekan lalu manajemen PSIS dan Persijap melakukan pertemuan dengan BLI terkait permohonanan agar laga yang berkesudahan imbang 0-0 tersebut disahkan.

Hanya saja, Direktur BLI Djoko Driyono yang ketika itu menemui tidak bisa memutuskan.

Djoko ketika itu mengatakan, hak untuk menganulir keputusan dari Komdis berada sepenuhnya di tangan Ketua Umum PSSI. Permohonan kedua tim lantas disampaikannya kepada Ketua Umum Nurdin Halid.

Komdis PSSI sendiri ketika itu menolak untuk mengesahkan laga karena Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo dinilai telah melakukan intervensi. Meski dalam perkembangan selanjutnya BLI dan PSSI telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung, namun sanksi dari Komdis tersebut tetap belum dicabut.

Jika kabar ini benar, Ari mengaku manajemen sangat bersyukur. Sebab jika diharuskan menjalani laga ulangan, membutuhkan biaya yang cukup besar karena laga dipastikan digelar di luar Jateng. Hal itu terkait penolakan Kapolda Jateng untuk memberikan izin pertandingan.

"Jika kabar ini benar, maka kami bisa langsung berkonsentrasi menghadapi dua laga terakhir menghadapi PKT Bontang dan Persiba Balikpapan," imbuh Ari.

Semula, jika laga ulang tersebut tetap harus dilaksanakan, PSIS berencana menggelar pada 2 Juni di Balikpapan. Hal itu dilakukan dengan pertimbangan efisiensi biaya dan waktu recovery pemain. Pekan ini pihak panpel pertandingan sendiri telah berencana bertolak ke Balikpapan untuk mengurus izin pertandingan.

Disinggung menegai target di dua pertandingan terakhir mendatang, Ari memastikan timnya akan tetap fight. Meski peluang untuk lolos zona degradasi telah tertutup rapat, PSIS dikatakannya ingin mengakhiri musim kompetisi ini dengan hasil yang manis.

Dua laga tersebut dikatakan, PSIS akan memberikan kesempatan lebih banyak kepada para pemain muda untuk tampil. Selain dapat dimanfaatkan untuk menambah pengalaman, juga untuk mematangkan mental pemain.(Dian Chandra, Budi Winarto /SM)

Akhir Pahit di Laga Penutup


JEPARA - Ribuan pendukung Persijap Jepara tak beranjak dari tempat duduknya selama beberapa menit, meski wasit Jimmy Napitupulu telah meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga menjamu Persib Bandung dalam lanjutan Djarum ISL di Gelora Bumi Kartini, sore kemarin.

Para suporter begitu menyesali kekalahan Tim Kota Ukir dengan skor 2-3. Ini merupakan pertandingan penutup di kandang sendiri pada musim 2008-2009. Gol kemenangan Persib tercipta lewat penalti Cristian Gonzales dalam injury time.

’’Saya tak percaya kami akhirnya bisa kalah,’’ ujar Roni, salah seorang suporter asal Mayong.

Gonzales juga mencetak gol kedua timnya di menit ke-74. Gol pertama Maung Bandung dihasilkan Hilton Moreira pada menit ke-18.

Sementara dua gol Laskar Kalinyamat disarangkan Pablo Frances di menit keempat dan Evaldo Silva (61). Penalti Gonzales itu diberikan wasit selepas bek Persijap Aji Nurpijal dianggap melanggar Hilton di kotak terlarang.

’’Kaki dia yang menyangkut di kaki saya sehingga terjatuh,’’ ujar Aji menjelaskan insiden itu.

Peringkat Sepuluh

Pelatih Persijap Junaidi juga meragukan keputusan sang pengadil. ’’Inilah sepak bola. Mau protes? Wasit tetap pada keputusannya,’’ kata Junaidi yang mengekspresikan kekecewaannya dengan menendang botol minuman.

Perhatian lebih tertuju pada penalti itu, karena keputusan wasit sangat krusial. Itu mungkin yang menyebabkan fans Persijap memilih bertahan di tribun hingga sebagian lampu stadion dinyalakan.

Di beberapa titik mereka membakar kertas. Lemparan botol plastik pun menghujani pintu keluar wasit. Bagi Persijap, partai itu tak berpengaruh karena tetap bertahan di peringkat ke-10 dan aman dari degradasi. Persib yang memburu peringkat kedua klasemen, kini jalannya semakin mulus.

Pelatih Persib Jaya Hartono menilai timnya menang lantaran bisa memainkan tempo. (H15,kar,J4-31)

Persijap Gagal Pertahankan Rekon Lawan Persib

Jepara - Tim Persijap Jepara gagal mempertahankan rekor kemenangan di kandang, setelah ditaklukkan Persib Bandung dengan skor akhir 2-3, pada laga lanjutan Liga Super 2009 di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara, Rabu.

Pertandingan sebelumnya, saat menjamu Persela Lamongan Minggu (24/5) lalu, Persijap Jepara berhasil mengakhiri pertandingan dengan skor manis 3-1.

Modal kemenangan pada partai sebelumnya, ternyata belum mampu mendongkrak permainan anak asuh Junaidi pada saat meladeni tim Persib Bandung, meskipun sejak menit awal babak pertama berhasil membuat gol cepat pada menit ke-4 melalui tendangan lambung Pablo Frances dari sisi kanan pertahanan Persib yang gagal diantisipasi Kiper Tema Mursadat.

Unggul satu gol, tim Laskar Kalinyamat julukan Persijap terus berupaya melakukan tekanan memanfaatkan lemahnya barisan belakang Persib yang digalang Nyeck Nyobe dan kawan-kawan.

Tekanan ke jantung pertahanan lawan berhasil membuahkan peluang emas pada menit ke-11, jika saja tendangan keras pemain bernomor punggung 20, Pablo Frances memanfaatkan umpan silang Phitoon Thiabma tidak ditepis penjaga gawang Persib Bandung.

Pada menit ke-18, pemain Persib berhasil menyamakan kedudukan, setelah tendangan Hilton Moreira berhasil menyobek gawang Persijap yang dijaga oleh Decky Ardian.

Gol balasan untuk menyamakan kedudukan, berawal dari serangan balik yang dilancarkan Eka Ramdani dan kawan-kawan. Christian Gonzales yang menerima umpan panjang Atep dari sisi kiri lapangan permainan, berhasil menembus benteng pertahanan Persijap sebelum menyodorkan bola kepada Hilton Moreira yang berdiri bebas dan dengan mudahnya menjebol gawang Decky Ardian, skor 1-1.

Skor dari kedua kesebelasan 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, anak-anak Persijap yang unggul dalam penguasaan bola berupaya melakukan tekanan.

Hasilnya, pada menit ke-61 Persijap berhasil menjebol gawang Tema Mursadat untuk kedua kalinya guna menambah koleksi golnya menjadi 2-1.

Proses terjadinya gol berawal dari pelanggaran yang dilakukan oleh pemain belakang Persib, Nyeck Nyobe terhadap Pablo Frances di luar kotak penalti.

Tendangan bebas yang dilakukan Evaldo Silva, berhasil menembus tembok yang dibangun pemain Persib dan menembus gawang Tema Mursadat untuk merubah kedudukan 2-1 untuk Persijap.

Keunggul Persijap tidak bertahan lama, setelah Persib berhasil menyamakan keduduakn melalui tendangan Christian Gonzales dari dalam kotak penalti memaksimalkan umpan tarik Siswanto dari sisi kiri pertahanan tim tamu pada menit ke-74 berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Tragedi kekalahan Persijap terjadi pada menit-menit akhir menjelang pertandingan usai, pada menit ke-90, setelah Aji Nurpijal menjatuhkan Hilton Moreira di dalam kotak penalti pertahanan sendiri.

Hadiah penalti berhasil dieksekusi dengan sempurna oleh Christian Gonzales dan merubah kedudukan menjadi 2-3 hingga akhir pertandingan.(antara)

Dirugikan Wasit, Bang Jun Pasrah

Jepara - Modal kemenangan pada partai sebelumnya, ternyata belum mampu mendongkrak permainan anak asuh Junaidi pada saat meladeni tim Persib Bandung, meskipun sejak menit awal babak pertama berhasil membuat gol cepat pada menit keempat melalui tendangan lambung Pablo Frances dari sisi kanan pertahanan Persib yang gagal diantisipasi Kiper Tema Mursadat.

Unggul satu gol, tim Laskar Kalinyamat julukan Persijap terus berupaya melakukan tekanan memanfaatkan lemahnya barisan belakang Persib yang digalang Nyeck Nyobe dan kawan-kawan.

Tekanan ke jantung pertahanan lawan berhasil membuahkan peluang emas pada menit ke-11, jika saja tendangan keras pemain bernomor punggung 20, Pablo Frances memanfaatkan umpan silang Phitoon Thiabma tidak ditepis penjaga gawang Persib Bandung.

Pada menit ke-18, pemain Persib berhasil menyamakan kedudukan, setelah tendangan Hilton Moreira berhasil menyobek gawang Persijap yang dijaga oleh Deki Ardian.

Gol balasan untuk menyamakan kedudukan, berawal dari serangan balik yang dilancarkan Eka Ramdani dan kawan-kawan. Christian Gonzales yang menerima umpan panjang Atep dari sisi kiri lapangan permainan, berhasil menembus benteng pertahanan Persijap sebelum menyodorkan bola kepada Hilton Moreira yang berdiri bebas dan dengan mudahnya menjebol gawang Deki Ardian, skor 1-1.

Skor dari kedua kesebelasan 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, anak-anak Persijap yang unggul dalam penguasaan bola berupaya melakukan tekanan.

Hasilnya, pada menit ke-61 Persijap berhasil menjebol gawang Tema Mursadat untuk kedua kalinya guna menambah koleksi golnya menjadi 2-1.

Proses terjadinya gol berawal dari pelanggaran yang dilakukan oleh pemain belakang Persib, Nyeck Nyobe terhadap Pablo Frances di luar kotak penalti.

Tendangan bebas yang dilakukan Evaldo Silva, berhasil menembus tembok yang dibangun pemain Persib dan menembus gawang Tema Mursadat untuk merubah kedudukan 2-1 untuk Persijap.

Keunggulan Persijap tidak bertahan lama, setelah Persib berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan Christian Gonzales dari dalam kotak penalti, memaksimalkan umpan tarik Siswanto dari sisi kiri pertahanan tim tamu pada menit ke-74 berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Tragedi kekalahan Persijap terjadi pada menit-menit akhir menjelang pertandingan usai, pada menit ke-90, setelah Aji Nurpijal menjatuhkan Hilton Moreira di dalam kotak penalti pertahanan sendiri.

Hadiah penalti berhasil dieksekusi dengan sempurna oleh Christian Gonzales dan merubah kedudukan menjadi 2-3 hingga akhir pertandingan.

Pada pertandingan petang itu, wasit mengeluarkan lima kartu kuning, yakni tiga kartu untuk pemain Persib dan dua kartu untuk pemain Persijap.

Menanggapi kemenangan atas tim tuan rumah, Pelatih Persib, Jaya Hartono mengatakan, kemenangan tersebut menjadi modal penting untuk mengejar target menjadi runer up ISL 2009.

Ia mengakui, lini belakang tim Persib memang lemah, sehingga berhasil dimanfaatkan tim tuan rumah yang diakui lebih menguasai permainan.

"Lemahnya lini belakang membuat anak-anak Persijap leluasa melakukan manuver. Persijap bermain sangat baik tetapi kita lebih beruntung bisa bisa memenangkan pertandingan," ujarnya.

Sementara itu, Pelatih Persijap Jepara, Junaidi mengakui, anak asuhnya lengah di menit-menit akhir pertandingan babak kedua, sehingga muncul penalti.

"Saya menyesalkan keputusan tersebut. Tetapi apa gunanya protes karena tidak ada sejarah protes akan menganulir gol. Inilah sepak bola," ujarnya.(tvOne)

27 Mei 2009

Petaka DiMenit Akhir

JEPARA - Persijap Jepara gagal memenuhi ambisinya meraih poin penuh atas tamunya Persib Bandung setelah menelan pil pahit pada menit akhir pertandingan. skor akhir 2-3 menjadikan sad ending bagi pendukung Persijap di Stadion Gelora Bumi Kartini, Rabu (27/5).

Persijap unggul lebih dulu lewat gol cepat yang diciptakan Pablo Frances menit ke-4. bola lop Pablo dari arah sisi gawan tak mampu ditepis kiper Persib Tema Musadad. 1 - 0 untuk keunggulan tuan rumah.

Tak berselang lama, Persib berhasil menyamakan kedudukan 1-1 melalui gol yang diciptakan Hilton pada menit 18. Hilton berhasil memanfaatkan bola liar hasil tendangan Gonzalez yang sempat ditepis kiper Decky Ardian, dan langsung menyundulnya tanpa mampu ditahan Decky. skor 1 - 1 bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua

Pada babak kedua, Persijap kembali unggul dahulu lewat gol Evaldo da Silva pada menit ke-61 lewat tendangan bebas yang tak bisa ditahan Tema Musadad.

Namun, Persib berhasil menyamakan kedudukan 2-2 melalui gol yang diciptakan Cristian Gonzalez pada menit ke-75. Gonzalez berhasil memanfaatkan umpan mendatar Eka Ramdani.

Petaka Persijap datang pada menit-menit akhir, Hilton kembali menceploskan bola kegawang Decky setelah wasit Jimmy Napitupulu memberikan hadiah pinalti untuk Persib. Hilton-pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini dan berhasil membungkam seisi Stadion Gelora Bumi Kartini.

Jimmy menganggap mantan pemain Persib Aji Nurprijal melanggar Hilton di kotak terlarang. meskipun diprotes pemain Persijap, namun Jimmy tak bergeming dan tetap pada keputusannya. 2-3. (POS)

Danang dan Ilham Mangkir

JEPARA - Kiper Danang Wihatmoko dan striker Ilham Hasan tak akan diturunkan Pelatih Persijap Junaidi saat menghadapi Persib dalam laga kandang terakhir Djarum Indonesia Super League (ISL) di Gelora Bumi Kartini, sore ini.

Dua pemain kunci itu masih menjalani terapi karena cedera kaki.
Junaidi hampir pasti menunjuk Decky Ardian untuk menjaga mistar, serta mengacak komposisi lini depan. ”Kami baru akan menurunkan Danang dan Ilham di ajang copa nanti,” ujarnya, kemarin.

Setelah laga kontra Persib, ”Laskar Kalinyamat” akan memainkan leg pertama babak perempat final Copa Dji Sam Soe Indonesia menghadapi tuan rumah Persitara Jakarta Utara di Stadion Surajaya Lamongan, 30 Mei. Bagi Decky, jika tampil akan mejadi debutnya bersama Persijap di arena liga. Ia sudah pernah tampil, namun pada arena copa. Absennya Danang menempatkan Johan Angga Kusuma masuk line-up sebagai kiper cadangan.

Pelatih akan memberi kepercayaan kepada Noorhadi sejak menit awal untuk mendampingi Pablo Frances di lini depan. Dengan masuknya Pablo dan Noorhadi, sementara Ilham absen, maka tak ada lagi striker murni di tubuh tim karena Johan Juansyah dipanggil timnas U-23 untuk melawat ke Teheran, Iran.
”Kami akan melihat beberapa menit pertandingan, bagaimana efektivitas Pablo dan Noorhadi. Jika butuh tambahan amunisi, kami mempersiapkan pemain di posisi lain untuk bergeser ke depan,” lanjut Junaidi.

Saat laga menghadapi Persela Lamonga, ”korban” strategi Junaidi atas krisis pemain itu adalah Phaitoon Thiabma. Bek asal Thailand itu diplot sebagai striker.

Manajer Edy Sujatmiko mendorong tim untuk tetap bermain fight agar bisa mengakhiri laga kandang dengan hasil manis. ”Target kami tetap bisa bertahan, dan kalau bisa naik peringkat. Di luar itu, tidak salah jika penonton bisa mendapat hiburan menarik dan hasil menggembirakan,” ujarnya. (H15,kar-22)

PSIS - Persijap Menunggu NH

SEMARANG - Kegagalan demi kegagalan dalam lanjutan Kompetisi Djarum Indonesia Super League (ISL) tidak menyurutkan semangat PSIS untuk memainkan tiga partai sisa. Meski dipastikan terdegradasi, tim asuhan Ahmad Muhariah tetap akan main di kandang PKT Bontang (6/6) maupun Persiba Balikpapan (10/6).

Sedangkan laga ulang lawan Persijap Jepara yang rencananya digelar pada 2 Juni, belum ditentukan tempatnya. ”Kekalahan lawan Persik tentu mengecewakan. Tapi, secara umum manajemen puas dengan permainan anak-anak. Grafik penampilan mereka meningkat. Itu membuat kami lebih semangat untuk mengirim mereka ke pertandingan tandang lawan PKT dan Persiba,” ungkap Direktur PT Mahesa Jenar Alamsyah Satyanegara yang akrab disapa Yoyok Sukawi.

”Untuk lawan Persijap kami masih menunggu keputusan dari Ketua Umum PSSI yang akan memberikan keputusan soal permohonan kami beberapa waktu lalu,” imbuh pria yang juga dikenal sebagai Yoyok Sukawi itu.

Permainan Basile Jules Onambele dkk pada laga tersebut diakui Yoyok lebih terencana dan solid. Kerja sama dan organisasi permainan semakin terlihat.
Dia minilai pasukan Mahesa Jenar hanya kurang beruntung, mengingat beberapa peluang emas dimiliki.

Pelatih Ahmad Muhariah juga puas dengan permainan anak-anak asuhannya. Kali ini Basile cs bermain lebih lepas dengan fighting spirit tinggi. Yang tak kalah penting, para pemain tidak lagi memperlihatkan kesalahan-kesalahan mendasar seperti passing, kontrol, dan umpan. Mereka bermain penuh percaya diri. Hal itu membuat pola satu-dua sentuhan cepat bisa berjalan. (H13, H54-22)

Maung Bugar, Persijap Tak Gentar


Bagi Persib, lima laga ISL yang tersisa adalah final, termasuk saat menantang Persijap, Rabu (27/5) di Stadion Bumi Kartini, Jepara. Kemenangan menjadi target utama Maung Bandung.

Persib cukup girang karena bisa tampil penuh dan kondisi pemain lebih bugar.KondisiAtep, yang sempat mengalami cedera saat menjamu Persiwa, sudah berangsur pulih.

Jeda yang lumayan panjang setelah menjamu Persiwa juga menguntungkan Persib. “Setelah mendapat istirahat yang cukup, kami berharap bisa tampil dengan tenaga lebih segar saat menghadapi Persijap nanti,” sebut kapten tim, Eka “Ebol” Ramdani.

Kondisi berseberangan malah menimpa Persijap menyusul cedera hamstring yang dialami Ilham Hasan. Repotnya, striker Johan Juansyah juga absen karena dipanggil tim nasional (BTN). Praktis, Junaidi hanya memiliki Pablo Frances dan Noor Hadi. Phaitoon Thiabma akan kembali dicoba sebagai pemain depan.

“Saya pernah mencoba Phaitoon sebagai striker. Hasilnya, serangan tim justru makin hidup. Tapi, mendorong dia sebagai pemain depan masih menjadi alternatif karena ada Noor Hadi, yang bisa dipasangkan dengan Pablo. Saya mungkin lebih butuh tenaga Phaitoon untuk membantu pertahanan,” ungkap Junadi, pelatih Persijap.

PRAKIRAAN FORMASI
---------------------------------------
PERSIJAP (3-5-2): 81-Danang Wihatmoko (K), 24-Anam Sahrul, 4-Evaldo Assis, 18-Nurul Huda (B), 2-Phaitoon Thiabma, 27-Dony Siregar, 7-Enjang Rohiman, 16-Junaidi Tagor, 51-Amarildo Luis de Souza (T), 20-Pablo Alejandro Frances, 11-Ilham Hasan (D) Cadangan: 1-Decky Ardian Cahyadi, 26-Catur Rintang, 14-Khanif Muhajirin, 21-Yogi Alfian, 6-Aji Nurpijal, 3-Isdiyanto, 19-Johan Juansyah. Pelatih: Junaidi

PERSIB (3-5-2): 28-Tema Mursadat (K), 14-Nyeck Nyobe, 5-Maman, 29-Nova Arianto (B) 22-Siswanto, 24-Hariono, 7-Atep, 88-Eka Ramdani, 11-Lorenzo Cabanas, 7-Atep (T), 99--Cristian Gonzales, 10-Hilton Moreira (D), Cadangan: 20-Cecep Supriatna (K), 2-Edi Hafid, 21-Waluyo, 12-Gilang Angga, 17-Hari Salisburi, 19-Suwita Pata, 8-Airlangga, 15-Zaenal Arif, 16-Rafael Bastos. Pelatih: Jaya Hartono (buk/BOLA)

Rekor Persijap - Persib

Persijap Jepara vs Persib Bandung
Stadion Gelora Bumi ‎Kartini, Jepara.
Rabu, 27 Mei 2009.

(30-10-08) (Super Liga) (Persib v Persijap) (0-0)
(19-06-07) (Copa Indonesia) (Persib v Persijap) (0-0)
(15-06-07) (Copa Indonesia) (Persijap v Persib) (0-0)
(11-04-06) (Divisi Utama) (Persijap v Persib) (1-1) Zainal Arief ‘35, Wahyu Wahab ‘90
(18-01-06) (Divisi Utama) (Persib v Persijap) (0-1) Mulyono Geroda ‘87

Fakta Pertandingan :

- Persijap berada di urutan 9 dengan nilai 45 sedangkan Persib berada di urutan 3 klasemen sementara LSI 08-09, dengan nilai 57.
- Persib belum pernah sekalipun menang melawan Persijap Jepara, baik di Liga maupun di Copa.
- Persijap telah memainkan 17 partai kandang, dengan catatan 11 kali menang, 4 draw, dan 2 kali kalah, memasukan 34 dan kemasukan 17.
- Persib Bandung telah memainkan partai tandang sebanyak 13 kali, dengan mencatat 5 kali menang, 3 draw, dan 5 kali kalah. Memasukan 19 gol dan kemasukan 15 .

26 Mei 2009

Aji : Barcelona vs MU Final Champion Ideal



COUNTDOWN TO ROMA FINALE

Stoper andalan Pesijap Jepara Aji Nurpijal menyatakan, pertemuan dua tim elit Eropa Barcelona kontra MU di laga pamungkas Liga Champions 2009, yang akan berlangsung di Stadion Olimpico, Roma, 27 Mei mendatang, adalah final ideal.

Maklum saja masih kata stoper yang kerap menyumbang gol untuk timnya ini, karena dua tim tersebut adalah yang terbaik di Eropa saat ini. Hal tersebut bisa dibuktikan lanjutnya, dengan sukses mereka meraih juara di kompetisi reguler di negaranya masing-masing.

Di mana, MU sebagai yang terbaik di Liga Primer Inggris, dan Barcelona di La Liga, Spanyol. Bahkan, tim Catalan Barcelona sudah sukses meraih dua tropi di negaranya, menyusul kepastian mereka merebut Copa Del Rey beberapa waktu lalu.

"Karena itu, saya menjagokan Barcelona yang bakal tampil sebagai pemenang. Ambisi untuk meraih trebel winners tentu menjadi pemicu semangat para pemain Barcelona untuk tampil sebagai juara di Liga Champions musim ini," jelas Aji dihubungi GOAL.com beberapa saat lalu.

Masih kata Aji, bukan tanpa alasan jika dirinya menjagokan tim besutan pelatih Pep Guardiola tersebut. Sebab, mereka sangat solid di semua lini. Selain itu, trisula lini depan yang dihuni Lionel Messi, Thierry Henry, dan Samuel Eto'o, cukup berbahaya dan diyakini mampu membongkar pertahanan lawan.

Sementara di kubu MU sendiri imbuhnya, hanya mengandalkan Cristiano Ronaldo dengan permainan cepat mereka ala tim-tim Inggris. Tapi hal ini bisa diredam dengan bola-bola pendek dari kaki ke kaki para pemain Barcelona, yang memiliki kelebihan permainan individu ketimbang pemain MU. (YuslanKisra, Goal)

Johan Ikut Rombongan Kedua

* Timnas U-23 ke Iran

JAKARTA
- Rombongan kedua timnas U-23, kemarin meninggalkan Tanah Air menuju Teheran, Iran. Dalam rombongan yang beranggotakan sembilan pemain dan empat ofisial itu terdapat striker Persijap Johan Juansyah.

Sebelas pemain lainnya telah tiba di tujuan pada Sabtu lalu. Pelatih Kepala Payovich masuk rombongan kedua bersama dua asistennya, Gabriel Anon dan Fransisco Manuel Morales, serta dokter tim Roy Indra Kresna.

Selain Johan, delapan pemain lainnya adalah Rendy Siregar, Elvis Nelson, Muhammad Fauzan Zamal, Kurnia Meiga, Johan Juansyah, Yongki Aribowo, Windu Hanggoro Putra, Achmad Jufriyanto dan Egi Melgiansyah.

Payovich menyatakan timnya siap memanfaatkan uji coba bergengsi ini, sebagai tahapan pertama persiapan menjelang SEA Games.

Mereka akan menghadapi timnas senior Iran hari ini. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Azadi mulai pukul 19.30 waktu setempat. Praktis, Cesar hanya punya waktu pagi ini untuk meracik strategi di depan 20 anak asuhnnya. (wgm-22)

25 Mei 2009

Persijap Krisis Ujung Tombak

JEPARA - Usai meraih kemenangan atas Persela (Lamongan) dalam pertandingan lanjutan Kompetisi ISL Minggu (24/5) di Stadion GBK, Jepara, Persijap (Jepara) kembali mengalami krisis pemain depan. Hal ini menyusul cederanya Ilham Hassan, saat menjalani pemanasan sebelum bertanding melawan Persela.

Dan ini mengancam komposisi tim saat menjamu Persib (Bandung), Rabu (27/5) lusa. Persijap hanya menyisakan dua pemain depan. Mereka adalah Pablo Frances dan Noorhadi. Sedangkan Johan Juansyah, dipastikan tidak bisa ditampilkan karena masih dipanggil dalam seleksi Tim Nasional U-23.

Pablo sendiri sejauh ini sebenarnya juga masih belum sepenuhnya pulih dari cedera yang dialaminya saat bertanding di Bontang. Sedangkan Noorhadi juga mengalami hal yang sama.

Sejak mengalami cedera pada awal putaran kedua lalu, Noorhadi masih belum bisa tampil dengan kemampuan terbaiknya. Sedangkan Ilham Hassan sendiri, sampai kemarin masih belum bisa dipastikan bagaimana kondisinya.

Asisten Pelatih Persijap Darmo Widodo menyatakan, problem ini diakui memang cukup serius bagi timnya. Pihaknya masih belum bisa memastikan bagaimana langkah yang akan diambil menghadapi kenyataan ini.

Ilham Hassan masih akan dilihat bagaimana kondisi cederanya. Jika memang tidak memungkinkan, maka kemungkinan besar, untuk posisi striker akan diisi oleh pemain lain yang selama ini berada di posisi lain.

’’Kami masih akan menunggu berbagai kemungkinan yang masih mungkin terjadi. Kalau memang memaksa, ya tentu kami akan lakukan langkah-langkah seperlunya. Bisa saja Phaytoon menjadi striker.Seperti pada pertandingan melawan Persela, Phay terpaksa kami dorong ke depan. Atau justru mendorong Amarildo Souza,’’ ujar Darmo Widodo, Minggu (24/5).

Salah paham

Sementara itu, terkait dengan masalah larangan tanpa penonton, yang sempat disampaikan oleh Polda Jawa Tengah menjelang pertandingan Persijap vs Persela? Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo yang kemarin hadir di Stadion GBK, Jepara, menyatakan, hal tersebut ternyata terjadi karena kesalahpahaman.

Sayangnya ia tidak mau memberikan penjelasan mendetail mengenai hal ini. Jendral berbintang dua ini hanya menyatakan, telah terjadi kesalahpahaman antara pihaknya dengan Panpel.

Larangan tidak boleh ditonton bagi pertandingan kandang Persijap sendiri, sempat menimbulkan reaksi pada publik bola di Jepara. Larangan yang sempat muncul di arena temu tehnik tersebut dinilai tidak beralasan.

Namun secara mendadak pula, Polda Jawa Tengah mengubah kebijakannya, pada Minggu (24/5) pagi kurang dari 12 jam pertandingan dimulai. Dis-did

Boleh Ditonton, Persijap Menang


JEPARA - Ribuan pendukung Persijap bersuka cita menyambut kemenangan tim kebanggaannya 3-1 atas Persela Lamongan dalam lanjutan Djarum Indonesia Super League (ISL) di Gelora Bumi Kartini, kemarin.

Mereka juga bergembira karena laga tersebut akhirnya bisa ditonton, setelah 11 jam sebelumnya muncul larangan.

Panpel mengumumkan laga akhirnya boleh ditonton sekitar pukul 08.00, melalui pengeras suara keliling kota. Hal itu dilakukan setelah izin dari kepolisian didapat.

Sebelum laga digelar Ketua Panpel Soetedjo mengatakan terjadi miskomunikasi dalam hal perizinan. ’’Kami bersyukur karena akhirnya masyarakat diperkenankan hadir memberikan dukungan kepada tim,’’ katanya.

Pertandingan tersebut juga disaksikan Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo. Laga berjalan lancar karena ribuan pendukung memberikan dukungan dengan sportif.

Tiga gol ’’Laskar Kalinyamat’’ yang dicetak Pablo Frances menit pertama, Aji Nurpijal (14) dan Amarildo Souza (33) memberi hiburan indah kepada fans.

Laga berujung kemenangan di tangan Tim Kota Ukir karena Persela hanya membalas dengan sebiji gol lewat Carlos ’’Charly’’ Raul Sciucatti pada menit ke-70. ’’Kami sangat merindukan kemenangan tim dan hari ini kami bisa menikmati dan menyaksikannya,’’ kata Subur, fans asal Desa Jambu Kecamatan Mlonggo.

Impresif

Tuan rumah yang dikapteni Evaldo bermain impresif pada babak pertama hingga mampu mencuri tiga gol. Pablo Frances menggemuruhkan suasana tribun lewat gol cepatnya.

Tendangan keras kaki kanannya memanfaatkan bola liar di kotak penalti membawa timnya unggul 1-0. Itu adalah gol keempat Pablo di ajang liga. Ekspresinya merayakan gol tampak emosional karena sudah tiga bulan ia tak mencetak gol di liga.

Duet Pablo-Ilham Hasan, yang ditopang Amarildo Souza, Donny Siregar, Isdiantono, Enjang Rohiman dan Nurul Huda di tengah berkali-kali mengancam gawang lawan.

Namun, menit ke-13 Ilham Hasan terpaksa ditarik keluar karena cedera. Bek Aji Nurpijal yang menggantinya membuat sensasi. Belum genap semenit dia masuk lapangan, sentuhan bola pertamanya menghasilkan gol kedua. Dia yang berdiri agak bebas mencocor bola liar ke gawang Choirul Huda.

Keluarnya Ilham mengubah strategi. Bek Phaitoon Thiabma diminta menjadi striker. Pemain asal Thailand itu tak canggung dan memberi umpan maut kepada Amarildo Souza yang mencetak gol ketiga. Souza dan Phaitoon juga menikmati kerja sama sesudah mereka merayakan gol.

Aksi-aksi impresif pada gelandang dan barisan depan terus mengancam, namun skor tak berubah hingga jeda.

Di babak kedua, permainan kedua tim sedikit melambat. Serangan-serangan tuan rumah tak seimpresif babak pertama. Justru mereka kecolongan gol Charly menit 70 lewat aksi individu menawan.

Pada putaran pertama Charly memperkuat Persijap, namun pindah ke Lamongan. Gol itu tak disambut berlebihan.

Charly memilih menautkan kedua telapak tangah ke dada, dengan mengarahkannya ke pendukung Persijap, seakan meminta maaf.
’’Jika aku membuat gol, maka aku tak akan merayakannya,’’ ujarnya, pagi hari sebelum laga.(H15, kar,J4-22)

Cedera Ilham Bahayakan Lini Depan


JEPARA - Kemenangan Persijap dengan skor 3-1 atas Persela Lamongan di arena Djarum ISL di Gelora Bumi Kartini kemarin menyisakan persoalan. Lini depan ’’Laskar Kalinyamat’’ mengalami krisis pemain. Hal itu amat membahayakan ketajaman tim saat menjamu Persib Bandung di ajang serupa, Rabu lusa.

’’Kami masih memantau perkembangan cedera Ilham. Akan terjadi perubahan strategi melawan Persib jika sampai cederanya belum sembuh,’’ kata Asisten Pelatih Darmo Widodo saat jumpa pers, usai pertandingan.

Ilham yang sudah mengemas enam gol di liga, terpincang-pincang dan roboh ketika baru berlaga 13 menit. Dia lantas ditandu keluar lapangan karena tak bisa melanjutkan pertandingan dan diganti Aji Nurpijal. Cedera Ilham itu sudah dirasakannya 10 menit sebelum laga saat pemanasan di lapangan.

Otot pahanya tertarik. Pelatih Junaidi lantas berkonsultasi kepada Pengawas Pertandingan (PP) M Sholeh terkait kemungkinan pencoretan dari starting line up dan diganti.

Namun PP tak mengizinkan lantaran pergantian itu maksimal hanya boleh dilakukan 30 menit sebelum laga. Terpaksa Ilham tampil, namun dalam sebuah aksi dribel, dia terhenti.

Ganti Peran

Itu pula yang menyebabkan Junaidi menempatkan Phaitoon sebagai striker. Dengan posisi itu, Phaitoon menjadi pemain paling banyak berganti peran.
Dia bisa tampil sebagai sayap, gelandang tengah, striker, dan bek. ’’Kami mungkin akan melakukan hal serupa terhadap Pahitoon saat melawan Persib jika krisis lini depan masih terjadi,’’ lanjut Darmo.

Striker Johan Juansyah memenuhi panggian timnas U-23 dan harus absen hingga akhir musim. Namun Junaidi masih menyimpan tenaga Noorhadi di bangku cadangan.

Pelatih Persela Widodo C Putra menyebut kekalahan timnya karena sebagian skuad dalam kondisi tidak fit. ’’Empat pemain kami terserang diare hari ini. Itu kendala serius bagi kami,’’ ujarnya. Selain itu dua pilarnya, Jimi Suparno dan Ilham Zulkarnaen absen lantaran akumulasi kartu kuning.

Salah satu striker andalannya Marcio Souza tak berkutik menghadapai ketatnya penjagaan Anam Syahrul dan Evaldo. Dia juga mengkritik wasit Najamudin Naspiran yang kurang tegas memberi kartu kuning. ’’Ada insiden yang mestinya mendapatkan peringatan atau kartu kuning, baik terhadap pemain kami maupun lawan. Namun, itu tak dilakukan,’’ ujarnya.(H15,kar,J4-22)

Akhiri Paceklik Kemenangan

Turun ke lapangan dengan materi full team, anak-anak Jepara langsung menggebrak sejak peluit kick off dibunyikan wasit Najamudin Naspiran asal Balikpapan. Pablo Frances langsung membuka kemenangan tuan rumah setelah tendangan kerasnya gagal diantisipasi kiper Persela Choirul Huda.

Gol kedua Persijap yang dicetak Aji Nurpijal terasa lebih istimewa. Sebab, gol tersebut tercipta satu menit setelah Aji masuk menggantikan Ilham Hasan yang cedera di menit 13.

Amarildo Souza melengakapi kegembiraan Laskar Kalinyamat di menit 33 dengan gol cantiknya. Aksi individu legiun asing asal Brasil dari lapangan tengah tersebut berhasil menggetarkan jala Laskar Joko Tingkir.

Tak pelak, gol ini semakin membuat Stadion Gelora Bumi Kartini seakan hendak runtuh oleh sorak-sorai pendukung tuan rumah. Namun, permainan atraktif Persijap langsung berubah drastis di 45 babak kedua. Tidak ada lagi peluang yang mengancam gawang lawan.

Sebaliknya, pemain-pemain depan Persela mampu beberapa kali mendekati gawang Persijap yang dikawal Danang Wihatmoko. Puncaknya di menit 70, mantan pemain Persijap Carlos Raul Sucati mampu mengelabuhi Danang Wihatmoko sebelum menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong.

Asisten Pelatih Persijap Darmo Widodo bersyukur dengan hasil maksimal ini. Sebab, kemenangan ini sekaligus menjawab keragu-raguan suporter setelah Persijap gagal memetik kemenangan pada delapan laga sebelumnya.

"Di babak kedua, performa kami memang jauh menurun. Itu disebabkan faktor kelelahan yang dialami para pemain. Bayangkan, dalam sebulan kami harus bermain lima kali. Sementara normalnya kan sepekan sekali bertanding," kata Darmo.

Sementara Pelatih Persela Widodo C Putra menyatakan, hasil buruk ini tidak terlepas dari kondisi para pemainnya yang banyak terserang diare.

"Kami sulit mengembangkan permainan karena kondisi fisik pemain yang kurang menguntungkan. Sejumlah pemain pilar terserang diare dan sulit menunjukkan performa terbaknya. Gol-gol Persijap terjadi karena kurangnya konsentrasi kami di lini belakang," jelasnya. (hmr, okezone)

24 Mei 2009

Persijap Bungkam Persela


Persijap Jepara berhasil memetik poin penuh kala menjamu Persela Lamongan dalam lanjutan kompetisi Liga Super Indonesia, Minggu (24/5). Bermain di hadapan pendukungnya di stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Persijap mengalahkan Persela dengan skor 3-1.

Seluruh gol persijap diborong di babak pertama. Pablo Alejandro Frances mencetak gol cepat untuk Persijap ketika pertandingan baru berjalan satu menit. Aji Nurpijal menggandakan gol Persijap di menit ke-14. Gol ketiga Persijap dicetak oleh Amarildo Luis De Souza pada menit 33. Sedangkan satu-satunya gol Persela dicetak oleh Carlos Raul Sciucatti pada menit ke-70.

Pelatih Persijap Junaidi mengaku sangat senang dengan kemenangan diperoleh timnya. “Kami tentu bersyukur dengan kemenangan ini, anak-anak bermain bagus di lapangan,” kata Junaidi ketika dihubungi Tempo.

Junaidi mengatakan para pemainnya sudah bisa menerapkan strategi dengan baik di lapangan. “Mereka juga sudah berani bermain terbuka,” kata Junaidi. Meski berhasil mengalahkan Persela, Junaidi mengatakan lawannya itu memiliki pola permainan yang cukup bagus.

Persela, menurut Junaidi, juga memiliki pemain dengan kemampuan yang baik. “Gol cepat di babak pertama berhasil meningkatkan semangat para pemain kami sehingga lebih bisa menekan,” katanya.

Dengan kemenangan ini, Persijap menempati posisi sembilan klasemen Liga Super dengan perolehan 45 poin dari 31 kali bertanding. Persijap sudah mengkoleksi 12 kemenangan, sembilan hasil seri dan 10 kali kalah. Persijap masih punya tiga pertandingan tersisa melawan Persib Bandung, Persik Kediri dan Arema Malang.

Sedangkan Persela saat ini berada di posisi delapan klasemen Liga Super dengan mengumpulkan 48 angka dari 32 pertandingan. Mereka sudah mencatat 14 kemenangan, enam hasil seri dan 12 kali kalah. Persela memiliki dua pertandingan tersisa melawan Persib Bandung dan Persitara Jakarta Utara.(TEMPO Interaktif)

Persijap, Akhirnya Menang Juga

Jepara - Tuntas sudah penantian panjang bagi pecinta sepak bola Jepara untuk bisa merasakan kemenangan Tim kesayangannya Persijap, dalam kancah Liga Super Indonesia ini. Meladeni tamunya Persela Lamongan, Minggu Sore, Evaldo dan kawan-kawannya mampu mempersembahkan kemenangan dengan skor 3-1.

Kemenangan Persijap Jepara atas tamunya Persela Lamongan benar-benar menjadi obat penawar setelah gagal menang selama sembilan pertandingan terakhir.

Gol kemenangan Persijap dicetak pada menit satu lewat tendangan keras Pablo Frances. Persijap kembali menggandakan kemenangan di menit 14 melalui kaki Aji Nurpijal yang baru saja masuk menggantikan Ilham Hasan yang keluar karena cidera.

Gelandang asal Brasil Amarildo Souza, melengkapi kemenangan Persijap di menit 33. Sousa mencetak gol indah setelah berhasil melewati beberapa pemain belakang lawan dan kemudian mengecoh kiper persela yang dijaga Choirul Huda.

Sementara itu gol semata wayang Persela disarangkan oleh striker asal Argentina, yang pada putaran pertama lalu juga membela persijap, Carlos Raul Scuiati, atau Charly di menit 70. Sekor 3-1 berakhir sampai wasit meniup peluit panjang.

Kemenangan Tim Laskar kalinyamat ini, menjadi kemanangan yang sangat berarti. Pelatih Persijap Junaidi berharap, dengan kemenangan tersebut akan mampu manambah motivasi bermain anak-anak asuhannya. Beberapa saat lalu, Evaldo Cs sempat mengalami tekanan setelah gagal menang di sembilan partai berturut-turut.

Dengan kemenangan melawan anak-anak asuhan pelatih Widodo C Putra tersebut, saat ini Persijap naik satu peringkat di posisi 9.

Asisten pelatih Persijap, Darmo Widodo, cukup puas dengan hasil kemenangan tersebut. Walaupun menang, Darmo mengakui pertandingan ini dirasa berat bagi para pemain. Dalam padatnya jadwal pertandingan ini, para pemain nampak kelelahan dan kecepatan serangannya juga menurun.

Darmo mengatakan, sangat sulit bermain dalam kondisi yang lelah. Persijap harus melakoni lima kali pertandingan dalam satu bulan. Hal ini sangat tidak ideal dalam kompetisi profesional semacam Liga Super Indonesia. Persijap akan kembali bertanding, Rabu 27 Mei nanti melawan Persib bBandung di sStadion Gelora Bumi kKartini Jepara. (POSKO)

Kekhawatiran Kapolda Berlebihan!!

Suporter Kembali Dilarang Nonton

JEPARA
- Publik sepak bola Jepara untuk kali kesekian harus gigit jari lagi. Pasalnya, panitia pertandingan Persijap menyatakan laga Persijap kontra Persela Lamongan, sore ini tak boleh disaksikan penonton.

Keputusan laga tanpa penonton itu disampaikan ketua panpel Persijap, Soetedjo, usai mengikuti temu teknik di Gelora Bumi Kartini, tadi malam. ’’Polda Jateng tidak mengizinkan laga besok untuk ditonton. Kami menyampaikan ini ke publik,’’ kata Soetedjo.

Kabar tersebut baru diperoleh tadi malam, sehingga sangat mengagetkan. Sebab, dukungan fans amat ditunggu untuk membantu mengangkat motivasi pemain. Larangan Polda terkait kehadiran penonton dalam laga kandang Persijap itu sudah terjadi ketika memasuki masa kampanye terbuka pemilu legislatif lalu.

Polda baru mengizinkan pertandingan boleh ditonton saat Laskar Kalinyamat menjamu Persija Jakarta Pusat, Minggu lalu. Namun kini izin kehadiran penonton dicabut kembali. ’’Saat laga menjamu Persija, semuanya berjalan aman. Tak satu pun botol terlempar dan penonton sudah dewasa,’’ jelas Soetedjo.

Informasi yang diterima panpel, Polda mengkhawatirkan terjadi keributan antarsuporter kedua tim karena kedekatan letak geografis dua daerah. Namun panpel kemarin menegaskan, hingga tadi malam tak ada konfrmasi kalau pendukung Persela akan datang ke Jepara.

Suporter Demo

Puluhan suporter Persijap berdemo di depan Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, mulai pukul 22.30 tadi malam. Mereka memprotes kebijakan Polda Jateng yang mendadak melarang kembali publik sepak bola Jepara untuk menonton pertandingan Persijap kontra Persela Lamongan yang akan digelar sore ini. Kebijakan tersebut dinilai tidak populis. Mereka berharap polda meninjau ulang.

Para suporter melakukan aksi dengan mencopot spanduk imbauan sportivitas yang ditempel di sekitar stadion, lalu membawanya ke depan pintu masuk dan digelar. Sebelum itu, mereka juga membawa spanduk ke kawasan pertambakan di sekitar stadion.

Mereka juga berniat mencopot maklumat Kapolda Jateng yang ditempel di pintu masuk, namun ketua panpel Persijap, Soetedjo, mengimbau untuk tidak dilakukan. ’’Saya memahami kekecewaan mereka, namun aspirasi tetap harus dilakukan dengan cara-cara yang santun,’’ kata Soetedjo.

Mereka menggelar aksi tersebut setelah pukul 21.00 ada kabar dari panpel kalau pertandingan sore ini tak boleh disaksikan penonton karena larangan dari polda. Pengumuman tersebut muncul saat pertemuan teknik kedua tim di sekretariat Persijap di kawasan stadion. Mendengar kabar tersebut mereka lantas berkumpul di depan Museum Kartini dekat alun-alun.

’’Maksudnya apa ini? Ini keputusan apa. Menonton sepak bola kok tidak boleh. Pusing saya,’’ kata salah satu dari sekelompok mereka dengan nada keras.
Sesaat kemudian mereka menuju stadion yang berjarak sekitar 900 meter dari museum.

H Sutikno, salah satu pentolan suporter menilai kebijakan polda tidak memberi rasa keadilan kepada masyarakat. ’’Ini sama sekali tidak sportif,’’ ujarnya. Suporter senior Zaenur Rohman menilai ini kali kesekian kebijakan larangan menonton itu amat mengecewakan masyarakat pencinta bola. ’’Tidak ada tindakan yang melanggar hukum sedikit pun dalam laga kandang Persijap. Mengapa kebijakan larangan ini ditempuh kembali?’’ ujar dia yang hadir di tengah-tengah suporter lain.

Dikatakan, maklumat Kapolda yang menyatatakan harus menjunjung tinggi sportivitas, justru tidak produktif karena kebijakan tersebut di mata suporter juga tidak sportif. ’’Jika khawair terjadi sesuatu atas tindakan suporter, semuanya bisa diantisipasi bagaimana agar tidak terjadi, bukan dilarang,’’ imbuhnya.

Pelatih Persijap Junaidi juga terkejut dengan kabar tersebut. ’’Tim banyak termotivasi oleh suporter. (Larangan) ini jelas kondisi kurang ideal bagi kami. Tapi kami akan fokus ke pertandingan,’’ ujarnya.

Sisi Positif

Junaidi mengambil sisi positif dari krisis kemenangan yang mendera timnya dalam 10 laga terakhir. Ia mengatakan kondisi itu bisa melecut semangat tanding timnya saat menjamu Persela. Kemenangan harus diraih untuk meringankan beban tim pada empat pertandingan berikutnya di Indonesia Super League maupun di perempat final Copa Indonesia.

Laga menjamu Laskar Jaka Tingkir masuk pada masa-masa akhir musim Persijap bisa disaksikan langsung ribuan pendukungnya. Setelah laga ini, di arena liga, Persijap tinggal menerima Persib Bandung.

Ia akan sedikit mengubah strategi dengan memainkan kembali Nurul Huda di sayap kanan dan Phaitoon Thiabma bek murni. Pada pertandingan terakhir, Nurul Huda diparkir, dan sektor kanan ditempati Phaitoon Thiabma. Langkah itu ditempuh dengan harapan lini belakang lebih kokoh setelah diberondong 12 gol dalam enam laga terakhir. Sebagian besar gol-gol itu lahir 20 menit awal babak pertama. Umpan-umpan silang Nurul Huda diharakan lebih produktif untuk membantu serangan, sedangkan Phaitoon bisa lebih konsentrasi di pertahanan.

Phaitoon Thiabma menyatakan tak mau larut dalam situasi paceklik kemenangan. ’’Saya tidak tahu mengapa begitu sulit menang, tapi besok kami akan mengejarnya,’’ kata dia.

Phaitoon memberi umpan manis saat lahir gol Ilham Hasan ke gawang Persija untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. (H15-40)

Reuni bagi Charly


JEPARA- Persela Lamongan menjanjikan bermain agresif saat dijamu Persijap Jepara dalam lanjutan Djarum Indonesia Super League (ISL) di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (24/5). Seperti tuan rumah yang sudah aman dari ancaman degradasi, Laskar Jaka Tingkir berupaya keras memperbaiki peringkat di klasemen sementara.

Laga nanti bakal menarik karena faktor Carlos ''Charly'' Raul Sciucatti. Striker Persela tersebut akan menjadi pusat perhatian publik bola Jepara. Pada putaran pertama lalu, Charly masih berkostum Persijap. Lantaran stok pemain depan menumpuk dia dilepas ke Lamongan.

Sebagai gantinya, Tim Kota Ukir mendapatkan kembali Phaitoon Thiabma yang telah pulih dari cedera. Charly datang ke Jepara satu paket dengan Pablo Frances yang masih bertahan.

Dia menyumbangkan satu gol untuk Persijap. Di Persela, Charly telah mencetak empat gol. Laga nanti tentu menjadi reuni bagi Charly dan bekas rekan-rekan setimnya di Persijap.

Bagian Penting

Pelatih Persela Widodo C Putra menyebut Charly sebagai bagian penting dari lini depan timnya. Dia akan turun sejak menit pertama berduet dengan Marcio Souza.

''Kami kehilangan dua pemain depan karena akumulasi kartu. Charly pun jadi andalan,'' kata Widodo setelah memandu Marcio dkk menjajal lapangan Gelora Bumi Kartini, kemarin.

Dua pemain yang absen adalah Jimi Suparno dan Ilham Zulkarnaen. Jimi pernah memperkuat Persijap pada musim 2005-2006. Ketika itu, Widodo juga masih bertugas sebagai asisten Rudy William Keeltjes di tim kepelatihan Laskar Kalinyamat. Meski tidak full team, Widodo tetap yakin bisa menerapkan strategi menyerang seperti saat meraih kemenangan dalam laga terdahulu melawan tuan rumah Persita Tangerang. ''Kami yakin Persijap akan bermain ofensif. Tetapi kami tidak ingin tertekan meski tampil di kandang lawan,'' tutur Widodo.

Persela kini menghuni peringkat delapan klasemen sementara, dua setrip di atas Persijap. Mereka masih berambisi untuk finis di papan atas. (H15-78)

Kejar Target Akhir

JEPARA – Persijap ingin merealisasikan target 10 besar secepatnya. Menaklukkan Persela Lamongan di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK), Jepara, hari ini, merupakan salah satu cara untuk menggapai target tersebut.

Hingga laga ke-30, Laskar Kalinyamat masih berada diurutan 10 dengan koleksi 41 poin. Untuk naik ke peringkat 9, seperti posisi mereka musim lalu, minimal Persijap harus berburu dua kemenangan lagi. ’’Kami masih harus bekerja keras demi mendapatkan tambahan angka maksimal untuk memperbaiki peringkat. Anak-anak sudah berusaha maksimal kala menghadapi Persija.

Tapi masalahnya,dewi fortuna belum berpihak kepada Persijap, ”ujar Arsitek Persijap Djunaedi. Mantan Asisten Pelatih Persiba Balikpapan itu menyatakan timnya memiliki kans besar mengalahkan Laskar Joko Tingkir jika penampilan Evaldo Silva de Azis dkk mampu mempertahankan performa seperti saat bermain imbang 1-1 lawan Persija, Kamis (21/5).’’Peluang kami memenangkan pertandingan ini sangat besar.

Tapi, semua kembali lagi kepada faktor keberuntungan,” jelasnya. Di lain pihak, sukses menggebuk Persita Tangerang, 2-1, tak membuat Persela puas. Laskar Joko Tingkir pun kembali mengincar poin penuh melawan Persijap. Tambahan poin memang diperlukan Persela untuk mengejar ambisi masuk lima besar. (agus anggoro/rachmad tomy,SINDO)

23 Mei 2009

Johan Absen hingga Akhir Musim


JEPARA - Striker Persijap Jepara Johan Juansyah diperkirakan bakal absen hingga akhir kompetisi Djarum Indonesia Super League (ISL) musim ini.

Dia dipanggil Badan Tim Nasional (BTN) PSSI mengikuti pelatnas tim U-23 di Sawangan, Depok, yang dipersiapkan ke SEA Games 2009 .

Kemarin, mantan pemain Persijap yunior itu berangkat memenuhi panggilan tersebut. ’’Saya terima surat panggilan pada 20 Mei. Saya langsung berkemas biar tidak kerepotan,’’ kata Johan.

Johan sebenarnya sudah diminta bergabung sejak dua pekan lalu. Namun manajemen Persijap meminta penundaan untuk laga menjamu Persija Jakarta serta tur Kaltim melawan Persiba Balikpapan dan PKT Bontang.

Dia tampil dalam tiga laga itu meski tak mencetak gol. Talenta Johan disaksikan langsung pelatih timnas U-23 Cesar Payovich saat Laskar Kalinyamat menghadapi PSMS Medan di Stadion Gelora Bumi Kartini.

Informasi yang diterima Johan, setelah berlatih di Sawangan para personel pelatnas akan menjalani uji coba melawan salah satu klub di Teheran, Iran. Timnas U-23 menjalani persiapan serius menjelang tampil di SEA Games 2009.
Mereka diprogram mengikuti turnamen internasional di dalam dan luar negeri.

Pasukan Payovich di antaranya akan berlaga dalam turnamen interkontinental di Malaysia dan turnamen internasional Piala Indonesia di Jakarta. Jika Johan bergabung ke timnas, dia bakal absen dalam lima laga sisa menghadapi Persela Lamongan, Persib Bandung, Persik Kediri, Arema Malang, PSIS Semarang.

Izin

Wakil Sekretaris Tim Nurjamil menyatakan, manajemen telah menerima surat dari BTN mengenai pemanggilan striker muda tersebut. Karena itu, pihaknya memberi izin bagi Johan untuk bergabung di pelatnas.

Pelatih Junaidi juga melepas Johan dengan konsekuensi mengoptimalkan peran Noorhadi sampai akhir musim. Seiring kepergian Johan, lini depan Laskar Kalinyamat hanya bertumpu pada Pablo Frances, Ilham Hasan, dan Noorhadi.
Tak ada Johan tentu mengurangi kekuatan lini depan. Padahal, Tim Kota Ukir mengalami paceklik gol dalam beberapa pertandingan terakhir.

’’Kami hanya berharap pada pemain yang ada, juga efektivitas lini kedua,’’ tutur Junaidi.

Menjamu Persela, Minggu (24/5), Junaidi mungkin akan kembali menggunakan strategi saat melawan Persija dengan menempatkan Phaitoon Thiabma sebagai winger kanan. Jika ingin memperketat pertahanan, Phaitoon ditarik ke belakang, sedangkan sayap kanan Nurul Huda. (H15,J4-78)

22 Mei 2009

Persijap Belum Menang

JEPARA - Persijap Jepara masih kehilangan tajinya pada putaran kedua Djarum Indonesia Super League (ISL) musim ini. Menjamu Persija Jakarta di Stadion Gelora Bumi Kartini, semalam, Laskar Kalinyamat hanya mampu bermain imbang 1-1.

Hasil seri itu menambah rentetan 10 laga terakhir tanpa kemenangan di kancah ISL. Persijap juga melanjutkan “tradisi” kebobolan terlebih dulu.
Greg Nwokolo mencetak gol bagi tim tamu saat laga baru berjalan tiga menit. Ilham Hasan menyamakan kedudukan pada menit 21.

Greg mengejutkan barisan pertahanan melalui penetrasi khasnya dengan mencetak gol indah melalui tendangan salto. Ilham mencetak gol menyambut tendangan bebas Phaitoon Thiabma.

‘’Sebenarnya tim kami bermain bagus, peluang juga banyak. Sayang, kami belum beruntung,’’ ujar Ilham. Gol yang dicetaknya ke gawang kiper Hendro Kartiko menambah pundi-pundinya. Gol tersebut merupakan yang keenam pada liga musim ini.

Pada pertengahan babak kedua, gelandang Donny Siregar nyaris membawa Persijap unggul. Malang, tendangan jarak jauhnya masih membentur mistar gawang.

Akselerasi Pablo Frances yang biasa muncul tampak mudah digagalkan dua bek Persija, Abanda Herman dan Pierre Njanka. Pablo belum mencetak gol lagi sejak laga perdana putaran kedua melawan Persitara Jakarta Utara.

Spanduk

Beberapa sisi dinding stadion dihiasi spanduk dukungan kepada Pablo agar bisa mencetak gol. Penjagaan ketat, dan performa menurun membuat pelatih Junaidi menariknya keluar pada menit 77.

Junaidi lantas menurunkan dua striker, yakni Johan Juansyah dan Noorhadi. Johan menggantikan Pablo, sedangkan Noorhadi menggantikan Amarildo Souza.

Startegi itu tak membawa buah yang manis. Publik bola Jepara yang merindukan kemenangan tim kebanggaannya harus merelakan hasil imbang.
Junaidi menyebut Laskar Kalinyamat kehilangan performa sejak Badan Liga Indonesia (BLI) mengubah jadwal. Libur satu setengah bulan menjadi titik balik.

‘’Kami sangat tahu bagaimana anak-anak menginginkan kemenangan, meski telah aman dari degradasi. Tapi itu belum terjadi, kami mawas diri atas hasil ini,’’ lanjutnya.

Pelatih Persija Danurwindo menyebut laga itu sebagai road show Bambang Pamungkas dkk untuk kali kesepuluh.

Itu tak berpengaruh pada permainan tim, namun tampil tanpa didukung suporter menjadi kerugian. (H15,kar,J4-78)

21 Mei 2009

Persijap Berbagi dengan Persija


Jepara - Persija Jakarta akhirnya harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 saat dijamu Persijap Jepara. Bertanding di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamis, 21 Mei 2009, gol Greg Nwokolo berhasil dibalas Ilham Hasan.

Dengan tambahan satu poin ini tim Macan Kemayoran hanya mampu naik satu peringkat menggeser Persik Kediri di posisi ke lima klasemen. Persija unggul selisih gol dari Persik yang juga mengoleksi 48 poin.

Bagi Persijap, tambahan satu poin ini juga cukup untuk menggusur PSM Makasar di peringkat ke-9 klaseman dengan torehan 42 poin. Tim besutan Djuanaedi ini juga unggul selisih gol dari PSM.

Meski gelar LSI 2008/2009 telah jatuh ke tangan Persipura Jayapura, namun Persija rupanya tetap memburu kemenangan. Terbukti Pertandingan baru berjalan empat menit, Persija langsung unggul lewat gol Greg Nwokolo.

Berawal dari kerjasama dengan Bambang Pamungkas, Greg harus melepaskan dua tembakan beruntun. Setelah tembakan pertama membentur tiang, Greg akhir mampu menaklukkan Danang Widtyatmoko di percobaan kedua.

Persijap tak tinggal diam. Tim besutan Djunaedi ini bak terbangun dari tidur. Setelah gagal dibeberapa percobaan, Persijap akhirnya mampu menyamakan kedudukan lewat Ilham Hasan di menit ke-21.

Berawal dari tendangan bebas terukur Phaitoon Thiabma, Hasan berhasil melepaskan tandukan terukur ke sisi kiri gawang Hendro Kartiko. Kedudukan menjadi imbang 1-1.

Tak ingin kembali kecolongan, Laskar Kalinyamat terus membuka peluang. Di menit ke-26, Hasan berpeluang membuat Persijap unggul. Sayangnya, tembakan keras Hasan masih bisa ditepis Hendro Kartiko.

Namun Persija juga bukan tanpa peluang. Pada menit ke-39 tendangan keras Piere Njanka sempat membuat Danang ketar-ketir. Beruntung tendangan Njanka tipis di luar tiang gawang Persijap. Kedudukan 1-1 ini bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Persijap terlihat lebih dominan menguasai jalannya pertandingan. Ketenangan Pablo Frances cs ditambah buruknya umpan-umpan Persija membuat peluang demi peluang dihasilkan tim tuan rumah.

Peluang terbaik Laskar Kalinyamat di babak kedua dibuat Doni Siregar di menit ke-58. Sepakan gelandang Persijap ini hampir menjebol gawang Hendro Kartiko jika tak membentur tiang.

Persijap terus mengurung. Peluang lali ini datang dari Frances di menit ke-68. Berawal dari kesalahan Piere Njanka yang terlalu lama menguasai bola di pertahanan sendiri, Frances berhasil mencuri bola. Beruntung, Hendro dengan sigap menutup ruang gerak Frances.

Tiga menit berselang Enjang Rohiman kembali menciptakan peluang. Berawal dari sebuah tendangan bebas yang gagal disapu bersih pertahanan Persija, Enjang berhasil melepaskan tendangan terukur. Lagi-lagi Hendro Kartiko berhasil menggagalkannya.

Peluang terbaik Persija di babak kedua baru tercipta menjelang pertandingan usai. Tusukan Greg di kotak penalti Persijap harus dihentikan dua bek Persijap, Phaitoon dan Evaldo.

Meski terlihat ada gangguan yang mengakibatkan Greg terjatuh, namun wasit tak melihat itu sebagai sebuah pelanggaran. Alhasil hingga 90 menit pertandingan kedudukan 1-1 tak berubah.

Susunan Pemain:

Persijap Jepara:
Danang Wihatmoko, Evaldo Silva, Aji Nurpual, Anam Syahrul, Phaitoon Thiabma, Isdianto, Enjang Rohiman, Amarildo Souza (Johan Juansiyah, 84'), Doni Siregar, Ilham Hasan, Pablo Frances (Noor Hadi, 75').

Persija Jakarta: Hendro Kartiko, Ismed Sofyan (Leonard Tupamahu, 46'), Abanda Herman, Piere Njanka, Leo Saputra, Ponaryo Astaman, I Wayan Mudana, Robertino Pugliara, Greg Nwokolo, Bambang Pamungkas (Fabio Lopez, 77'), Aliyudin (M Ilham, 54').
( VIVAnews )

Menang Adalah Harga Mati!

Jepara - Kemenangan tampaknya sudah jadi harga mati bagi tim Persijap Jepara, pada laga malam ini, Kamis (21/5) di Stadion Gelora Bumi kartini Jepara, saat menghadapi tamunya Persija Jakarta. Apalagi, mereka akan bermain di depan pendukung setia mereka Jetman dan Banaspati.

“Kami tidak akan menyia-nyiakan laga kandang besok, dan kami telah bertekad untuk maraih poin penuh dari Persija. Meskipun untuk itu kami harus berjuang keras karena Persija tim bagus dan layak bersaing, mereka juga punya materi pemain yang lengkap. Untuk itu, saya telah instruksikan anak-anak untuk tampil menekan sejak awal pertandingan,” ujar Junaidi, kepada Abdul Rohim, Kontributor antvsports.com di Jepara.

Tapi sayangnya, pada laga yang akan ditayangan antv pada pukul 18.30 WIB itu, menurut Junaidi tim Berjuluk Laskar Kalinyamat tersebut, kemungkinan besar tak bisa turun full team. Pasalnya, Junaidi Tagor sedang menjalani hukuman kartu merah, sementara itu dua pemain andalan lainnya Donni Siregar dan Pablo Alejandro Frances, kabarnya sedang terbekap cedera.

“Saya masih akan melihat kondisi terakhir mereka, jika memang sudah pulih keduanya pasti akan saya turunkan, tapi kalau memang tidak bisa, saya sudah menyiapkan penggantinya. Yang pasti apapun yang terjadi kemenangan sudah jadi harga mutlak buat kami,” kata Junaidi lagi.

Berikut komentar kubu Persijap jelang bertemu Persija :

Edvaldo Silva (Pemain belakang) :
“Dukungan penonton akan menambah semangat kami bermain di lapangan. Ini momen yang bagus untuk meraih kemenangan setelah tiga kali kami mengalami kekalahan beruntun. Untuk itu besok kami tak boleh kalah lagi, harus menang,”

Pablo Alejandro Frances (Pemain depan) :
“Persija adalah tim bagus dan bertabur bintang tapi pada pertandingan besok, kemenangan adalah milik Persijap. Kami akan bermain maksimal untuk meraih poin penuh di kandang, dan tidak boleh kalah,”

Berikut susunan prakiraan pemain pemain Persijap:
Pola (3-5-2) :
Danang, Aji Nuprijal, Edvaldo, Sopyan, Phaitoon, Khanif, Enjang Rohiman, Amarildo, Isdiyantono, Arnaldo, Pablo. (Krisminarti,antv)

Memburu Penawar Luka


JEPARA – Laga di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK), Jepara, malam ini bakal jadi ajang pelampiasan Persijap dan Persija Jakarta. Kedua tim samasama ingin mengakhiri hasil negatif di Liga Super.

Bagi Macan Kemayoran,beban meraih tiga poin bakal serasa makin berat meski mereka telah menjadikan SGBK sebagai kandangnya (versus Persipura Jayapura, Minggu (17/5).Masalahnya,stadion berkapasitas 20.000 penonton tersebut akan dibanjiri pendukung Laskar Kalinyamat, julukan Persijap, sang pemilik resmi SGBK.

Persijap jelas tak ingin berbagi poin,apalagimenyerahpadalagaini. Mereka berambisi merebut poin penuh untuk memperbaiki peringkat. Tim asuhan Djunaedi ini tak ingin kehilangan simpati di depan pendukungnya sendiri setelah mereka gagal membawa pulang sebiji poindarilawatannya ke Kalimantan.

Namun, mereka sadar, kemenangan atas Macan Kemayoran bukan hal yang mudah direalisasikan. Apalagi, secara psikologis Persija juga ingin mencari penawar luka setelah dibabat Persipura 3-1 di tempat yang sama.Luka tersebut makin terasa perih mengingat kemenangan tersebut membuat Mutiara Hitam, julukan Persipura,menyandang gelar juara Liga Super 2008/2009.

”Partai ini bisa disebut pertandingan dua tim terluka.Persijap baru saja gagal total di Kalimantan, sedangkanPersijabarusajakalahtelak dari Persipura.Tentu pertandingan ini akan menjadi sangat menarik,” sebut Djunaedi,Pelatih Persijap. Dukungan Banaspati dan Jet Man—kelompok suporter Persijap— dipastikan bakal menggema di SGBK.

Karena, Polda Jateng telah mengizinkan laga kandang Persijap dihadiri penonton. ”Anak-anak harus bisa memaksimalkan dukungan suporter.Karena ini merupakan partai kandang perdana kami dengan penonton setelah ada larangan dari Polda Jateng,” ungkapnya. ”Secaratim,mulaiadakepercayaan diri pada anak-anak.

Mereka mulai menunjukkan semangat dan motivasi untuk menang. Sekarang tinggal bagaimana mereka bisa mengantisipasi permainan lawan.” Meski akan mendapat dukungan mayoritas fans, Djunaedi tak ingin jemawa.Apalagi,kondisi tim belum sepenuhnya pulih akibat cedera yang menimpa Evaldo Silva de Azis (defender) dan Doni Siregar (midfielder).

Bahkan, dalam laga nanti kemungkinan tim Kota Ukir bakal kehilangan bomber andalannya, Pablo Frances, akibat cedera saat menghadapi PKT Bontang beberapa waktu lalu. Selain itu,belakangan Persijap mengalami penurunan prestasi. Dari tujuh laga terakhir yang dilalui, tak ada satu kemenangan pun yang mampu dimenangkan Evaldo dkk.Akibatnya, posisi mereka terus melorot dari sebelumnya 5 besar kini terdampar di peringkat 10.

”Posisi kami turun drastis. Ini harus segera dihentikan,” sebut mantan Asisten Pelatih Persiba Balikpapan itu. Di lain pihak,Persija ingin tampil habis-habisan. Seperti diketahui, Persija memiliki skuad ”mahal” yang tengah berjuang mempertahankan nilai jual mereka setelah gagal merengkuh juara. Karena, nilai jual pemain musim kompetisi mendatang dipengaruhi kinerja mereka pada Liga Super musim ini.

Alasan inilah yang dipakai Pelatih Persija Danurwindo untuk melecut semangat pemainnya agar tampil all-out di enam laga sisa. ”Masa-masa akhir kompetisi memang menjadi patokan penting bagi pelatih dan manajer sebelum berburu pemain musim mendatang.

Jadi, kami tidak boleh setengah- setengah dalam bertanding,” kata Danur. Komentar Danur menjadi isyarat Persijap untuk siaga membendung agresivitas Persija. Macan Kemayoran akan menurunkan skuad terbaiknya seperti trio striker Bambang ’Bepe’ Pamungkas, Greg Nwokolo,dan Aliyudin.

”Serangan kami lebih hidup jika memasang Agus Indra Kurniawan dan Robertino Pugliara di tengah,sedangkan Ponaryo Astaman sebagai gelandang bertahan,”tandas Danur. Persija sudah memberi isyarat akan mempertahankan Danurwindo sebagai pelatih. Sementara posisi beberapa pemain juga dinyatakan aman seperti Bepe, Aliyudin, serta Ponaryo.

Tentu kontrak musim depan akan dinego ulang sesuai kemampuan klub. ”Danurwindo kami pertahankan, Bambang juga dipertahankan karena dia bisa jadi magnet bagi Jakmania. Pemain lain akan dirombak sesuai kebutuhan musim depan,” kata pengelola Persija Harianto Badjoeri. Isyarat inilah yang harus diingat pemain Persija karena sewaktu- waktu bisa dilepas bila tampil loyo pada akhir kompetisi. (agus anggoro/mohammad sahlan)

Pemain Masih Dibayangi Hasil Buruk

Jepara - Menjelang pertarungan melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bumi Kartini, Malam ini, Persijap Jepara saat ini masih dalam kondisi tertekan. Para pemain Laskar Kalinyamat masih belum bisa keluar dari bayang-bayang buruk setelah di delapan kali pertandingan terakhir tidak ada yang bisa di menangkan.

Walaupun sudah bisa dipastikan aman dari zona degradasi, Namun Persijap Jepara masih dituntut untuk bisa memenangi seluruh sisa pertandingan di putaran dua Liga super Indonesia ini. Namun harapan untuk bisa mendapatkan poin penuh sepertinya masih berat untuk bisa didapatkan oleh Evaldo dan kawan-kawannya.

Pelatih Persijap, Junaidi, mengakui jika saat ini para pemain termasuk Official masih dalam tekanan mental. Setelah pada delapan kali pertandingan terakhir, Persijap tidak pernah menang, kondisi tersebut sangat berpengaruh pada para pemain untuk bisa kembali ke perforama terbaiknya.

Dikatakan oleh Junaidi, sebagai pelatih dirinya juga sering merasa dongkol dengan kondisi semacam ini. Junaidi merasa ada persoalan yang belum terpecahkan di antara para pemain, dan ini sangat berpengaruh pada kekuatan tim. Dalam persepakbolaan profesional seharusnya ada dokter Psikologi yang mampu memecahkan persoalan individu para pemain.

Lebih lanjut Junaidi mengatakan, dalam situasi tertekan semacam ini pihaknya telah berusaha membawa anak-anak asuhannya untuk keluar dari tekanan. Setiap kali mendampingi para pemain berlaga di lapangan hijau, Junaidi juga sering memperlihatkan jika dirinya tidak dalam kondisi tertekan.

Junaidi mengatakan, bagaimanapun kondisinya, pelatih harus bersikap tenang dan optimis untuk bisa meraih hasil maksimal. Hal ini juga sangat mempengaruhi mental pemain. (PHN/200509/ZK/PFM)

20 Mei 2009

Berharap Perbaiki Peringkat

JEPARA - Dua tim terluka Persijap Jepara dan Persija Jakarta akan bertemu di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara, Kamis (21/5/2009) malam, dalam lanjutan Liga Super 2008/2009.

Predikat bentrok dua tim terluka memang pantas untuk menggambarkan duel dua tim tersebut. Maklum saja, Laskar Kalinyamat -julukan Persijap- baru saja menelan dua kekalahan beruntun dalam lawatannya ke Pulau Borneo.

Pun demikian dengan Macan Kemayoran -julukan Persija- yang baru saja terluka usai dibabat Persipura Jayapura 3-1. Luka tersebut makin terasa perih, mengingat kemenangan tersebut membuat Mutiara Hitam menyandang gelar juara Liga Super 2008/2009 yang sebenarnya diimpikan Bambang Pamungkas dkk.

"Partai ini bisa disebut pertandingan dua tim terluka. Persijap baru saja gagal total di Kalimantan. Sedangkan Persija baru saja kalah telak dari Persipura. Tentu pertandingan ini akan menjadi sangat menarik," sebut Pelatih Persijap Djunaedi, Rabu (20/5/2009).

Sebagai tuan rumah, sudah sepantasnya jika Persijap menginginkan kemenangan demi memperbaiki peringkat. Meski menyandang status tuan rumah, Persijap sadar tak mudah merealisasikan misi tersebut. Apalagi, kondisi tim belum sepenuhnya pulih akibat cederanya yang menimpa Evaldo Silva de Azis (bek) dan Doni Siregar (gelandang).

"Saya harus bicara dulu dengan tim dokter soal kondisi ketiga pemain tersebut. Kalau memang harus istirahat, kami tidak mungkin memaksakannya. Tapi yang jelas, kami tetap akan berusaha maksimal meraih poin penuh untuk memperbaiki peringkat," tegas pelatih yang akrab disapa Bang Djun itu.(van,oke)

Duet Ilham-Johan Jadi Tumpuan

JEPARA - Pelatih Persijap Junaidi memberi perhatian besar pada lini depannya, yang tumpul dalam beberapa pertandingan terakhir. Cederanya striker Pablo Frances, menjadian perhatiannya tertuju pada duet Ilham Hasan dan Johan Juansyah.

Karena Pablo belum pasti tampil, Ilham dan Johan akan menjadi harapan lini depan ’’Laskar Kalinyamat’’ saat menjamu Persija dalam lanjutan laga Djarum Indonesia Super League (ISL) di Gelora Bumi Kartini, Kamis besok.
’’Tim sudah siap menghadapi lawan. Semoga gol kemenangan bisa dicetak,’’ kata Pelatih Junaidi, kemarin.

Diakui, lini depannya kini sedang mengalami problem sulit mencetak gol. Lima gol yang lahir pada empat laga terakhir, belum menghaslkan kemenangan karena lawan-lawan membalas dengan jumlah gol lebih banyak.

Ilham dua kali mencetak gol, saat kalah 2-4 dari Persipura Jayapura dan menyerah 1-2 dari PKT Bontang. Sedangkan partnernya, Johan, paceklik gol sejak babak 24 besar Copa Dji sam Soe melawan Persikabo.

Pelatih berharap Johan termotivasi dan bisa memperbaiki performa karena akan mendapatkan kepercayaan penuh saat menghadapi anak-anak Jakarta Pusat.

Rindu Kemenangan

Manajer Tim Edy Sujatmiko saat dihubungi di Jakarta seusai mengikuti rapat di BLI menyatakan, laga itu sangat penting untuk mengembalikan pamor Persijap, yang terpuruk karena hasil buruk dalam beberapa pertandingan terakhir.
’’Kami sangat merindukan kemenangan,’’ tuturnya.

Sebelum kalah dalam lawatan di Kaltim, anak-anak Jepara gagal meraih kemenangan di kandang. Mereka ditahan seri Persiwa Wamena, dan ditumbangkan Persipura. (H15,kar-22)

Minta Laga Ulang Ditiadakan

SEMARANG - Laga ulang PSIS melawan Persijap yang rencananya digelar pada 31 Mei, kemungkinan urung dilaksanakan. Kedua manajer tim sepakat mengajukan permohonan kepada Ketua Umum PSSI Nurdin Halid agar menganulir keputusan Komisi Disiplin (Komdis) dan mengesahkan hasil 0-0.

Pertemuan antara PSIS yang mengutus General Manager Ari Wibowo dan Persijap yang menghadirkan Manajer Tim Edy Sudjatmiko, sore kemarin di kantor BLI, difasilitasi Direktur Kompetisi Djoko Driyono.

’’Intinya kami sepakat mengajukan permohonan agar keputusan Komdis supaya dianulir, sehingga kami tidak perlu bertanding lagi,’’ tutur Ari.

Setelah ada kesepakatan, surat permohonan PSIS dari dua tim itu akan langsung dikirim kepada Nurdin. Pasalnya, hanya ketua umumlah yang berhak menganulir keputusan Komdis. Jika disetujui, maka BLI sebagai pelaksana akan menindaklanjuti secepatnya dengan memberitahu kedua kesebelasan.

Biaya

Permohonan itu, lanjut Ari, tidak lepas dari krisis keuangan yang dialami PSIS. Pertandingan ulangan tersebut akan menyedot biaya sekitar Rp 150 juta. Karena pihak keamanan memutuskan tidak memberi izin, laga tersebut harus digelar di luar Jawa Tengah.

’’Kalau dilaksanakan di luar Jawa Tengah, kan biayanya juga besar. Biaya itu lebih baik untuk membayar pemain,’’ katanya.

Pertandingan PSIS lawan Persijap pada putaran kedua Superliga yang digelar di Stadion Jatidiri berakhir 0-0, namun tidak disahkan Komdis.

Pasalnya, pidato Kapolda Jateng Alex Bambang Riatmojo sebelum laga, dinilai sebagai intervensi terhadap perangkat pertandingan. Komdis pun memutuskan partai tersebut harus diulang.

Keputusan itu disikapi pihak keamanan dengan tidak memberi izin laga ulang digelar di Jawa Tengah. (H13, H54-22)

Juansyah Dipanggil BTN


Badan Tim Nasional (BTN) memanggil 20 nama yang akan dikirim ke Iran. Pemain-pemain ini merupakan anggota skuad timnas U-23 proyeksi SEA Games 2009.

Demikian disampaikan oleh Ketua BTN, Rahim Soekasah kepada Artha Tidar, wartawan GOSport, Senin, 18 Mei 2009. Menurut Rahim ke-20 pemain ini akan melakoni duel persahabatan kontra tim U-23 dan tim senior Iran.

“Kami menerima undangan dari Federasi Sepakbola Iran. Dan sebagai jawabannya, kami mengirimkan timnas U-23. Ini juga sebagai agenda pengganti turnamen Intercontinental yang batal karena flu babi,” tukas Rahim.

Timnas U-23 akan memberangkatkan 20 orang pemain dengan materi pemain yang tidak jauh berbeda dari skuad timnas U-23 yang melakukan Training Centre (TC) di Palembang, sebelum diliburkan bulan lalu. Timnas U-23 akan berkumpul di Sawangan, Depok.

“Kami sudah melakukan pemanggilan resmi kepada 20 orang pemain tersebut. Dan semua yang dipanggil, harus datang tidak terkecuali,” ungkap Hamka Kadi, wakil ketua BTN.

Setiap klub diwajibkan sudah melepaskan pemainnya ke PSSI paling lambat 20 Mei 2009. Ketentuan ini sesuai dengan surat edaran yang dilayangkan oleh PSSI ke klub yang pemainnya dipanggil timnas.

“Mereka harus berkumpul di Sawangan, mulai Rabu (20/5). Rencananya jika tak ada kendala, pada Minggu (24/5) timnas U-23 akan bertolak ke Teheran. Lalu pada Selasa (26/5), mereka dijadwalkan bertemu timnas U-23 Iran, dan pada Kamis (28/5) menjajal timnas senior Iran,” kata Hamka.

Hamka menyebutkan, setelah timnas U-23 kembali ke tanah air, skuad asuhan Cesar ini langsung masuk TC lagi di Palembang.

Dari dua puluh pemain yang dipanggil, delapan belas diantaranya merupakan pemain yang berlaga di Liga Super Indonesia dan Divisi Utama. Dua nama lagi adalah pemain jebolan PON DKI Jaya dan pemain PKT Bontang U-21.

Dalam daftar pemain yang dipanggil BTN tersebut, terdapat pula pemain dari kampiun Liga Super Indonesia 2008/2009, Persipura, yaitu Boaz Solossa dan Immanuel Wanggai.
Keduanya belum pernah bergabung dalam pelatnas timnas U-23 sebelumnya yang digelar di Palembang.

Daftar 20 pemain yang dipanggil:
Kurnia Meiga - Arema Malang
Achmad Jufriyanto - Arema Malang
Jajang Mulyana - Pelita Jaya U-21
Egi Melgiansyah - Pelita Jaya
Frenky Irawan - PSM Makassar
Djayusman Triasdi - PSM Makassar
Rachmat Latief - PSM Makassar
Hendro Siswanto - PSIS Semarang
Elvis Nelson Anes - Tim PON DKI Jaya
Johan Juansyah - Persijap Jepara
Tony Sucipto - Sriwijaya FC
Titus John Londouw Bonai - PKT Bontang
Joko Sidik Fitra Yono - PKT Bontang U-21
M Fauzan Djamal - Semen Padang
Boas Solossa - Persipura Jayapura
Imanuel Wanggai - Persipura Jayapura
Sultan Samma - Persiba Balikpapan
Mukhamad Saiku - Gresik United
Yongky Ariwibowo - Persik Kediri
Corneles Sergius Gedy - Persisam Samarinda

vivanews

19 Mei 2009

Ajang Menata Mental

Persijap dan Persija, yang akan berduel di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Kamis (21/5), bisa dibilang tengah dalam kondisi sakit secara psikologis. Ini karena hasil-hasil buruk yang mereka dapat di pentas Djarum ISL dalam jangka satu bulan terakhir.
Persijap tak menang selama sembilan pertandingan terakhir. Begitu pula Persija, tim yang pada putaran I dijagokan menjadi kampiun, baru sekali menang dari delapan pertandingan terakhir.

Bambang Pamungkas dkk. baru saja dipermalukan Persipura dengan skor 1-3 di pertandingan sebelumnya. Kekalahan itu terasa amat memukul karena didapat dari tim musuh bebuyutan mereka yang memastikan diri merebut gelar Djarum ISL.

Pelatih Persija, Danurwindo, hanya bisa pasrah menyikapi situasi tersebut. "Mental bertanding pemain saya tengah berada di titik terendah karena hasil-hasil buruk yang kami dapat secara beruntun. Kami tidak hanya lelah karena mengarungi jadwal padat, tetapi juga kehilangan kepercayaan diri mengarungi partai-partai sisa ISL," ucap Danur.

Bisa Menular

Danur pun merasa perlu melakukan pendekatan dari hati ke hati guna memulihkan kepercayaan diri anak buahnya. "Kalau situasi seperti ini tetap berlanjut, bahaya. Bisa-bisa tren hasil buruk juga menular di pentas Copa Indonesia, yang menjadi target utama kami setelah gagal di ISL," tuturnya.

Kemenangan melawan Tim Laskar Kalinyamat diharapkan bisa menjadi titik balik kebangkitan Persija.

Kubu tuan rumah Persijap juga butuh spirit baru demi menghentikan rekor buruk. Mereka berharap itu bisa dilakukan saat menjamu Tim Macan Kemayoran.

“Saatnya kami menghapus rekor buruk itu. Apalagi, kami sudah diizinkan menggelar pertandingan dengan penonton. Kehadiran mereka bisa meningkatkan semangat tim,” ujar Junaidi, pelatih Persijap.

Tanpa dukungan penonton saat tampil di kandang, diakui Junaidi sempat menurunkan motivasi pemain. Pada dua laga di kandang, Persijap menjamu Persiwa dan Persipura tanpa disaksikan suporter. Hasilnya, mereka ditahan Persiwa 0-0 dan kalah 2-4 dari Persipura.

“Kini kami siap memberi dukungan. Saatnya Persijap menang di kandang. Dukungan kami setidaknya memberi spirit baru bagi tim,” tutur Aris Isnandar, Ketua Umum Jetman, suporter Persijap.

Dari segi teknis, Junaidi tampaknya harus mempertajam lini depan yang makin mandul. Produktivitas striker terus menurun. Parahnya, striker Pablo Frances mengalami cedera engkel dan tulang lutut di Bontang.

PRAKIRAAN FORMASI
---------------------------------------
PERSIJAP (3-5-2)
1-Danang Wijatmoko (K), 24-Anam Sahrul, 4-Evaldo Assis, 6-Aji Nurpijal (B), 2-Phaitoon Thiabma, 27-Dony Siregar, 7-Enjang Rohiman, 18-Nurul Huda, 51-Amarildo Luis de Souza (T), 11-Ilham Hasan, 119-Johan Juansyah (D).
Cadangan: 1-Decky Ardian Cahyadi, 26-Catur Rintang, 14-Khanif Muhajirin, 21-Yogi Alfian, 3-Isdiyanto.
Pelatih: Junaidi

PERSIJA (4-4-2) 12-Iswan Karim (K), 5-Danan Puspito, 4-Abanda H., 6-Pierre Njanka, 14-Ismed Sofyan (B), 11-Ponaryo A., 30-Robertino P., 81-M. Ilham, 10-Greg Nwokolo (T), 15-Aliyudin, 20-Bambang Pamungkas (D).
Cadangan: 1-Hendro Kartiko, 9-Fabio Lopez, 7-Ade Suhendra, 14-Ismed Sofyan, 18-Supriono, 9-Melky Pekey, 32-Leonard T., 77-Ramdani L., 24-I Wayan Mudana.
Pelatih: Danurwindo


(Ario Yosia/Bola)

Kapolda: PSSI Tak Konsisten!

Semarang - Polda Jawa Tengah dipastikan tidak akan memberikan izin pertandingan ulang antara PSIS Semarang melawan Persijap Jepara.

Menurut Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo, di Semarang, Senin, pertandingan sebelumnya yang mempertemukan tim PSIS Semarang melawan Persijap Jepara dianggap sah.

Pasalnya, kedatangan Ketua BLI Andi Darussalam dan Ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan ke Kantor Polda Jateng beberapa waktu lalu, yang menyampaikan permintaan maaf dan mengatakan tidak ada intervensi dari kepolisian dapat diartikan pertandingan sebelumnya sah.

"PSSI harus konsisten. Apabila terjadi pertandingan ulang antara PSIS melawan Persijap berarti mereka tidak konsisten," ujarnya.

Padahal, sebelumnya PSSI menganggap ada intervensi dari Kapolda, sehingga pertandingan antara PSIS yang menjamu Persijap Jepara yang berakhir dengan skor 1-1 harus diulang.

Apabila mengajukan izin menggelar pertandingan ulang, Polda Jateng menegaskan tidak akan memberikan izin. "Yang jelas, kami tak akan mengizinkan pertandingan ulang," ujar Alex.

Menyinggung soal pertandingan ulang akan digelar di luar Jateng, Alex mengaku, kewenangannya hanya di wilayah Jateng.(antara)

Optimis Ke Final Copa

Persijap Jepara akan menghadapi tantangan berat dari Persitara Jakarta Utara di babak delapan besar Copa Indonesia 2008/09. Bila mampu melewati Laskar Si Pitung, mereka akan bertemu pemenang antara Sriwijaya Football Club (SFC) atau Persibo Bojonegoro di semi-final turnamen bergengsi ini.

Ya, setelah dipastikan gagal di Superliga, Persijap berharap bisa meraih prestasi di ajang turnamen bergengsi yang mempertemukan tiga tim dari kasta berbeda ini. Pelatih Djunaedi optimistis timnya bisa memenuhi ambisi menembus babak final, karena menurutnya Persijap memiliki peluang yang sama dengan tim-tim lain.

“Kalau di Superliga, Persijap memang kesulitan untuk menembus papan atas. Sebaliknya, kami memiliki peluang untuk tampil yang terbaik di Copa Indonesia,” kata Djunaedi dikutip dari rilis departemen media Copa Dji Sam Soe Indonesia yang diterima GOAL.com, Senin (18/5) malam.

Dalam analisisnya, Persitara dengan Persijap memiliki kekuatan berimbang. Karena itu, peluang kedua tim sama besar untuk saling mengalahkan. Di mana Persijap akan melakoni pertandingan tandang pada leg pertama, 30 Mei. Selanjutnya, Laskar Kalinyamat menjamu Persitara pada 13 Juni mendatang.

“Meski kedua tim memiliki kekuatan berimbang, kami optimistis bisa melaju ke semi-final. Dan jika target itu tercapai, saya yakin Persijap berpeluang menembus final. Sebagai pelatih, tentu saya berkeinginan mengantarkan Persijap ke pertandingan puncak," tambahnya.

Hanya, Persijap harus bekerja keras. Sebab Persitara juga termotivasi untuk mengukir prestasi setelah menyingkirkan Persebaya Surabaya. Apalagi, striker Rahmat Rivai mulai menunjukkan ketajamannya di ajang Copa Indonesia dengan mengoleksi tujuh gol. Selain itu, tantangan berat masih akan dihadapi karena harus bisa melewati tim juara bertahan SFC yang lebih difavoritkan tampil sebagai pemenang di babak delapan besar.

Satu hal lagi, skuad tim besutan pelatih Rahmad Darmawan jauh-jauh hari telah menyatakan tekadnya untuk kembali mempertahankan gelar yang direbutnya musim lalu. Terlebih setelah mereka juga dipastikan gagal merebut gelar juara Superliga yang akhirnya jatuh ke tangan Persipura Jayapura.(YK,Goal)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes