02 Juli 2007

Stadion Kamal Junaedi




Pada 28 Agustus 1973, di Salatiga digelar partai puncak perebutan Piala Makutarama. Dua tim bertetangga dari daerah pesisir utara Pulau Jawa, Persijap Jepara dan Persipa Pati berjuang mati-matian untuk menjadi juara.

Langit cerah, dan tak ada pertanda hujan akan turun saat wasit Dardiri asal Salatiga meniup peluit isyarat kick off babak pertama dimulai. Di babak pertama, Kamal Djunaidi, seorang striker muda Persijap menunjukkan kelasnya sebagai ujung tombak tim. Gerakannya lincah, agresif, dan variatif. Suatu saat di babak pertama itu, tendangannya menggetarkan jala lawan, dan kedudukan tetap 1-0 hingga 45 menit pertama berakhir.


Ketika kaki Syarief KS, kapten tim Persijap, menggelindingkan bola kick off babak kedua, langit gelap oleh mendung yang menggelayut. Suara halilintar datang bertubi, memekakkan ribuan pasang telinga yang memadati stadion. Saat itulah, di lapangan terlihat api berkobar.


Hampir semua pemain tergeletak, termasuk wasit Dardiri. Syarif KS masih berdiri terpaku, tak mafhum apa yang baru saja terjadi. Tubuh Kamal Djunaidi yang semula lincah terlihat mengepulkan asap. Kaus kaki, sepatu, dan celananya terkoyak api. Tujuh anggota skuad Persijap lainnya luka bakar parah. Hanya Kamal Djunaidi, pemuda asal Kelurahan Panggang yang meninggal di tengah lapangan. Api halilintar itu mengakhiri kariernya di tim yang sangat dicintainya.


Tapi, hembusan nafas terakhirnya menorehkan prestasi gemilang. Kedudukan 1-0 itu membuat Persijap berhak memboyong Piala Makutarama. Nama Kamal Djunaidi kemudian diabadikan menjadi nama stadion untuk mengenang pengorbanan, spirit, sekaligus prestasi yang pernah diukir pahlawan bola bagi masyarakat Jepara tersebut.
(dari berbagai sumber)

12 comments:

pramana putra mengatakan...

oooo... gtu tho !!

nice topik broo

tnkx infonya

VistaPro mengatakan...

Mengharukan....baru tau aku...nice info
www.jokout.co.cc

Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Jack mengatakan...

Kamal junaidi makamnya di mana y?? apakah ada yang tau

Anonim mengatakan...

persijapp Ys paser Snack

News and Fun mengatakan...

addduhhhhhh
WEBSITENYA berbasis blogger
tidak sedap

wesporman mengatakan...

web pe maleh ngene rak main apek biyen

mr mengatakan...

ooooooooooojadi begitu ya.............................????

mr mengatakan...

ooooooooooojadi begitu ya.............................????

heri irawan mengatakan...

mngharukan

heri banaspati wong mambak pakis adji jeporo mengatakan...

OOWWHH,
jd gt towh, gw kira kamal djunaidi meninggal krna di smber petir pas lagi saltow ke gwang msuh di sta kamal djunaidi ..
trnyata gwe slah ..

sms semarang maling sempak ..
no 1932
yes 1954

silent-creation mengatakan...

Mengharukan

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes