23 Mei 2013

Lebih Cocok Format Dua Striker

Persijap Jepara harus menunggu sampai menit akhir pertandingan untuk mencetak gol ke gawang Persiku Kudus dalam uji coba di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, kemarin. Gol yang ditunggu itupun lahir lewat penalti setengah menit sebelum laga usai.

Wasit memberi penalti karena bek Persiku, Sugeng Riyadi, handsball saat menghalau tendangan Dedi Junaidi. Evaldo, kapten tim asal Brasil, yang menjadi algojo menendang keras bola ke sudut gawang dan tak terjangkau kiper Persiku, Dian. Sebelum gol lahir, Persijap menggempur tim tamu selama lebih kurang 15 menit.

Serangan Laskar Kalinyamat benar-benar hidup setelah transisi skema dilakukan, dari format tiga striker 3-4-3 ke dua striker 3-5-2.

’’Kami mengapresiasi transisi yang diterjemahkan dengan baik oleh para pemain menjelang akhir pertandingan. Kami bisa memainkan bola lebih baik dibanding sebelumnya,’’ kata pelatih Persijap Raja Isa usai laga.

Kesempatan

Meski puas dengan performa tim di ujung laga, Raja Isa menilai timnya masih memiliki kekurangan dalam memanfaatkan peluang. ’’Lihat, ada berapa peluang yang mestinya jadi gol, tetapi tidak berhasil. Ke depan kami harus membenahi ini,’’ kata dia.

Persiku yang dipoles Lukas Tumbuan tampil bertenaga dan taktis. Mereka memberi perlawanan sengit. Tim tamu bukan tanpa peluang. Beberapa kali kiper Persijap Joko Ribowo harus berjibaku membendung tendangan-tendangan berbahaya anak-anak Kudus. Selama pertandingan, kedua tim silih berganti menyerang dalam tempo cepat.

Karena kurang bertaji, Raja Isa yang menerapkan formasi 3-4-3 menarik keluar Kanaan Nakhjavani pada menit ke-20. Pada babak kedua, giliran striker Victor Ortega diganti. Kondisi itu membuat skema berubah menjadi 3-5-2, menempatkan Dedi Junaidi sebagai striker bersama Dicky Firasat.

’’Saya sudah memberi kesempatan lebih kepada Kanaan dan Victor, tetapi pertandingan tidak efektif. Jadi saya akan turunkan pemain lain untuk kompetisi nanti,’’ lanjut Raja.

Kanaan diberi kesempatan tampil di lini tengah karena saat menjamu Persibo Bojonegoro, 2 Juni depan, Walter Brizuela absen akibat kartu merah. Namun dalam beberapa kali uji coba, dia belum menunjukkan perkembangan. Victor yang diberi kepercayaan penuh juga gagal mencetak gol. Dalam pertandingan resmi, striker asal Italia itu juga belum mencetak gol. (H15-43)

21 Mei 2013

Berharap Komdis PSSI Bersikap Tegas

Persijap Jepara, berharap Komisi Disiplin (Komdis) PSSI bersikap tegas terhadap tim-tim yang dinilai melanggar ketentuan, agar tim lain tidak dirugikan, kata General Manager (GM) Persijap Jepara Muhammad Said Basalamah.


"Seharusnya, Komdis PSSI berani bersikap tegas. Terlebih, saat ini sudah tidak ada permasalahan dualisme di tubuh PSSI," ujarnya, di Jepara, Senin.

Demikian halnya, kata dia, PT Liga Prima Indonesia Sportindo sebagai penyelenggara kompetisi Liga Primer Indonesia juga harus berani bersikap tegas, terhadap tim-tim yang dinilai tidak mematuhi ketentuan.

Di antaranya, kata dia, tim-tim yang pernah membatalkan untuk bertanding, sementara tim lawan sudah mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari.

"Apabila ada tim yang tidak mau menggelar laga tandang karena alasan keuangan, tentunya sebagai sikap profesionalisme tidak demikian," ujarnya.

Ia khawatir hal tersebut akan diikuti oleh tim-tim lain, yang lebih memilih tidak menjalani laga tandang di tempat yang jaraknya cukup jauh dengan hanya mendapatkan sanksi pengurangan tiga poin, dibanding mengeluarkan dana yang cukup besar dengan hasil yang dimungkinkan tidak sesuai target.

Agar kasus seperti itu tidak terulang, kata Basalamah, LPIS harus mengambil tindakan tegas dengan melaporkannya ke Komdis PSSI agar dijatuhi sanksi berupa kekalahan walk over (WO) serta denda Rp20 juta.
Selama ini, kata dia, tim Persijap Jepara tidak mengalami kasus seperti itu.

"Meski demikian, tidak ada salahnya jika kami juga menyampaikan rasa keprihatinan atas permasalahan tersebut," ujarnya.

Ia mengakui, Persijap tidak pernah absen menjalani jadwal kompetisi, termasuk laga tandang ke Banda Aceh.

Sedangkan laga yang akan dijalani tim Persijap nantinya, kata dia, lebih banyak di kandang sendiri, karena dari enam laga yang akan dijalani, empat laga di antaranya merupakan laga kandang.

Editor : Hernawan W
(AntaraJateng)

17 Mei 2013

Intensitas Latihan Dikurangi

Persijap Jepara berlatih dua kali dalam sehari selama lebih kurang tiga pekan terakhir. Mengingat laga kontra Persibo Bojonegoro waktunya kian dekat, intensitas latihan Evaldo cs kini dikurangi menjadi sekali dalam sehari dan dilakukan siang hari.

Pelatih Persijap, Raja Isa mengatakan, mulai kemarin tim memulai latihan pukul 14.00 dan berakhir pukul 15.30. Hal itu akan dilakukan selama beberapa hari ke depan. Timnya akan menjamu Persibo pada 2 Juni mendatang. ”Intenstias latihan sengaja kami kurangi untuk memberi waktu istirahat lebih panjang kepada para pemain,” kata pelatih berpaspor Malaysia itu, kemarin.

Sebelumnya Evaldo cs berlatih tiap pagi dan sore hari. Semua menu latihan, termasuk fisik dalam tiga pekan terakhir diberikan. ”Kami ingin pemain ada dalam kondisi yang bagus menjelang pertandingan. Perlahan intensitas dikurangi. Saya pilih agak siang dan cuaca cukup mendukung. Latihan satu setengah jam sehari cukup,” lanjutnya.

Evaluasi Tim

Raja isa juga menyatakan, fokus tim saat ini adalah mengevaluasi hasil pertandingan uji coba melawan Persibat Batang yang digelar di Gelora Bumi Kartini, Rabu lalu. Laga uji coba itu dimenangi Persijap dengan skor 2-1. Meski menang, Tim Laskar Kalinyamat banyak mendapatkan tekanan. Raja isa memainkan pemain-pemain secara acak, materi pemain yang diturunkan tak seperti dalam pertandingan resmi.

Ia ingin melihat perkembangan pemain-pemain yang selama ini duduk di bangku cadangan. Selain itu, Persibat diakuinya tampil sangat bagus dan memberi perlawanan berarti buat timnya.

(H15-89)

18 Maret 2013

Fisik Pemain Ditempa Lagi

Jeda pertandingan selama tiga pekan dimanfaatkan Persijap untuk terus berlatih. Selain strategi mencetak gol, fisik para pemain juga ditempa. Tim Laskar kalinyamat sedang membidik poin penuh dalam pertandingan kompetisi Indonesia Premier League (IPL) menjamu Semen Padang pada 26 Maret di Gelora Bumi Kartini.

“Ini istirahatnya cukup panjang. Jadi, kami harus menata fisik dan strategi secara bergantian,” kata pelatih Persijap Riono Asnan usai melatih timnya di Gelora Bumi Kartini, kemarin. Dalam latihan Rabu (13/3), Evaldo dkk latihan pagi dengan materi pembenahan fisik. Sore harinya latihan diliburkan. Pagi kemarin tim lantas berlatih penyelesaian akhir. “Tiap Rabu dan Senin fokusnya di fisik, selebihnya untuk pematangan taktik bermain,” lanjut Riono.

Manfaatkan Peluang

Semua pemain berlatih pagi kemarin. Empat striker Persijap, yaitu Victor Ortega, Noorhadi, Agung Supriyanto, dan Dicky Firasat ditempa dengan latihan mencetak gol, baik dari bola-bola mati maupun serangan-serangan dari sayap dan tengah. “Catatan penting kami dalam dua pertandingan, kami harus lebih banyak memanfaatkan peluang untuk menjadi gol,” lanjut Riono.

Pertandingan melawan Semen Padang dinilai krusial untuk memulihkan kepercayaan diri setelah kalah dalam dua pertandingan tandang melawan Persiraja Banda Aceh dan PSLS Lhokseumawe.

Latihan-latihan yang baik untuk mencetak gol diharapkan bisa muncul di pertandingan kompetisi. “Masalah tersendiri jika di latihan bagus, tetapi saat bertanding di bawah standar. Bagi kami, tim tetap menjaga semangat untuk memenangkan pertandingan,” katanya. (H15-89)

14 Maret 2013

Mencari Pasangan Striker yang Cocok



Kurang maksimalnya lini depan Persijap Jepara, membuat sang arsitek Riono Asnan harus berfikir ekstra keras, sebelum menjamu Semen Padang 26 Maret mendatang.

Pada laga tersebut laskar kalinyamat yang bertindak sebagai tuan rumah pastinya ingin mengulang kesuksesan seperti disaat mencukur gundul Persija Jakarta 5-0.

Demi bisa mempersembahkan kemenangan kepada publik kota Kota Ukir Pelatih Persijap Riono Asnan terus menggembelang pasukannya terutama pemain – pemain depan yang selama ini dinilai masih kurang tajam.

Untuk memaksimalkan lini depan supaya mampu menjadi mesin gol bagi Persijap,Riono Asnan pun terus melakukan eksperimen terhadap empat strikernya, Viktor, Agung Supriyanto, Nur Hadi dan Dicky Firasat. Di waktu yang tersisa kurang lebih 10 hari sebelum menjamu Semen Padang, keempat striker terus di gembleng.

Salah satu eksperimen yang dilakukan Riono adalah dengan melakukan roling pemain, mencari pasangan yang tepat. Riono terus mencoba memasangkan satu striker dengan striker lain untuk mencari yang cocok. “Kita ada empat striker keempatnya ini kita coba terus kita roling siapa yang lebih cocok, apakah Viktor dengan Agung, atau Viktor dengan Dicky atau Nur Hadi,” Riono Asnan saat dihubungi, Rabu (13/3).

Riono mengaku, tidak melulu menggunakan Viktor yang ditandemkan dengan pemain lokal, namun bisa jadi untuk lini depan menggunakan pemain lokal, seperti Agung dengan Nur Hadi. “Intinya siapa yang siap itu yang akan kita pasangkan,” ujarnya.

Dia berharap, dengan melakukan roling pemain, dapat menemukan pasangan yang tepat sebagai striker utama Persijap. Dengan begitu, hasil kurang memuaskan di dua laga Away beberapa waktu lalu tidak terulang lagi. “Makanya sekarang ini pematangan lini depan terus kita lakukan. Saya tidak ingin setiap peluang, yang di dapat seperti saat melawan persirja dan PSLS terbuang percuma,” katanya.

Dikatakan Riono, skuadnya saat ini yang paling bermasalah memang lini depan. Sedangkan untuk lini tengah dan belakang sudah tidak ada masalah, dan siapa untuk menjamu Semen Padang.

Di lini tengah, kata Riono, saat ini sudah cukup konsisten, terlebih setelah Anam Sahrul yang sudah kembali bergabung setelah absen selama beberapa hari karena cidera kuku. “Lini tengah tidak ada masalah, kita ada Walter, Anam, Kanaan dan Safri Umri, mereka bermain cukup konsisten,” ujarnya.

Dia menambahkan, selain fokus untuk mencari komposisi yang tepat di lini depan, di waktu yang tersisa ini dimanfaatkan juga untuk mengembalikan stamina pemain.”Dua kali laga Away kemarin sangat menguras tenaga, jadi saat ini kami juga terus melatih fisik pemain supaya kembali,” katanya. (Wahyu Budi Santoso - Sindo)

Fokus Hadapi Semen Padang

Fokus Hadapi Semen Padang

Ge­neral Ma­nager Persijap Jepara, Mo­hammad Said Basalamah me­ngatakan timnya akan memanfaatkan masa dua pekan untuk persiapan khusus menghadapi Semen Padang dalam kompetisi Indonesia Pre­mier League (IPL).

Pertandingan itu akan digelar di Gelora Bumi Kartini pada 26 Maret mendatang. Semen Pa­dang yang menjadi juara IPL musim 2012 akan menjadi lawan berat Tim Laskar Kalinyamat.

”Kami akan melakukan persiapan dengan matang. Target kami harus menang. Hasil-hasil di pertandingan sebelumnya sebaiknya tidak menjadi acuan karena Semen Padang adalah tim yang berbeda,” kata Moham­mad, kemarin.

Ia menilai, kemenangan 5-0 atas Persija Jakarta di laga perdana tak berpengaruh pada laga berikutnya, dimana timnya kalah 0-1 saat dijamu Persiraja Banda Aceh.

Hasil dari Persiraja itu juga tak berpengaruh pada kekalahan 0-2 melawan tuan rumah PSLS Lhokseumawe.

Jebakan Berduri

”Kemenangan 5-0 atas Persija jadinya jebakan berduri. Ada banyak faktor yang melingkupi pertandingan dan antara satu dengan lainnya berbeda,” lanjut Mohammad.

Para pemain Senin sore sudah mulai berlatih di Gelora Bumi Kartini. Pelatih Persijap Riono Asnan saat ini mulai fokus mempersiapkan timnya melawan Semen Padang.

Pada laga nanti, kemungkinan besar komposisi pemain yang diturunkan bakal berbeda se­iring kembalinya gelandang bertahan Anam Syahrul.

Pemain kelahiran Jepara itu absen di dua laga, melawan Per­siraja dan PSLS pekan lalu karena cedera kaki. Anam sendiri ke­marin pagi sudah mulai berlatih bersama tim. (H15-89)

11 Maret 2013

Riono Evaluasi Penyelesaian Akhir

Riono Evaluasi Penyelesaian Akhir

Pelatih Per­sijap Jepara telah melakukan evaluasi secara menyeluruh permainan timnya dalam lawatan ke Aceh melawan Persiraja Banda Aceh dan PSLS Lhokseumawe.

Dari dua laga tersebut, timnya mengalami kekalahan. Salah satu ke­kurangan timnya saat itu ba­nyak mendapatkan peluang yang ga­gal dimanfaatkan menjadi gol.

“Kami memiliki banyak peluang. Tapi tak satu pun berbuah gol. Da­lam latihan beberapa hari ke depan, kami akan memberi perhatian khusus pada penye­le­sai­an akhir,” kata Riono, kema­rin.

Laskar Kalinyamat mendapat libur latihan sejak Kamis lalu, usai bertanding me­lawan PSLS, Rabu (6/3). Evaldo dkk akan kembali ber­latih mulai Senin sore ini di Stadion Gelora Bumi Kartini.

Laga Kedua

Latihan tersebut untuk persiapan menjamu Semen Padang da­lam laga lanjutan kompetisi In­donesia Premier League (IPL) yang akan digelar 26 Maret mendatang. Ada waktu sekitar dua pekan buat Persijap untuk mempersiapkan pertandingan tersebut.

Persijap mencetak lima gol saat menaklukkan Persija Jakarta dalam laga pertamanya di kandang sendiri. Pertandingan menjamu Semen Padang akan menjadi laga kedua anak-anak Jepara bermain di kandang sendiri mu­sim ini.

“Kami harus bisa memanfaatkan at­mos­fer pertandingan di kandang. Tim kami bi­sa mencetak ­lima gol di kandang, namun di dua pertan­dingan terakhir tak bisa mencetak gol,” lanjut Rio­no.

Selain lini depan, Riono juga memberi perhatian serius gaya bermain bertahan timnya.

“Kami memberi catatan terhadap kedisiplinan pemain dalam bertahan. Kami mestinya bisa mengantisipasi serangan lawan sejak dari lini tengah. Ada tiga gol ke gawang kami, pertanda kedisiplilan masih harus diperbaiki,” lanjutnya. (H15-89)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes