24 April 2014

Kartu Merah Membuat Kalah!


Mendominasi sejak menit awal, justru berakhir pada kekalahan bagi Persijap Muda saat dijamu Persiba Bantul U-21 dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) U-21 yang digelar di Stadion Sultan Agung, Rabu (23/4).

Laskar Kalinyamat muda yang mendominasi pertandingan sejak menit pertama langsung runtuh mentalnya saat wasit Dwi Sudarmanto mengganjar bomber Andika Dian Asruri di menit 50 setelah mendapatkan kartu kuning kedua. Padahal, saat itu mereka sudah unggul 3-2.

"Pemain masih tampil dominan hingga paruh pertama babak kedua. Kami bahkan bisa memimpin 3-2 atas tuan rumah. Namun setelah Andika mendapat kartu merah, permainan mereka langsung turun," ujar Tri Haryanto, yang mendampingi Persijap U-21.

Haryanto mengakui, waktu persiapan kompetisi yang begitu mempet, yakni dua minggu membuat mental pemainnya belum terasah dengan baik. Mereka terlihat masih labil.

Setelah takluk dari Arema U-21 di pertemuan pertama, mereka berhasil bangkit dan berhasil membantai tim raksasa Persija Jakarta U-21 di partai kedua. Meski begitu Maulana Hasanudin dkk harus kembali takluk saat bertandang ke Bantul.

Sementara, asisten pelatih Persiba Bantul U-21 M. Iksan menyatakan kemenangan yang diperoleh anak asuhnya merupakan keberuntungan. Menurutnya, Persijap bermain bagus sejak menit pertama dan mendominasi jalannya pertandingan.

"Kami beruntung Persijap kehilangan satu pemain di babak kedua. Seandainya Persijap tetap diperkuat 11 pemain, kami pesimistis bisa meraih kemenangan," ucapnya.

Dalam pertandingan yang berlangsung dalam tempo tinggi tersebut. Persiba berhasil menyarangkan empat gol ke gawang lawan melalui Sarjono menit pertama, Ibnu Majid (20), Saddam Sudharma
Hendra (27) dan Krisna Adi Darma (57). Sedangkan tim tamu mencetak gol melalui Ahmad Ghofirin (23), Ahmad Arifin (33) dan Maulana Hasanudin menit 65.

(*)

23 April 2014

Manajemen Peringatkan Raja Isa


Pelatih Persijap Jepara Raja Isa diperingatkan oleh manajamen lantaran tim yang diasuhnya kian terpuruk di dasar klasemen Grup 4 Indonesia Super League (ISL) 2014.

Sempat berada di peringkat ke sembilan atau tiga dari bawah, kini satu-satunya tim di Jateng yang berlaga di kasta tertinggi sepakbola di Tanah Air itu menjadi juru kunci di bawah Persik Kediri.

Macan Putih bisa merangsek naik satu peringkat menggeser Persijap setelah mengalahkan Macan Kemayoran 2 : 1 dengan meraih poin 5 . Adapun Persijap hanya mengoleksi poin 4, hasil dari satu kali menang, satu kali seri, dan 6 kali kalah.

Pada dua sisa pertandingan paruh putaran pertama, Evaldo Silva dkk dituntut bisa mendulang poin maksimal. Pada Kamis (24/4) besok Mahesa Jenar ditantang Barito Putra dan 4 Mei mendatang akan bentrok dengan Persita Tangerang di Stadion Singaperbangsa Karawang. Manajemen pun memberi ultimatum kepada Raja Isa agar bisa memenangkan pertandingan karena jika tidak segera bangkit terancam degradasi.

M Said Basalamah, Direktur Utama PT Jepara Raya Multitama, perusahaan pengelola Persijap Jepara mengaku sudah memberikan peringatan kepada Raja Isa agar dalam dua laga paruh putaran pertama bisa membawa pulang poin. "Target kita sebenarnya dapat poin 4. Tapi ultimatum kita minimal 3 poin," tandasnya, kemarin.

Jika pengurus menargetkan 3 poin, berarti salah satu dari dua pertandingan itu harus dimenangkan Persijap Jepara. Namun jika tidak bisa membawa hasil maksimal, Basalamah berjanji akan melakukan evaluasi tim.

"Evaluasi ini hal yang wajar dilakukan semua tim usai pertandingan baik menang atau kalah. Jika tidak sesuai dengan harapan, Raja akan saya beri kesempatan untuk menyampaikan pandangannya apa karena materi pemain atau masalah lainnya," jelasnya.

Menurut Basalamah, tidak ada yang mustahil dalam sepak bola. Tuan rumah belum tentu bisa memenangkan pertandingan. Seperti yang pernah dialami Barito Putra, juga tumbang di kandang sendiri oleh Persija Jakarta dan Persib Bandung. "Home tidak menjamin 100 %, masih open," katanya optimistis.

Persijap diperkirakan tidak akan mudah mencuri poin dari Barito. Pasalnya dari materi pemain sendiri Laskar Antasari dihuni oleh pemain lebih mentereng seperti Yosua Pahabol striker timnas U-21 dan Yongki Aribowo. Kemudian dibenteng pertahanan ada Abanda Herman eks Persib Bandung. Adapun Persijap masih mengandalkan para pemain musim lalu seperti striker lokal Noor Hadi dan center back Evaldo Silva. Pada gelandang Boy Jati Asmara, Cucu Hidayat dan Ahmad Noviandani.
(SINDO)

22 April 2014

Charly Berniat Kembali



Eks pemain Persijap Jepara Carlos Raul Sciucatti yang musim lalu memperkuat PSLS Loksumawe menyatakan minatnya kembali memperkuat Laskar Kalinyamat. Keseriusan pemain yang akrab disapa Charly ini terlihat saat Persijap menjamu Persija Jakarta, beberapa waktu lalu. Dia menyempatkan diri datang dan menyaksikan langsung jalannya pertandingan di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara.

”Di sana (Persijap) saya kenal Evaldo dan beberapa pemain lain. Saya ingin kembali ke Persijap kalau ada kesempatan. Kalau diberi kepercayaan, tentu saya akan senang sekali,” kata Charli.

Pemain asal Argentina ini menambahkan, selain sudah mengenal karakter permainan tim, keinginan Charli juga didasari kuota pemain asing di Persijap yang belum sepenuhnya terisi. Melihat performa Persijap sejauh ini, manajemen memang sudah seharunya menambah amuisi. ”Saya sangat ingin tetap berkompetisi di level tertinggi (ISL). Persijap saya dengar masih kurang pemain asing,” ungkapnya.

Saat membela Persijap pada musim 2008/2009 lalu, Charli hanya bermain setengah musim. Selanjutnya, dia melanjutkan karirnya di Persela Lamongan, Persidafon, dan musim lalu memperkuat PSLS Lhokseumawe.

Selama membela PSLS, dirinya menjadi top skor dengan mencetak 10 gol dari 12 kali penampilannya. Bahkan ketika PSLS menjamu Persijap musim lalu di Indonesian Premier League (IPL), Charli dua kali membobol gawang Persijap. Namanya sempat tercatat sebagai salah satu top skor IPL dengan sumbangan 15 untuk PSLS. Sayang, menjelang putaran 8 besar, dia mengalami cedera engkel dan harus absen hingga akhir musim.

”Tapi sekarang saya sudah sembuh total. Sekarang saya baik-baik saja. Selain fisioterapi di Jakartan, juga ke melakukan penyembuhan di klinik international,” ujar dia.

Di samping itu, Charli mengaku tetap menjaga kondisi dengan berolahraga. Akan tetapi, ambisinya masih harus disimpan terlebih dahulu. ”Saya sudah bicara dengan manajemen Persijap, tapi belum ada jawaban pasti karena saat ini putaran pertama belum selesai,” tambahnya.

Terpisah, CEO Persijap Mohammad Said Basalamah juga membenarkan kabar keinginan Charli untuk bergabung dengan Persijap. Pihaknya juga telah bertemu secara langsung dengan pemain bersangkutan.

”Charli ingin ikut bergabung latihan dengan tim. Kami persilakan untuk itu. Sebab, bagaimanapun juga, kualitas permainan Charl juga perlu dilihat dulu sebelum ia positif bergabung dengan Persijap. Dia juga ingin menunjukkan kualitasnya kepada pelatih,” ujarnya.

Melihat kondisi Persijap saat ini,Basalamah memang berencana untuk menambah komposisi pemain. Terutama pemain yang menempai posisi striker. Sebab, sejauh ini pemain yang murni menempati posisi striker hanya ada Noor Hadi, selebihnya adalah striker bayangan.

”Kami masih butuh pemain di lini depan. Selain itu, juga butuh pemain asing. Sebab, saat ini Persijap hanya memiliki dua pemain asing, yakni evaldo di lini belakang, Sobrinho di lini tengah. Sedangkan di lini depan belum ada,” papar Basalamah.(Wahyu Kz / Sundoyo Hardi)
( )

14 April 2014

Tutup Celah Lini Tengah


Persijap Jepara harus cepat menutup celah besar lini tengah sebelum melakoni laga Indonesia Super League (ISL) berikutnya menjamu Persija Jakarta yang akan digelar pada 16 April di Gelora Bumi Kartini. Lapangan tengah Tim Laskar Kalinyamat jadi sasaran empuk para gelandang Semen Padang dalam laga Sabtu lalu. Di luar itu, hal-hal nonteknis seperti ketidakhadiran pelatih juga dinilai berpengaruh.

Asisten Pelatih Persijap Supriyanto mengakui dirinya masih gugup ketika menghadapi tekanan besar dalam laga menjamu Semen Padang yang berhasil dimenangi tim tamu 1-2. ''Ketidakhadiran pelatih tentu berpengaruh besar. Pertandingan menjadi berat dan kami tak bisa keluar dari tekanan. Saya sebagai asisten pelatih sedikit gugup bagaimana memimpin para pemain bekerja keras di tengah tekanan tim yang bermain bagus,'' ungkap Supriyanto saat konferensi pers, Sabtu lalu.

Raja Isa, pelatih Persijap masih di Selangor, Malaysia, sejak Selasa lalu. Manajemen tim memberikan keterangan pers bahwa Raja Isa tak bisa mendampingi tim melawan Semen Padang karena orang tuanya sakit. Hingga kemarin, telepon Raja Isa masih belum bisa dihubungi. Pesan singkat yang dikirim Suara Merdekajuga tak sampai. Namun sebelum ke Malaysia, Raja Isa memberi keterangan pers persiapan menjelang laga kontra Semen Padang. Hingga kemarin, manajemen belum memberi kepastian soal kesiapan Raja Isa mendampingi tim dalam laga menjamu Persija Jakarta nanti.

Permainan sulit berkembang lantaran para gelandang Semen Padang leluasa bermain di lapangan tengah dengan banyak kreasi.

Umpan-umpan Pendek

Mereka berbahaya baik melalui umpan-umpan pendek maupun umpan panjang langsung ke jantung pertahanan Tim LasKar Kalinyamat. Dengan situasi tertekan sejak awal laga itu, Supriyanto pun mengganti salah satu bek sayap, yaitu Fauzan Jamal dengan memasukkan Achmad Buchori ketika babak pertama masih 10 menit. Sedangkan pada babak kedua, gelandang bertahan Cucu Hidayat diganti Cornelis Kaimu dengan menggeser posisi Ahmad Noviandani dari striker menjadi gelandang, serta bek Sugiyono diganti Ahmad Taufiq. Karena masih tertinggal skor, sejak menit ke-80 suporter meneriakkan suara pergantian pelatih. Dengan kekalahan itu, posisi Persijap kini masih bertahan di papan bawah klasemen sementara. (H15-70)

05 April 2014

Evaldo cs Hadapi Persijap U-21


Tim Persijap Jepara yang akan menjamu Semen Padang dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) pada 12 April mendatang, belum menemukan lawan uji coba dengan kualitas sepadan. Tim pelatih akhirnya memutuskan untuk berlatih tanding menghadapi yuniornya, Persijap U-21 yang timnya baru terbentuk.

Laga uji coba Evaldo cs menghadapi Persijap U-21 akan digelar malam ini di Gelora Bumi Kartini. ”Tim kami perlu berlatih tanding dengan tim luar daerah, misalnya tim Divisi Utama. Namun karena ini mendekati masa pemilu, secara teknis tak bisa. Akhirnya kami putuskan untuk berlatih tanding dengan Persijap U-21,íí kata Pelatih Persijap Jepara Raja Isa, sore kemarin.

Tim Persijap U-21 juga tengah mempersiapkan pertandingan perdana kompetisi ISL U-21 yang akan digelar di Gelora Bumi Kartini pada 12 April mendatang dengan menjamu Arema Cronus U-21.

Pemain Didaftarkan

Raja Isa mengatakan, selama kesulitan mencari tim untuk berlatih tanding, Evaldo cs tetap rutin latihan seperti biasa di stadion dan diselingi latihan fisik di pantai Bandengan, sekitar empat kilometer arah baratdaya Gelora Bumi Kartini.

Chief Executive Officer PT Jepara Raya Multitama (JRM) M Said Basalamah mengatakan, sore kemarin sebanyak 27 pemain Persijap U-21 menandatangani kontrak semusim dan selanjutnya didaftarkan ke PT Liga Indonesia. ”Kuota maksimal tiap klub boleh merekrut 30 pemain, namun kami putuskan hari ini 27 pemain. Semua pemain asal Jepara,” kata Basalamah.

Para pemain Persijap U-21 itu sudah beruji coba tiga kali, dua kali melawan tim lokal Jepara, dan sekali menghadapi Persipa Pati. Mereka membutuhkan uji coba karena baru terbentuk dua pekan terakhir. (H15-70)

25 Maret 2014

U21, Laga Perdana Jamu Arema


PT Liga Indonesia telah merilis jadwal pertandingan kompetisi Indonesia Super League (ISL) U-21. Persijap Jepara U-21 akan mengawali kompetisi dengan menjadi tuan rumah di dua laga pertama. Pada 12 April akan menjamu Arema Cronus, dan empat hari kemudian menjamu Persija Jakarta.

''Karena jadwal baru saja dirilis hari ini, maka kami akan langsung fokus untuk persiapan pertandingan pertama. Tim dibentuk, lalu berlatih untuk pertandingan melawan Arema,'' kata Chief Executive Officer (CEO) PT Jepara Raya Multitama M Said Basalamah, kemarin.

Pada 12 April di Gelora Bumi Kartini juga akan digelar pertandingan Persijap senior menjamu Semen Padang. Basalamah menjelaskan, pertandingan menjamu Semen Padang akan digelar pada hari yang sama dengan laga tim U-21. ''Nanti menyesuaikan waktunya. Jika tim senior bermain malam hari, maka tim U-21 sore hari, atau sebaliknya,'' jelas Basalamah.

Basalamah kemarin sedang di Kantor PSSI di Jakarta untuk mendaftarkan 25 pemain Persijap U-21 hasil seleksi selama lebih kurang tiga pecan ini. Tiap tim maksimal bisa mendaftarkan 30 pemain, namun kemarin Persijap mendaftarkan 25 pemain.

Pencoretan Rio

Basalamah juga telah mendengar informasi soal pencoretan Rio Saputra dari seleksi timnas U-19. Meski belum menerima kabar secara resmi dari Badan Tim Nasional. ''Persijap siap menampung Rio untuk kompetisi U-21 jika yang bersangkutan menghendaki,'' kata Basalamah. (H15-70)

22 Maret 2014

Noviandani Jadi Andalan


Persijap Jepara memiliki pemain yang sangat berbakat. Namanya Ahmad Noviandani, atau biasa disapa Ahmad Dani. Di usianya yang masih 18 tahun, gelandang serang yang diambil dari tim Porprov Jepara 2013 ini terbukti mampu bersaing dengan para pemain Persijap yang sudah kenyang pengalaman.

Sebagai bentuk kepercayaan tim pelatih kepadanya, dia sering diturunkan dalam setiap pertandingan resmi di Indonesia Super League (ISL). Bahkan, beberapa kali juga menjadi starting eleven.

Saat menghadapi Pelita Bandung Raya (PBR), dia diturunkan pada menit awal. Begitu juga saat menghadapi Persib Bandung sebelumnya. Saat menjamu Persik Kediri, Ahmad Dani yang posisinya coba diisi oleh Han Dong won, tidak bisa dimaksimalkan oleh pemain asal Korea Selatan tersebut. Pada menit ke-27, Dani diturunkan menjadi pengganti Han dan mampu membuat serangan lebih hidup, melalui sayap kanan.

Sebuah hal yang tidak mudah. Pasalnya di Persijap dihuni sejumlah pemain senior menghuni tim ini. Ada Chanif Muhajirin, dan Murwanto, mantan pemain Persiku Kudus yang musim lalu juga membela Persijap. Tapi, Dani tetap menjadi pilihan utama pelatih.

Meski usianya masih cukup muda, performanya cukup bagus. Praktis, dalam 6 kali laga yang sudah dilakoni Persijap, performa pemain yang menimba ilmu di Sekolah Sepakbola (SSB) di Kediri ini cukup mencuri perhatian. Hanya saja, bukan berarti dia tidak memiliki kekurangan.

Pelatih Persijap Jepara Raja Isa menyebut, satu hal yang masih harus dibenahi oleh Ahmad Dani adalah keputusan cepat ketika berada di dekat kotak terlarang lawan, apakah akan mengeksekusi tendangan langsung ke gawang atau pun harus mengumpan.

“Harus bijak membuat keputusan, di waktu ada kesempatan mencetak gol. Dia belum bisa memutuskan,” ungkap Raja Isa, kemarin.

Menurut dia, hal ini masih butuh proses. Pihaknya telah beberapa kali memberikan pengarahan dan sudah diterima dengan baik. Dani mau belajar untuk memperbaiki kekurangannya itu. Jika kekurangannya sudah bisa diperbaiki, peluangnya untuk terus berada di skuad inti tetap besar.

“Paling tidak, butuh 2-3 pertandingan lagi, dia akan menjadi dominan di tim dan bisa seperti Andik Vermansyah. Asalkan, mau belajar hal lain seperti ikut pendidikan Bahasa Inggris atau komputer atau lainnya, yang bisa meningkatkan kemampuan otak kiri, tidak hanya latihan keras saja,” ucapnya.

Raja menuturkan, anak asuhnya tersebut memiliki kecepatan. Keeping bolanya, juga sangat menjanjikan. “Dia tipe pekerja keras, sehingga bisa mudah adaptasi dengan pemain senior lainnya,” paparnya.

Pelatih berpaspor Malaysia yang dipercaya menyeleksi tim Persijap U-21, juga mendapatkan pemain lokal berbakat Yusuf Setiawan. Jika Ahmad Dani unggul dikecepatan dan keeping, Yusuf yang merupakan seorang striker unggul di bola-bola atas. Sebab, secara postur lebih tinggi dari Dani. “Saya baru tahu dia anak seorang mantan pemain Persijap Jepara,” katanya. (SINDO)

17 Maret 2014

Empat Pemain Diputus Kontrak


Dua legiun asing Persijap Jepara, Cristian Lenglolo dan Han Dong-won, masuk ke dalam empat pemain yang diputus kontraknya oleh manajemen Persijap Jepara kemarin.

Pelatih Raja Isa telah merekomendasikan empat nama yang terpaksa diputus kontraknya. Selain Lenglolo dan Dong-won, dua pemain lainnya adalah Rizky Yulian dan Hamka.

Dong-won baru sekali memperkuat Laskar Kalinyamat pada musim ini. Ekspatriat asal Korsel itu bermain kurang sempurna, dan hanya diberi waktu 27 menit di laga perdananya bersama Persijap. Perannya kemudian digantikan Ahmad Noviandani. Saat itu, Raja Isa berdalih pergantian Han karena belum bisa beradaptasi dengan cuaca panas Indonesia.

Sementara Lenglolo dicoret karena masih bergelut dengan cedera engkelnya. Adapun Hamka belum menunjukkan tajinya bersama skuat Merah-Merah. Rizky menjadi pemain yang paling terpukul atas pencoretan itu.

Bahkan, kekecewaan Rizky ditumpahkan dalam status Blackberry Messenger (BBM), Sabtu (15/3), sekitar pukul 19.30. Gelandang muda ini mempertanyakan alasan manajemen dan tim pelatih yang menilai performanya mengalami penurunan.

“Saya sangat kecewa dengan pencoretan ini. Selama bermain di Persijap, performa terbaik selalu saya tunjukkan di lapangan,” tegas Rizky kepada Goal Indonesia.

“Saya masih ingin tahu alasan dicoret. Kalau alasan performa menurun, itu tidak mungkin. Grafik saya di tim sedang naik. Bahkan beberapa suporter mendukung saya untuk dimainkan di tim inti.”

Disinggung mengenai langkah lanjutan yang ditempuh mantan gelandang PSIS Semarang itu usai pencoretan ini, Rizky mengemukakan masih belum ada rencana.

“Mengalir saja. Kecewa, jelas sangat kecewa harus meninggalkan Persijap di awal-awal kompetisi,” ungkapnya.

Pelatih Raja Isa mengatakan, Han sudah menyepakati pemutusan kontrak dengan Persijap secara baik-baik karena alasan adaptasi.

“Begitu juga Lenglolo terpaksa kami coret. Han dan Lenglolo bermasalah dengan adaptasi dan cedera engkel. Saat ini praktis kami diperkuat 25 pemain dengan dana yang terbatas,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, direktur utama PT Jepara Raya Multitama, pengelola Persijap, M Said Basalamah mengumumkan akan mengurangi sedikitnya empat pemain untuk kompetisi ISL 2014. Alasan mendasar karena persoalan dana yang terbatas. (gk-18)
(Goal)

14 Maret 2014

Ujung Tombak Berebut Posisi


Persaingan untuk menjadi pemain utama di lini depan kian ketat. Pasalnya kini juru gedor telah dihuni oleh 5 pemain. Sebelumnya hanya dihuni oleh tiga orang. Setelah ada tambahan dua penyerang, kini berjumlah 5 pemain.

Dua muka bari dibarisan juru gedor tersebut adalah Hanz Dong Won, asal Korea Selatan dan Boy Jati Asmara, eks pemain Mitra Kukar. Adapun, muka lama yang menghuni lini ketiga ini diantaranya Christian Lenglolo, Noor Hadi dan Cornelis Kaimu. Makin banyak pilihan bagi tim pelatih untuk menempatkan striker inti. Setelah masuknya Boy Jati dan Hanz Dong Won, ini menjadi tantangan serius bagi Cornelis Kaimu dan Christian Lenglolo. Sebab, kedua pemain itu sama-sama masih puasa gol.

Atas dasar itu, jika tidak lekas memperbaiki performanya, keduanya bisa dibangku cadangkan. Boy Jati Asmara yang baru bergabung dan langsung diturunkan dalam laga uji coba, mampu mendulang 2 gol kala melumat Persibat Batang, beberapa waktu lalu.

Kondisi Christian Lenglolo, terbukti belum bisa tampil maksimal akibat baru pulih dari cedera. Meski lini depan kuota pemain cukup penuh, Pelatih Persijap Raja Isa tidak mengurangi kuota pemain di barisan depan.

Pihaknya akan memaksimalkan 29 pemain yang sudah resmi bergabung. Meski diakuinya Lenglolo belum bisa memberikan kontribusi gol. Hal itu dipicu karena pemain asal Kamerun tersebut masih dihantui cedera.

“Kondisinya sangat tertekan akibat cedera engkel meski kini telah pulih. Kendati tidak bisa tampil maksimal, Lenglolo telah maksimal,” ucapnya.

Lenglolo bersama dengan pemain lainnya tidak akan dievaluasi untuk saat-saat ini. Meski dalam lima laga hanya diperkuat 18 pemain, mereka tetap mampu mencetak gol meski lebih banyak mengalami kebobolan.

Raja bisa memaklumi kondisi dari Lenglolo. Sebenarnya keinginan pemain tersebut untuk memberikan performa terbaiknya sangat besar, tapi tidak didukung dengan kondisi fisik yang benar-benar siap.

“Beberapa langkah ke depan, akan diusahakan untuk memperbaiki performa Lenglolo,” papar dia.

Atas dasar itu, tidak bijak atas kondisi dengan 18 pemain itu justru mendepak di antara mereka. Justru Persijap akan terus meningkatkan konsentrasi dan lebih leluasa merotasi pemain karena saat ini skuad Persijap dihuni 29 pemain.

Menurut dia, anak asuhnya sudah tampil maksimal. Dengan kekuatan seadanya, mereka bisa memberikan perlawanan pada 5 laga sebelumnya. Karena itu, bukan langkah yang tepat untuk mencoret pemain. “Kalau dihukum mereka sekarang, ini tidak fair,” bela Raja. (Sindo)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes