31 Desember 2007

Persijap Tahan Persmin

TOMOHON- Persijap tampil dengan semangat tinggi ketika bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah Persmin Minahasa di Stadion Maesa, Tomohon, pada partai terakhir mereka dalam Kompetisi Liga Djarum Indonesia, kemarin. ''Laskar Kalinyamat'' unggul lebih dulu melalui kaki Fakhrudin menit ke-14, sebelum Osvaldo Moreno menyamakan kedudukan melalui penalti menit ke-24.

Tambahan satu poin tak mengubah peringkat anak-anak Jepara pada klasemen akhir Wilayah II. Dengan 52 poin mereka tetap ada di garis terakhir zona Superliga 2008, setingkat di bawah Persmin. Persijap yang tampil di tengah persaingan ketat tim-tim papan atas wilayah II memperebutkan tiket delapan besar, tetap berpesta seusai pertandingan.

Klub yang berdiri tahun 1954 ini menjadi satu-satunya tim Jateng yang lolos ke Superliga. Persis Solo lebih dulu kandas, disusul PSIS Semarang yang kendati menang 3-0 atas PSSB Beureun, hanya menempati urutan kesepuluh Wilayah II.

Sejarah

Para pemain Persijap kemarin menumpahkan kegembiraan dengan menyiramkan air mineral ke arah Manajer Edy Sujatmiko dan Pelatih Yudi Suryata. Mereka puas karena telah mencatat sejarah menghadirkan prestasi terbaik bagi Kota Ukir ini selama empat musim berkiprah di Divisi Utama. ''Kami sangat menghargai perjuangan tim. Mereka pantas meraih semua ini berkat kerja kerasnya,'' kata Edy.

Kasiyadi dkk tak memiliki waktu istirahat sebelum tampil. Setelah tertahan di Ternate selama empat hari karena kendala transportasi, kemarin mereka baru bisa terbang dari Bandara Sultan Baabullah Ternate pukul 11.00 menuju Manado. Dari Manado mereka menempuh perjalanan darat selama satu jam untuk sampai di Tomohon.

Setelah meletakkan barang-barang bawaan di Hotel Sahid Kawanua, tepat pukul 13.00 rombongan berangkat lagi dan sampai di Stadion Maesa pukul 14.00. ''Kami tampil tanpa latihan memadai pada empat hari sebelumnya dan tak punya waktu istirahat yang cukup. Bersyukur anak-anak memiliki semangat tinggi,'' kata Yudi.

Wasit Andi Hafid memberikan penalti kepada tuan rumah karena menilai Kasiyadi hands ball di kotak penati. keputusan itu diprotes. Saat kalah 1-2 di kandang Persiter protes juga dilakukan atas keputusan wasit yang mengesahkan gol ketika bola dianggap para pemain Persijap belum melewati garis gawang.

Sebelumnya, mereka juga tekena hukuman penalti namun digagalkan penjaga gawang Danang Wihatmoko yang kemarin diistirahatkan. Kiper Fance Hariyanto tampil cemerlang. Dia berkali-kali mematahkan peluang yang didapat para penyerang Persmin. (H15-22)

30 Desember 2007

Persijap Lawan Persmin Terancam Diundur

JEPARA- Pertandingan pamungkas Persijap dalam Kompetisi Liga Djarum Indonesia 2007 melawan tuan rumah Persmin Minahasa yang rencananya digelar sore ini terancam diundur. Itu terjadi karena rombongan tim tamu hingga tadi malam masih tertahan di Ternate sejak pertandingan melawan Persiter, Kamis lalu. Belum ada kepastian dari jasa transportasi setempat apakah anak-anak Jepara bisa menuju Minahasa pagi ini.

"Kami sendiri tidak tahu dan masih menginap di Hotel Boulevard Ternate," kata Wakil Sekretaris Tim Arif Dharmawan, tadi malam.

Persijap telah merencanakan berangkat ke Minahasa dari Bandara Sultan Baabullah, Ternate, Jumat lalu pukul 07.00. Namun rencana penerbangan ditunda sampai pukul 17.00 waktu setempat.

Ketika tiba saatnya, penerbangan ditunda lagi sampai waktu yang belum diketahui. Pada saat bersamaan, Persis Solo yang Kamis lalu bertanding melawan Persmin dan akan jumpa Persiter sore ini, juga tak bisa ke Ternate. Rombongan masih tertahan di Manado.

Selain jalur penerbangan, terdapat jalur pelayaran sepekan dua kali. Pada Jumat malam terdapat jadwal pelayaran dari Ternate, namun tim tak mau ambil risiko karena cuaca buruk. Pelatih Persijap Yudi Suryata mengatakan, pasukannya praktis tak bisa fokus latihan karena kondisi tersebut.

Latihan

Jadwal latihan di kandang Persmin otomatis tak bisa dilakukan. "Anak-anak hanya bisa melakukan senam ringan di halaman hotel," kata Yudi.

Manajer Edy Sujatmiko yang kemarin berangkat ke Minahasa menanti timnya di Manado, namun tak bisa berjumpa karena kondisi tersebut. Dia lantas melaporkan masalah itu ke Badan Liga Indonesia (BLI). "Saya sudah lapor ke BLI, apakah pertandingan akan diundur atau bagaimana jalan keluar lainnya. Yang pasti pendanaan tim kami sudah mepet sekali," katanya. (H15-22)

28 Desember 2007

Persijap Masuk Superliga

Kalah 1-2 di Ternate

TERNATE- Persijap meraih tiket ke Superliga 2008, kendati kemarin kalah 1-2 dari Persiter di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate. Kepastian mengikuti kasta tertinggi kompetisi Indonesia itu didapat karena Persibom Bolaang Mongondow pada saat bersamaan takluk 0-2 dari tuan rumah Persipura Jayapura di Stadion Mandala.

Dengan nilai 51 dan masih menyisakan satu pertandingan away melawan Persmin Minahasa, anak-anak Jepara benar-benar aman di zona sembilan besar wilayah II. Pertandingan melawan Persmin, Minggu lusa tak lagi menentukan.

Anak-anak Minahasa yang kemarin ditahan Persis 1-1 sudah aman di jalur Superliga dan tak mungkin menembus zona empat besar andai menang melawan ''Laskar Kalinyamat''. ''Kami tetap akan bermain optimal pada satu partai sisa. Karena tiket Superliga sudah aman, kami ingin memperbaiki posisi,'' kata Pelatih Persijap Yudi Suryata, kemarin.

Di tengah suasana Hari Jadi Ke-757 Ternate, anak-anak asuhan Yudi mengagetkan kubu tuan rumah melalui gol Udensi Christoper pada menit ke-6. Udensi melakukan penetrasi melalui lini tengah dan melewati barisan pertahanan lawan sebelum menaklukkan kiper Muhlis Sahrun.

Gol itu hanya berselang dua menit setelah kiper Danang Wihatmoko menggagalkan tendangan penalti yang dieksekusi Fabiano dos Santos. Namun, pada menit ke-13 Persiter berhasil manyamakan kedudukan melalui kaki Fandi Mukhtar.

Protes

Gol balasan tersebut diprotes para pemain Persijap yang menilai bola sepakan Fandi belum melewati garis gawang, sebelum dipeluk Danang. Kiper kelahiran Jepara itu paling keras memprotes keputusan wasit Yesayas Leihitu yang tetap mengesahkan gol.

''Tapi mau bagaimana lagi itu sudah menjadi keputusan,'' ungkap Yudi.

Tuan rumah menambah gol menit 36 melalui kaki Fabiano dos Santos. Tim asuhan Jacksen F Tiago itu masih berpeluang menembus empat besar, jika Arema Malang dan Deltras Sidoarjo kalah pada partai pamungkasnya, sementara mereka menang atas Persis Solo di Ternate.

Arema akan jumpa Persebaya di Surabaya, sedangkan Deltras ke kandang Persegi Bali FC akhir pekan ini. Persaingan dalam memperebutkan tiket empat besar di wilayah II panas hingga penghujung kompetisi.

Hanya Persipura yang telah mengemas poin 61 yang sudah pasti aman. Tiga kursi lagi akan diperebutkan Persiwa yang kemarin mencukur Persma Manado 7-0, Arema, Deltras, Persiter, dan PSM Makassar.

Wakil Sekretaris Tim Persijap Arif Dharmawan mengatakan, rombongan tim pagi ini akan bertolak ke Minahasa, untuk persiapan menghadapi Persmin. (H15,kar-22)

24 Desember 2007

Yudi Suryata Tertantang Mencetak Sejarah

JEPARA- Jika Persijap bisa berkiprah di Superliga 2008, maka itu akan menjadi sejarah baru. Tiket ke Superliga yang merupakan kasta paling bergengsi kompetisi sepak bola tahun mendatang tersebut akan menjadi prestasi tertinggi Persijap.

Karenanya pelatih Yudi Suryata ingin memastikan timnya masuk di zona sembilan besar.

Itulah yang akan menjadi pelecut motivasi tim ketika bermain pada dua partai sisa, di kandang Persiter Ternate (27/12) dan Persmin Minahasa (30/12).

''Kami serius menargetkan poin dari dua pertandingan itu, karena sangat diharapkan masyarakat bola Jepara,'' kata Yudi, kemarin.

Pelatih asal Sragen itu pula yang membawa Tim Kota Ukir kali pertama lolos ke Divisi Utama pada 2001, setelah sejak 1992 di bawah kepelatihannya berkiprah di Divisi I. Namun ketika itu tim pesisir tersebut langsung terdegradasi, dan harus menunggu tiga tahun lagi untuk ke level Divisi Utama.

Rudy William Keeltjes, rekan Yudi di Niac Mitra membawa anak-anak Jepara promosi kembali dan tetap terhindar dari degradasi sejak 2004.

Tahun 2007 Yudi yang sebelumnya menangani Persipura Jayapura kembali ke Stadion Kamal Djunaidi. Mendekati berakhirnya kompetisi, pasukannya berpeluang besar menembus Superliga untuk tahun mendatang.

Tenaga Terkuras

Saat menjadi pemain di era Galatama, ia ikut membawa Niac Mitra Surabaya menjadi juara kompetisi 1981-1982. Lalu bergabung dengan Yanita Utama, berturut-turut menjadi juara dua musim, 1983-1985.

Di awal karier kepelatihannya, ia ikut mengantarkan Niac Mitra menjadi kampiun kompetisi Galatama tahun 1987.

Setelah menang 2-0 atas Persipura, Rabu (19/12) dan 1-0 atas Persiwa, Sabtu (22/12), pagi ini Kasiyadi dkk akan kembali berlatih. Malam harinya mereka akan berangkat ke Ternate. Yudi berharap timnya dalam kondisi siap tempur.

''Jaminan tiket Superliga itulah yang kami kejar,'' lanjut pria berusia 53 tahun itu. Dia menyatakan, kendati tenaga para pemainnya terkuras, tak satu pun yang turun pada dua pertandingan terakhir terkena cedera.

Namun, salah satu strikernya yang absen di dua pertandingan terakhir, Noorhadi masih dibekap cedera ringan.

Yudi tampaknya tidak kesulitan untuk memilih pemain, karena tim racikannya sepeninggal Phaitoon Thiabma mulai menemukan karakter.

Isdiantono di bek sayap kanan dan Ahmad Mahrus Bahtiar di posisi stoper yang sebelumnya terus dirombak, sudah pakem.

Saat jumpa Persiter dan Persmin nanti, pemain belakang Sofyan Morhan yang absen pada pertandingan sebelumnya karena akumulasi kartu kuning bisa dimainkan. (H15-22)

23 Desember 2007

Persijap di Ambang Superliga


SAMBUT KEMENANGAN: Suporter Persijap dari kelompok Jetman menyambut kemenangan tim kebanggaannya atas Persiwa Wamena dengan membentangkan spanduk di Stadion Kamal Djunaidi, Sabtu (22/12). (30)


JEPARA- Beban Persijap untuk menembus Superliga 2008 menjadi lebih ringan setelah menaklukkan Persiwa Wamena 1-0 dalam lanjutan Kompetisi Liga Djarum Indonesia 2007 di Stadion Kamal Djunaidi, kemarin. Donny Fernando Siregar menjadi penentu kemenangan Laskar Kalinyamat pada menit kelima.

Sebaliknya, Persis Solo di Stadion Manahan menuai kekalahan dari tamunya Persipura Jayapura 0-1. Gol semata wayang Tim Mutiara Hitam dicetak Ernest Jeremiah menit 86. Hasil itu praktis menutup peluang Laskar Sambernyawa ke Superliga karena mereka tak beranjak dari posisi 11 klasemen sementara Wilayah II .

Persijap yang sebelumnya menempati peringkat sembilan naik ke urutan tujuh klasemen sementara Wilayah II dengan nilai 51. Perolehan angka mereka sama dengan Persiter Ternate. Belum pastinya tiket Superliga bagi Kasiyadi dkk karena satu-satunya pesaing, Persibom Bolaang Mongondow, dengan nilai 46 masih berpeluang menyusul.

Jika Persibom menang dalam dua laga terakhir di kandang Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena, lalu Persijap gagal menambah poin pada laga sisa di kandang Persiter Ternate dan Persmin Minahasa, maka tiket jatuh ke tangan Persibom. Bila Persibom menuai hasil seri satu kali saja, Persijap dipastikan melenggang. Hanya, beban tim rival itu lebih berat lantaran Persipura dan Persiwa sama-sama masih ngotot mengamankan posisi empat besar.

''Hasil di partai kandang terakhir ini membuat beban kami lebih ringan. Tapi kami tetap akan mencari tambahan poin agar zona Superliga benar-benar aman,'' kata pelatih Persijap Yudi Suryata seusai laga.

Pesta Kembang Api

Kemenangan itu disambut meriah ribuan penonton. Dua kelompok suporter, Jetman dan Banaspati, menunjukkan sukacita. Pesta kembang api di tribun timur yang menyita perhatian menyambut seluruh pemain yang melakukan selebrasi kemenangan. ''Kami berterima kasih kepada penonton yang membuat kami lebih termotivasi karena dukungan mereka,'' tutur kapten tim, Kasiyadi.

Donny kembali memberikan harapan lebih dini ketika tembakan geledeknya dari luar kotak penalti menggetarkan gawang Persiwa yang dijaga Charles Woof. Itu adalah gol keempatnya musim ini. Dia seperti mengulang gol cepat di menit pertama saat timnya menang 2-0 atas Persipura dalam laga kandang terdahulu. ''Ini kemenangan tim yang sangat membahagiakan,'' kata pemain berusia 24 tahun asal Tapanuli itu.

Gawang Persijap bukannya tanpa ancaman. Beberapa kali teror ditebarkan penyerang Persiwa Sunday Seah melalui tendangan-tendangan akurat. Namun, kiper Danang Wihatmoko berulang kali mementahkannya.

Striker Persijap Udensi Christoper yang berdiri tak terkawal di depan mulut gawang lawan melewatkan peluang emas ketika tendangannya masih bisa ditepis Woof. Udensi kemarin tampil baik mengobrak-abrik pertahanan tim tamu. (H15,J4,kar-78)

20 Desember 2007

Hidup-Mati Lawan Persiwa


JEPARA- Persijap akan menjalani partai krusial saat menjamu Persiwa Wamena dalam lanjutan kompetisi Liga Djarum Indonesia, Sabtu (22/12) besok. Kekalahan atau seri akan mempertipis jalan tim Kota Ukir itu untuk meraih tiket Superliga 2008.

Bahkan kemenangan pun belum menjamin sebuah tiket ke jenjang kompetisi sepak bola paling bergengsi di Indonesia itu akan berada dalam genggaman. "Kami berpikir simpel saja. Menang dulu lawan Persiwa," kata pelatih Persijap Yudi Suryata, kemarin.

Pelatih berusia 53 tahun itu telah menghitung, peluang timnya untuk menggapai tiket Superliga lebih terbuka setelah menaklukkan Persipura Jayapura. Kendati begitu, Persijap harus bersabar menunggu hasil pertandingan melawan Persiwa Wamena, termasuk pesaingnya, Persibom Bolaang Mongondow.

Persibom bisa menghalangi Persijap jika bisa memenangi dua partai berat di kandang Persipura dan Persiwa, dua tim yang belum terkalahkan di kandang sendiri. Itu dengan catatan Persijap kalah atau seri melawan Wamena dan tanpa poin pada dua partai terakhir di kandang Persiter Ternate dan Persmin Minahasa. Namun jika Persibom kehilangan poin di dua partai itu, tiket Superliga akan berada dalam genggaman Persijap dengan syarat Kasiyadi dkk menang atas Persiwa.

Simpan Tenaga

Yudi mengambil keputusan ekstrem dengan tidak melakukan pergantian pemain ketika menghadapi Persipura dalam partai melelahkan di bawah guyuran hujan. Yudi berkilah itu bagian dari strategi menyimpan tenaga untuk menghadapi Persiwa.

"Saya takut kalau memasukkan pemain baru akan terlambat panas," kilah Yudi tentang keputusannya. Gelandang berpengalaman Komang Adnyana dan striker Fakhrudin tak diturunkan. Yudi belum menginformasikan apakah akan menurunkan keduanya besok.

Gelandang bertahan Donny Siregar menyatakan dirinya siap tampil all-out lagi kendati masa recovery sehari lebih singkat dibanding calon lawan. "Ini sudah risiko. Tapi kami memiliki semangat untuk bermain total," kata Donny, mantan pemain Persiku Kudus.

Soal kemungkinan pertandingan kembali akan diguyur hujan dan di atas lapangan basah, striker Udensi Christoper mengatakan kondisi itu akan menjadi tantangan buatnya. "Saya justru suka bertanding saat hujan," kata striker yang mengundang perhatian tersendiri dengan aksi ngototnya di lapangan basah itu. (H15,J4,kar-40)

Taklukkan Persipura, Kembali ke Jalur


JEPARA- Pertandingan sarat emosi dengan duel-duel keras mewarnai kemenangan 2-0 Persijap Jepara atas Persipura Jayapura dalam kompetisi Liga Djarum Indonesia di Stadion Kamal Djunaidi, Rabu (19/12).

Tim tamu yang berusaha mengamankan zona empat besar Wilayah Timur tidak berdaya menghadapi totalitas tim tuan rumah yang berambisi besar merebut zona sembilan besar sebagai jaminan merebut tiket Superliga 2008, arena kompetisi sepak bola paling bergengsi di Tanah Air.

Kemenangan tersebut mengembalikan posisi tim Kota Ukir ke jalur Superliga. Mereka kini menghuni peringkat kesembilan. Sebelumnya, Persijap masih di peringkat 10 setelah menelan dua kekalahan beruntun dalam tur Kaltim menghadapi PKT Bontang dan Persiba Balikpapan.

Gelandang bertahan Donny Siregar mengejutkan kubu Persipura ketika tendangan pelan terarah dari lini tengah meluncur ke gawang Jendry Pitoy pada menit pertama dan berbuah gol. Jendry, yang mati langkah karena terlalu maju, hanya terpaku menyaksikan bola yang dikiranya melampaui mistar gawang. Rekannya, Jack Komboy, Albeto, dan Stevi Bonsapia juga hanya terbengong. Sementara penonton yang memenuhi stadion menyambutnya dengan gegap gempita. Mereka terpuaskan lebih awal dengan gol ketiga dari kaki Donny musim ini.

"Saya hanya mengarahkan bola ke gawang karena dalam posisi free. Saya tidak menyangka kiper lawan ternyata tak menjangkaunya," kata Donny, yang juga mencetak gol penentu kemenangan 2-1 atas Persis Solo di Stadion Manahan, serta gol semata wayang saat mengimbangi tuan rumah Persekabpas Pasuruan 1-1.

Strategi Berubah

Pertandingan berjalan normal. Persijap tampil menekan pada 10 menit babak pertama. Strategi berubah total ketika lapangan diguyur hujan deras. Kasiyadi dkk yang unggul lebih dulu tampak tenang memainkan bola. Mereka ingin tampil aman dengan terus menjauhkan bola dari jantung pertahanannya.

Pemain muda Ahmad Mahrus Bahtiar yang menggantikan peran Sofyan Morhan di barisan pertahanan tampil gemilang mengimbangi rekannya, Evaldo dan Kasiyadi, dari gempuran sporadis para penyarang pasukan Mutiara Hitam.

Hujan semakin deras dan genangan bertambah parah. Pelatih Persijap Yudi Suryata memberikan instruksi khusus dari pinggir lapangan agar pemain tidak berlama-lama menguasai bola. Meski lampu stadion menyala, pandangan semakin gelap karena hujan bertambah deras hingga babak pertama usai.

Saat jeda di ruang ganti, Yudi Suryata berbicara dengan nada keras untuk memacu permainan timnya, terlebih kepada strikernya Udensi Christoper. Di lapangan, pengawas pertandingan (PP) Sukri Hasanudin menginformasikan akan menunda pertandingan pada malam hari atau keesokan harinya. Namun kedua tim ingin tuntas sore itu juga. Suporter Banaspati dan Jetman pun bahu membahu menguras air dari permukaan lapangan dengan papan sponsorship, membantu dua mesin pompa air yang dioperasikan panitia.

Dalam waktu setengah jam, PP memutuskan pertandingan dilanjutkan meski sempat tertunda setengah jam. Pada babak kedua pertandingan berjalan keras. Persijap lebih mengendalikan permainan meski Persipura mengancam dengan serangan-serangan balik. Udensi menjadi sorotan publik karena tampil luar biasa. Dengan keunggulan fisiknya, ia "memprovokasi" lawan dengan aksi-aksi individunya.

Pergerakannya dengan bola di atas genangan air mengacaukan barisan pertahanan. Menit ke-62 di kotak penalti lawan dia mencungkil bola untuk keluar dari hadangan lawan. Namun bola itu mengenai salah satu pemain Persipura dan wasit M Agus menunjuk titik putih.

Keputusan tersebut sempat diprotes Eduard Ivakdalam dkk. Mereka mengejar wasit yang segera diamankan petugas keamanan. Keputusan tak berubah. Leandro Braga sukses mengeksekusi penalti untuk menggandakan keunggulan, 2-0.

Duel-duel keras terus mewarnai hingga akhir pertandingan. Hasil dan nuansa pertandingan itu mengulang pertemuan kedua tim di Jepara tahun 2005. Ketika itu Persijap juga menang 2-0. Hanya, duel keras dengan permainan ofensif ketika itu ada di lapangan kering.

"Kami masih bisa mengejar target dan akan tampil maksimal melawan Persis Solo," kata Pelatih Persipura Raja Isa. (H15,kar,J4-40)

19 Desember 2007

Persijap Libas Persipura 2-0


Persijap berhasil menundukkan Persipura 2-0 (1-0) pada pertandingan putaran kedua Wilayah Timur Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII di Stadion Kamal Junaidi Jepara, Jawa Tengah, Rabu petang.

Bertekad memenangi partai kandang, Persijap langsung unggul ketika pertandingan baru berjalan satu menit melalui tendangan voli Dony Siregar. Tendangan Dony dari luar kotak penalti gagal dibendung penjaga gawang Persipura Jendry Pitoy.

Unggul satu gol, tuan rumah Persijap yang didukung 12.000 penonton terus menggebrak pertahanan lawan. Persijap memang mamatok tiga poin di partai ini, agar bisa menembus Liga Super.

Meski memegang kendali permainan, anak asuh pelatih Yudi Suryata ini belum juga mampu menambah gol, bahkan Persipura yang dilatih Raja Isa mulai bangkit namun belum mampu menjebol gawang Persijap yang dikawal Danang Wihatmoko.

Pada menit ke-26, Persijap sebenarnya memiliki peluang menambah gol. Tendangan jarak jauh Leandro Braga masih bisa ditepis Jendri Pitoy.

Memasuki babak kedua, Laskar Kalinyamat tetap memegang kendali permainan. Tuan rumah menambah gol dari titik penalti pada menit 62. Leandro Braga sukses mengeksekusi tendangan penalti sehingga posisi berubah menjadi 2-0 untuk Persijap.

Penalti diberikan wasit M. Agus karena pemain Persipura "hands ball" di kota penalti. Wasit mengeluarkan satu kartu kuning untuk pemain Persipura Ian Louis Kabes pad menit ke-36.(LDI/hep) http://www.djarum-super.com/

07 Desember 2007

Souza Absen di Balikpapan

JEPARA - Persijap Jepara kembali tak bisa tampil dengan kekuatan penuh pada saat dijamu Persiba Balikpapan dalam laga Liga Indonesia 2007, Sabtu (8/12) lusa. Kali ini gelandang serang Amarildo Souza yang harus absen.

Souza terkena akumulasi kartu kuning. Bek tengah Evaldo juga ikut diganjar kartu kuning, tapi dia masih bisa turun melawan Persiba.

"Kami akan tampil di Balikpapan tidak dengan komposisi terbaik. Sebelumnya, Braga absen, sekarang giliran Souza. Ini akan memengaruhi kinerja lini tengah yang selama ini bertumpu pada dua pemain itu," ujar Yudi Suryata, pelatih Persijap, kemarin.

Melihat peluang yang semakin berat, dia harus berpikir keras untuk mengamankan tiket Super Liga 2008. Pasalnya, dua partai kandang akan menjamu tim papan atas Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena. Kedua tim itu dikenal dengan permainan kolektifnya dan tampil tanpa kenal lelah.

"Perjuangan berat harus kami lakoni jika ingin tetap di jalur Super Liga. Posisi kami sekarang dalam kondisi kritis karena rawan digeser tim lain. Kami berharap bisa mendapatkan hasil di Balikpapan," ungkap Yudi..(J4,kar-31)

06 Desember 2007

Penalti Udensi Gagal, Persijap Kalah

BONTANG- Persijap harus mengakui keunggulan PKT 2-3 di Stadion Mulawarman Bontang, kemarin, dalam lanjutan Kompetisi Liga Djarum 2007. Gol tuan rumah masing-masing dicetak oleh Feri Satria (2 dan 57) serta I Komang Mariawan pada menit 7.

Sedangkan gol ''Laskar Kalinyamat'' dilesakkan Amarildo Souza di menit 6 dan Komang Adnyana empat menit kemudian. Empat kartu kuning diberikan wasit, dua untuk pemain PKT Bontang V Silva dan Komang Mariawan. Persijap juga menerima dua kartu kuning, yang didapat Souza dan Evaldo.

Kekalahan Persijap dinilai Sekretaris Tim Edy Basuki karena kurang beruntung. Kasiyadi cs bermain bagus dalam meredam gelombang serangan tim asuhan Danurwindo.

Bahkan setelah tertinggal 2-3, Persijap mendapat tendangan penalti. Namun, tembakan Udensi Christopher membentur mistar. Penalti diberikan karena Fakhrudin dilanggar di kotak terlarang.

"Kami kurang beruntung, berkali-kali peluang yang diciptakan gagal membuahkan gol. Tapi, perjuangan anak-anak luar biasa," ujar Edy

Babak pertama berjalan imbang. Hal itu dibuktikan torehan gol yang dilesakkan kedua kesebelasan.

Memasuki babak kedua, skuad Danurwindo sering merepotkan barisan pertahanan yang digalang Kasiyadi-Evaldo-Sofyan Morhan. Gempuran demi gempuran pun mengancam gawang yang dikawal Fance Haryanto. Pada menit 65 terjadi kemelut di depan Fance. Kesempatan itu berhasil dimanfaatkan Feri untuk mengubah skor menjadi 3-2. (J4-22)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes