14 April 2014

Tutup Celah Lini Tengah


Persijap Jepara harus cepat menutup celah besar lini tengah sebelum melakoni laga Indonesia Super League (ISL) berikutnya menjamu Persija Jakarta yang akan digelar pada 16 April di Gelora Bumi Kartini. Lapangan tengah Tim Laskar Kalinyamat jadi sasaran empuk para gelandang Semen Padang dalam laga Sabtu lalu. Di luar itu, hal-hal nonteknis seperti ketidakhadiran pelatih juga dinilai berpengaruh.

Asisten Pelatih Persijap Supriyanto mengakui dirinya masih gugup ketika menghadapi tekanan besar dalam laga menjamu Semen Padang yang berhasil dimenangi tim tamu 1-2. ''Ketidakhadiran pelatih tentu berpengaruh besar. Pertandingan menjadi berat dan kami tak bisa keluar dari tekanan. Saya sebagai asisten pelatih sedikit gugup bagaimana memimpin para pemain bekerja keras di tengah tekanan tim yang bermain bagus,'' ungkap Supriyanto saat konferensi pers, Sabtu lalu.

Raja Isa, pelatih Persijap masih di Selangor, Malaysia, sejak Selasa lalu. Manajemen tim memberikan keterangan pers bahwa Raja Isa tak bisa mendampingi tim melawan Semen Padang karena orang tuanya sakit. Hingga kemarin, telepon Raja Isa masih belum bisa dihubungi. Pesan singkat yang dikirim Suara Merdekajuga tak sampai. Namun sebelum ke Malaysia, Raja Isa memberi keterangan pers persiapan menjelang laga kontra Semen Padang. Hingga kemarin, manajemen belum memberi kepastian soal kesiapan Raja Isa mendampingi tim dalam laga menjamu Persija Jakarta nanti.

Permainan sulit berkembang lantaran para gelandang Semen Padang leluasa bermain di lapangan tengah dengan banyak kreasi.

Umpan-umpan Pendek

Mereka berbahaya baik melalui umpan-umpan pendek maupun umpan panjang langsung ke jantung pertahanan Tim LasKar Kalinyamat. Dengan situasi tertekan sejak awal laga itu, Supriyanto pun mengganti salah satu bek sayap, yaitu Fauzan Jamal dengan memasukkan Achmad Buchori ketika babak pertama masih 10 menit. Sedangkan pada babak kedua, gelandang bertahan Cucu Hidayat diganti Cornelis Kaimu dengan menggeser posisi Ahmad Noviandani dari striker menjadi gelandang, serta bek Sugiyono diganti Ahmad Taufiq. Karena masih tertinggal skor, sejak menit ke-80 suporter meneriakkan suara pergantian pelatih. Dengan kekalahan itu, posisi Persijap kini masih bertahan di papan bawah klasemen sementara. (H15-70)

05 April 2014

Evaldo cs Hadapi Persijap U-21


Tim Persijap Jepara yang akan menjamu Semen Padang dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) pada 12 April mendatang, belum menemukan lawan uji coba dengan kualitas sepadan. Tim pelatih akhirnya memutuskan untuk berlatih tanding menghadapi yuniornya, Persijap U-21 yang timnya baru terbentuk.

Laga uji coba Evaldo cs menghadapi Persijap U-21 akan digelar malam ini di Gelora Bumi Kartini. ”Tim kami perlu berlatih tanding dengan tim luar daerah, misalnya tim Divisi Utama. Namun karena ini mendekati masa pemilu, secara teknis tak bisa. Akhirnya kami putuskan untuk berlatih tanding dengan Persijap U-21,íí kata Pelatih Persijap Jepara Raja Isa, sore kemarin.

Tim Persijap U-21 juga tengah mempersiapkan pertandingan perdana kompetisi ISL U-21 yang akan digelar di Gelora Bumi Kartini pada 12 April mendatang dengan menjamu Arema Cronus U-21.

Pemain Didaftarkan

Raja Isa mengatakan, selama kesulitan mencari tim untuk berlatih tanding, Evaldo cs tetap rutin latihan seperti biasa di stadion dan diselingi latihan fisik di pantai Bandengan, sekitar empat kilometer arah baratdaya Gelora Bumi Kartini.

Chief Executive Officer PT Jepara Raya Multitama (JRM) M Said Basalamah mengatakan, sore kemarin sebanyak 27 pemain Persijap U-21 menandatangani kontrak semusim dan selanjutnya didaftarkan ke PT Liga Indonesia. ”Kuota maksimal tiap klub boleh merekrut 30 pemain, namun kami putuskan hari ini 27 pemain. Semua pemain asal Jepara,” kata Basalamah.

Para pemain Persijap U-21 itu sudah beruji coba tiga kali, dua kali melawan tim lokal Jepara, dan sekali menghadapi Persipa Pati. Mereka membutuhkan uji coba karena baru terbentuk dua pekan terakhir. (H15-70)

25 Maret 2014

U21, Laga Perdana Jamu Arema


PT Liga Indonesia telah merilis jadwal pertandingan kompetisi Indonesia Super League (ISL) U-21. Persijap Jepara U-21 akan mengawali kompetisi dengan menjadi tuan rumah di dua laga pertama. Pada 12 April akan menjamu Arema Cronus, dan empat hari kemudian menjamu Persija Jakarta.

''Karena jadwal baru saja dirilis hari ini, maka kami akan langsung fokus untuk persiapan pertandingan pertama. Tim dibentuk, lalu berlatih untuk pertandingan melawan Arema,'' kata Chief Executive Officer (CEO) PT Jepara Raya Multitama M Said Basalamah, kemarin.

Pada 12 April di Gelora Bumi Kartini juga akan digelar pertandingan Persijap senior menjamu Semen Padang. Basalamah menjelaskan, pertandingan menjamu Semen Padang akan digelar pada hari yang sama dengan laga tim U-21. ''Nanti menyesuaikan waktunya. Jika tim senior bermain malam hari, maka tim U-21 sore hari, atau sebaliknya,'' jelas Basalamah.

Basalamah kemarin sedang di Kantor PSSI di Jakarta untuk mendaftarkan 25 pemain Persijap U-21 hasil seleksi selama lebih kurang tiga pecan ini. Tiap tim maksimal bisa mendaftarkan 30 pemain, namun kemarin Persijap mendaftarkan 25 pemain.

Pencoretan Rio

Basalamah juga telah mendengar informasi soal pencoretan Rio Saputra dari seleksi timnas U-19. Meski belum menerima kabar secara resmi dari Badan Tim Nasional. ''Persijap siap menampung Rio untuk kompetisi U-21 jika yang bersangkutan menghendaki,'' kata Basalamah. (H15-70)

22 Maret 2014

Noviandani Jadi Andalan


Persijap Jepara memiliki pemain yang sangat berbakat. Namanya Ahmad Noviandani, atau biasa disapa Ahmad Dani. Di usianya yang masih 18 tahun, gelandang serang yang diambil dari tim Porprov Jepara 2013 ini terbukti mampu bersaing dengan para pemain Persijap yang sudah kenyang pengalaman.

Sebagai bentuk kepercayaan tim pelatih kepadanya, dia sering diturunkan dalam setiap pertandingan resmi di Indonesia Super League (ISL). Bahkan, beberapa kali juga menjadi starting eleven.

Saat menghadapi Pelita Bandung Raya (PBR), dia diturunkan pada menit awal. Begitu juga saat menghadapi Persib Bandung sebelumnya. Saat menjamu Persik Kediri, Ahmad Dani yang posisinya coba diisi oleh Han Dong won, tidak bisa dimaksimalkan oleh pemain asal Korea Selatan tersebut. Pada menit ke-27, Dani diturunkan menjadi pengganti Han dan mampu membuat serangan lebih hidup, melalui sayap kanan.

Sebuah hal yang tidak mudah. Pasalnya di Persijap dihuni sejumlah pemain senior menghuni tim ini. Ada Chanif Muhajirin, dan Murwanto, mantan pemain Persiku Kudus yang musim lalu juga membela Persijap. Tapi, Dani tetap menjadi pilihan utama pelatih.

Meski usianya masih cukup muda, performanya cukup bagus. Praktis, dalam 6 kali laga yang sudah dilakoni Persijap, performa pemain yang menimba ilmu di Sekolah Sepakbola (SSB) di Kediri ini cukup mencuri perhatian. Hanya saja, bukan berarti dia tidak memiliki kekurangan.

Pelatih Persijap Jepara Raja Isa menyebut, satu hal yang masih harus dibenahi oleh Ahmad Dani adalah keputusan cepat ketika berada di dekat kotak terlarang lawan, apakah akan mengeksekusi tendangan langsung ke gawang atau pun harus mengumpan.

“Harus bijak membuat keputusan, di waktu ada kesempatan mencetak gol. Dia belum bisa memutuskan,” ungkap Raja Isa, kemarin.

Menurut dia, hal ini masih butuh proses. Pihaknya telah beberapa kali memberikan pengarahan dan sudah diterima dengan baik. Dani mau belajar untuk memperbaiki kekurangannya itu. Jika kekurangannya sudah bisa diperbaiki, peluangnya untuk terus berada di skuad inti tetap besar.

“Paling tidak, butuh 2-3 pertandingan lagi, dia akan menjadi dominan di tim dan bisa seperti Andik Vermansyah. Asalkan, mau belajar hal lain seperti ikut pendidikan Bahasa Inggris atau komputer atau lainnya, yang bisa meningkatkan kemampuan otak kiri, tidak hanya latihan keras saja,” ucapnya.

Raja menuturkan, anak asuhnya tersebut memiliki kecepatan. Keeping bolanya, juga sangat menjanjikan. “Dia tipe pekerja keras, sehingga bisa mudah adaptasi dengan pemain senior lainnya,” paparnya.

Pelatih berpaspor Malaysia yang dipercaya menyeleksi tim Persijap U-21, juga mendapatkan pemain lokal berbakat Yusuf Setiawan. Jika Ahmad Dani unggul dikecepatan dan keeping, Yusuf yang merupakan seorang striker unggul di bola-bola atas. Sebab, secara postur lebih tinggi dari Dani. “Saya baru tahu dia anak seorang mantan pemain Persijap Jepara,” katanya. (SINDO)

17 Maret 2014

Empat Pemain Diputus Kontrak


Dua legiun asing Persijap Jepara, Cristian Lenglolo dan Han Dong-won, masuk ke dalam empat pemain yang diputus kontraknya oleh manajemen Persijap Jepara kemarin.

Pelatih Raja Isa telah merekomendasikan empat nama yang terpaksa diputus kontraknya. Selain Lenglolo dan Dong-won, dua pemain lainnya adalah Rizky Yulian dan Hamka.

Dong-won baru sekali memperkuat Laskar Kalinyamat pada musim ini. Ekspatriat asal Korsel itu bermain kurang sempurna, dan hanya diberi waktu 27 menit di laga perdananya bersama Persijap. Perannya kemudian digantikan Ahmad Noviandani. Saat itu, Raja Isa berdalih pergantian Han karena belum bisa beradaptasi dengan cuaca panas Indonesia.

Sementara Lenglolo dicoret karena masih bergelut dengan cedera engkelnya. Adapun Hamka belum menunjukkan tajinya bersama skuat Merah-Merah. Rizky menjadi pemain yang paling terpukul atas pencoretan itu.

Bahkan, kekecewaan Rizky ditumpahkan dalam status Blackberry Messenger (BBM), Sabtu (15/3), sekitar pukul 19.30. Gelandang muda ini mempertanyakan alasan manajemen dan tim pelatih yang menilai performanya mengalami penurunan.

“Saya sangat kecewa dengan pencoretan ini. Selama bermain di Persijap, performa terbaik selalu saya tunjukkan di lapangan,” tegas Rizky kepada Goal Indonesia.

“Saya masih ingin tahu alasan dicoret. Kalau alasan performa menurun, itu tidak mungkin. Grafik saya di tim sedang naik. Bahkan beberapa suporter mendukung saya untuk dimainkan di tim inti.”

Disinggung mengenai langkah lanjutan yang ditempuh mantan gelandang PSIS Semarang itu usai pencoretan ini, Rizky mengemukakan masih belum ada rencana.

“Mengalir saja. Kecewa, jelas sangat kecewa harus meninggalkan Persijap di awal-awal kompetisi,” ungkapnya.

Pelatih Raja Isa mengatakan, Han sudah menyepakati pemutusan kontrak dengan Persijap secara baik-baik karena alasan adaptasi.

“Begitu juga Lenglolo terpaksa kami coret. Han dan Lenglolo bermasalah dengan adaptasi dan cedera engkel. Saat ini praktis kami diperkuat 25 pemain dengan dana yang terbatas,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, direktur utama PT Jepara Raya Multitama, pengelola Persijap, M Said Basalamah mengumumkan akan mengurangi sedikitnya empat pemain untuk kompetisi ISL 2014. Alasan mendasar karena persoalan dana yang terbatas. (gk-18)
(Goal)

14 Maret 2014

Ujung Tombak Berebut Posisi


Persaingan untuk menjadi pemain utama di lini depan kian ketat. Pasalnya kini juru gedor telah dihuni oleh 5 pemain. Sebelumnya hanya dihuni oleh tiga orang. Setelah ada tambahan dua penyerang, kini berjumlah 5 pemain.

Dua muka bari dibarisan juru gedor tersebut adalah Hanz Dong Won, asal Korea Selatan dan Boy Jati Asmara, eks pemain Mitra Kukar. Adapun, muka lama yang menghuni lini ketiga ini diantaranya Christian Lenglolo, Noor Hadi dan Cornelis Kaimu. Makin banyak pilihan bagi tim pelatih untuk menempatkan striker inti. Setelah masuknya Boy Jati dan Hanz Dong Won, ini menjadi tantangan serius bagi Cornelis Kaimu dan Christian Lenglolo. Sebab, kedua pemain itu sama-sama masih puasa gol.

Atas dasar itu, jika tidak lekas memperbaiki performanya, keduanya bisa dibangku cadangkan. Boy Jati Asmara yang baru bergabung dan langsung diturunkan dalam laga uji coba, mampu mendulang 2 gol kala melumat Persibat Batang, beberapa waktu lalu.

Kondisi Christian Lenglolo, terbukti belum bisa tampil maksimal akibat baru pulih dari cedera. Meski lini depan kuota pemain cukup penuh, Pelatih Persijap Raja Isa tidak mengurangi kuota pemain di barisan depan.

Pihaknya akan memaksimalkan 29 pemain yang sudah resmi bergabung. Meski diakuinya Lenglolo belum bisa memberikan kontribusi gol. Hal itu dipicu karena pemain asal Kamerun tersebut masih dihantui cedera.

“Kondisinya sangat tertekan akibat cedera engkel meski kini telah pulih. Kendati tidak bisa tampil maksimal, Lenglolo telah maksimal,” ucapnya.

Lenglolo bersama dengan pemain lainnya tidak akan dievaluasi untuk saat-saat ini. Meski dalam lima laga hanya diperkuat 18 pemain, mereka tetap mampu mencetak gol meski lebih banyak mengalami kebobolan.

Raja bisa memaklumi kondisi dari Lenglolo. Sebenarnya keinginan pemain tersebut untuk memberikan performa terbaiknya sangat besar, tapi tidak didukung dengan kondisi fisik yang benar-benar siap.

“Beberapa langkah ke depan, akan diusahakan untuk memperbaiki performa Lenglolo,” papar dia.

Atas dasar itu, tidak bijak atas kondisi dengan 18 pemain itu justru mendepak di antara mereka. Justru Persijap akan terus meningkatkan konsentrasi dan lebih leluasa merotasi pemain karena saat ini skuad Persijap dihuni 29 pemain.

Menurut dia, anak asuhnya sudah tampil maksimal. Dengan kekuatan seadanya, mereka bisa memberikan perlawanan pada 5 laga sebelumnya. Karena itu, bukan langkah yang tepat untuk mencoret pemain. “Kalau dihukum mereka sekarang, ini tidak fair,” bela Raja. (Sindo)

3 atau 4 Pemain Akan Didepak


Pemain Persijap Jepara sepertinya tidak akan bisa tidur nyenyak. Pasalnya, manajemen Persijap akan merampingkan skuad. Saat ini, Laskar Kalinyamat dihuni oleh 29 pemain menyusul bergabungnya empat pemain baru. Sebelumnya, pasca dibolehkannya turun bertanding 7 pemain, Persijap hanya dihuni oleh 25 pemain.
Pemain yang baru bergabung dengan Persijap di antaranya Han Dong Won (Korea Selatan), Boy Jati Asmara, Cucu Hidayat, dan Andika Dian Asruri. Jumlah 29 pemain itu dinilai terlalu gemuk. Jika dibiarkan justru bakal memboroskan keuangan Persijap yang sangat minim untuk mengarungi kompetisi.

Praktis, mau tidak mau manajemen harus melakukan seleksi terhadap pemain-pemain yang layak dipertahankan, maupun yang terpaksa harus disingkirkan saat roda kompetisi masih berjalan. Persijap musim ini memang mengarungi kompetisi dengan dana yang terbatas. Untuk kontrak seluruh pemain saja, setidaknya manajemen hanya menyiapkan anggaran sekitar Rp3 miliar.

Direktur Utama PT. Jepara Raya Multitama, pengelola Persijap Jepara, M Said Basalamah mengatakan, pencoretan akan dilakukan antara 3 sampai 4 pemain. Rencana pencoretan itu sudah dikomunikasikan dengan Pelatih Raja Isa. ''Rencana besok Sabtu (15/3) akan diumumkan. Saya masih di Jakarta,” kata Said Basalamah.

Pihaknya sengaja tidak melakukan ultimatum terhadap pemain-pemain yang akan dicoret. Ini agar para pemain tetap berlatih serius di tim. Menurut Basalamah, jumlah 29 pemain dalam satu tim ini terlalu gemuk. ''Dari pemain yang ada saat ini, saya kira pemborosan. Maksimal 25 pemain, termasuk pemain magang di dalamnya,” jelas dia.
Basalamah mengaku terpaksa menambah 4 pemain dalam waktu cepat. Hal ini karena pendaftaran pemain ke PT. Liga Indonesia sudah mepet saat itu yakni 28 Februari 2014. Sedang tiga pemain baru yang ikut seleksi seperti Boy Jati Asmara, Han Dong Won dan Cucu Hidayat, baru tiba di Jepara sehari sebelumnya.

''Kami mengejar waktu. Dengan melihat kondisi tim yang membutuhkan pemain tambahan, yang penting kami daftarkan dulu, karena saat itu baru 25 pemain, sedangkan maksimal 30 pemain,” katanya.

Penambahan pemain dilakukan karena Persijap harus mengukir catatan pahit di awal-awal pertandingan Indonesia Super League (ISL) grup Barat. Dari lima kali pertandingan, hanya satu kali seri dan empat kali menelan kekalahan. Persijap baru bisa menang 1-0 kala menjamu Persik Kediri, dalam laga keenam. (Sindo)

Jaga Atmosfer Away


Rapor laga away Persijap sejauh ini masih jauh dari harapan. Dari tiga laga luar kota yang telah dijalani, tak ada satupun poin yang mampu dibawa pulang ke Jepara. Seluruh pertandingan berakhi dengan kekalahan bagi tim berjuluk Laskar Kalinyamat ini.

Karena itulah, untuk menjaga atmosfer laga tandang ini, Pelatih Raja Isa berencana melakukan uji coba di kandang lawan. Pada Sabtu (15/3) lusa, Evaldo Silva dkk akan berangkat ke Batang untuk menantang tuan rumah Persibat. Pertandingan ini sekaligus sebagai kunjungan balasan. Karena, sebelumnya Persibat telah bersedia menjadi mitra tanding Persijap di Jepara.

Raja menjelaskan, laga uji coba memang sangat dibutuhkan pasukannya sebelum melanjutkan perjalanan di kompetisi Indonesia Super League. Sebab, sejauh ini performa Persijap belum maksimal, meskipun telah memetik kemenangan perdana melawan Persik lalu.

”Kami masih butuh latihan dan uji coba untuk evaluasi secara menyeluruh. Lawan berikutnya adalah tim-tim kuat. Sehingga butuh perbaikan performa,” kata Raja Isa.

Melihat jadwal laga lanjutan yang tidak mudah, Raja memang harus pandai memanfaatkan momen jeda panjang ini. Apalagi, sampai separo lebih putaran pertama ini Persijap hanya mampu menang sekali, satu kali seri, dan empat kali menderita kekalahan.

”Setelah uji coba nanti, rencananya mulai 16 hingga 24 Maret pemain kami beri kesempatan untuk libur dan berkumpul keluarga,” terangnya.

Waktu untuk libur yang diberikan memang relatif panjang. Sebab, Persijap baru akan memainkan laga pada 12 April mendatang, saat menjamu Semen Padang di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara.

Setelah jadwal libur selesai, rencananya Raja kembali akan melakoni uji coba untuk yang kedua kali selama jeda kali ini. ”Rencananya setelah libur hingga 24 Maret pemain kembali latihan. Selanjutnya uji coba kedua sebelum melanjutkan laga ISL lawan Semen Padang,” ungkapnya. (Koran Muria)

12 Maret 2014

Persiapan U-21 Picu Konflik


Usai laga melawan Persik Kediri yang berakhir dengan kemenangan bagi Persijap, tim berjuluk Laskar Kalinyamat kembali libur panjang. Evaldo dkk kembali ke lapangan pada 12 April 2014 saat menjamu Semen Padang di Jepara.

Jeda kompetisi ini dimaanfaatkan manajemen untuk mempersiapkan skuad Persijap U-21. Selasa (11/3) kemarin, manajemen menggelar seleksi untuk memilih pemain Persijap U-21. Pelatih tim senior yang terdiri dari Raja Isa dan para asistennya, bahkan turun langsung melakukan pengamatan.

Namun, Pelatih Persijap U-21 Anjar Jambore Widodo justru tidak dilibatkan dalam proses seleksi tersebut. Dia juga tidak tahu agenda ini. ”Dulu saya memang sudah ditunjuk Pak Basalamah (CEO Persijap) dan Pak Tafrikan (Ketua Umum Persijap) untuk menangani Persijap U-21. Tapi saya tidak tahu apapun soal seleksi Persijap U-21. Saya tidak masalah jika memang tidak dipakai lagi. Tapi ya mbok saya ini diberi penjelasan, istilahnya ya mbok ada subosito untuk saya,” kata Anjar JW, kemarin.

Dia akan segera berkomunikasi dengan para pengurus Asosiasi PSSI Jepara. Sebab saat dirinya ditunjuk, dua tokoh Persijap itu juga sudah meminta izin ke Asosiasi PSSI Jepara.

Ketua Asosiasi PSSI Jepara Ahmad Rifa’i menyesalkan langkah-langkah yang dilakukan manajemen Persijap. Menurut Rifa’i, manajemen tidak menyadari apa yang dilakukan itu bisa berpotensi memecah belah pelaku pembinaan sepak bola di Jepara. Seharusnya, Persijap tetap berkordinasi dengan Asosiasi PSSI Jepara.

”Klub-klub amatir Jepara sesuai dengan ketentuan adalah di bawah Asosiasi PSSI Jepara. Seharusnya, antara Asosiasi PSSI Jepara dan Persijap bisa bersinergi untuk kemajuan sepak bola Jepara,” jelas Rifa’i.

Tafrikan juga menyatakan kaget dengan langkah yang ditempuh manajemen dengan kembali melakukan seleksi pemain U-21. Pemanggilan pemain-pemain dari klub amatir tanpa kordinasi dengan Asosiasi PSSI Jepara, diakuinya merupakan langkah keliru. Pihaknya menyatakan akan segera mengambil langkah-langkah untuk meluruskan kesalah-pahaman ini.

”Saya sebelumnya tidak tahu. Saya tahu kalau ada seleksi Persijap U-21 dari media cetak. Hal ini jelas memang harus segera diluruskan. Secepatnya kami akan mengambil langkah-langkah,” katanya. (Koran Muria)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes